Title: Peringatan Dies ke-56 UGM Disambut Demo

YOGYA (KR) - Peringatan Dies Natalis ke-56 UGM, Senin (19/12) kemarin di Grha Sabha Pramana dihadang demo mahasiswa dari berbagai elemen, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- UGM, Front Mahasiswa Nasional (FMN) UGM, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UGM, Lembaga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND) dan sebagainya. Para aktivis ini membawa spanduk, poster dan membagi-bagikan selebaran pernyataan sikap terhadap kebijakan rektorat.

BEM se UGM ketika akan ke pintu utama Grha Sabha Pramana UGM dihadang SKK-UGM sehingga tertahan di jalan masuk sebelah timur dan mengadakan orasi. Demikian pula elemen mahasiswa yang lain juga terhenti. Namun akhirnya berhasil menerobos sampai ke pintu utama lantai 2 Auditorium Grha Sabha Pramana tempat berlangsungnya peringatan Dies Natalis dengan pidato dies oleh Prof Dr Ichlasul Amal.

BEM se UGM menggelar spanduk berupa petisi mahasiswa untuk perbaikan kampus dan petisi tersebut juga dibacakan oleh Presiden Mahasiswa UGM Hanta Yuda R yang isinya antara lain, Bentuk Tim Independen untuk Evaluasi total 5 tahun Badan Hukum Milik Negara (BHMN) di UGM. “Selama lima tahun BHMN ini pimpinan UGM belum pernah melakukan evaluasi,” kata Hanta di sela-sela aksi kepada wartawan.

Petisi lainnya, transparasi dan akuntabilitas anggaran SPMA, BOP dan buka akses seluas-luasnya bagi masyarakat kurang mampu dalam hal ini SK prosedur keringanan SMPA. Sementara elemen yang lain menolak komersialisasi kampus, tolak BHMN, cabut PP Nomor 153/2000, cabut SMPA, SKS variabel dan realisasikan subsidi pendidikan 20 persen dari APBN dan APBD.

Sementara itu Serikat Mahasiswa untuk Demokrasi (SeMUT) menuntut tuntaskan revolusi pendidikan, menolak komersialisasi pendidikan, wujudkan demokratisasi kampus 100 persen, rombak kurikulum. Ciptakan ilmu pengetahuan yang berpihak kepada rakyat, reorientasi visi UGM dan lawan Nekolim, bubarkan WTO, IMF dan World Bank.

SeMUT menurut Koordinator Umum Tamli Yusuf Angkat juga menuntut agar UGM mengembalikan tanah rakyat Pagilaran, hentikan penggusuran PKL di lingkungan UGM. Massa mahasiswa juga berhasil mengamankan salah seorang mahasiswa yang akan melakukan provokator untuk menghindari terjadinya perbuatan anarkhis karena demo ini aksi damai.

Menanggapi petisi agar pelaksanaan BHMN di evaluasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Ir Chairil Anwar mengatakan, UGM telah berkali-kali melakukan evaluasi keberlangsungan BHMN bersama dengan BHMN lainnya. Demikian pula persoalan RUU BHP dan persoalan pendidikan yang masuk dalam GATS, Rektor UGM telah berkali-kali menyampaikan hal tersebut, baik dalam forum nasional, bahkan tingkat regional dalam forum ASEAN University Network.

Persoalan akuntabilitas dan transparansi UGM satu-satunya PT BHMN, UGM satu-satunya PT BHMN yang telah melakukan audit internal, baik oleh Satuan Audit maupun Dewan Audit. Lebih dari itu UGM satu-satunya PT BHMN yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan auditor eksternal. Persoalan transparansi dan akuntabilitas ini semuanya memiliki standard tersendiri.

“Dengan demikian, aksi pada hari ini bertepatan dengan dies natalis UGM lebih pada niatan untuk sekadar demonstrasi, karena dialog yang bersifat konstruktif telah dilakukan oleh universitas bersama-sama fakultas yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan,” ujar Dr Chairil Anwar.

Menurut Dr Chairil Anwar, pada Kamis (15/12) diadakan rapat Koordinasi antara wakil Dekan Kemahasiswaan dan BEM se UGM. Rapat dipimpin oleh Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni dan Kepala Biro Kemahasiswaan. Beberapa poin mengenai SK SMPA dan revisi SK Beasiswa BOP. Namun ketika kesepakatan tersebut akan dituangkan dalam SK dan akan diedarkan pada keesokan harinya, Menteri-Menteri BEM KM meminta waktu untuk membahas SK tersebut.

“Mereka menjanjikan untuk memberi tanggapan pada hari Jumat (16/12) siang dan sebagai catatan Presiden BEM UGM tidak hadir dalam pertemuan tersebut,” ujar Dr Chairil Anwar

Rektor UGM didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni juga telah menerima hasil lokakarya yang intinya tuntutan agara menyelesaikan SPMA 80 mahasiswa yang masuk UGM melalui jalur SPMB 2005, Rektor UGM segera mengeluarkan SK Prosedural Keringanan SPMA bagi calon mahasiswa baru kurang mampu. Rektor UGM agar segera revisi SK Nomor 11/P/SK/HT/2004 tentang Beasiswa BOP.

Menanggapi tuntutan tersebut Rektor UGM menurut Chairil Anwar segera koordinasi dan memanggil Sekretaris Eksekutif, Direktur Akademik dan Asisten Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni untuk segera membuat draft SK yang berkaitan dengan tuntutan tersebut. (Asp)-o.





Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke