Dibawah saya forward 3 komentar mengenai gaji pejabat BI. Barangkali ada rekan2 dari SDM yang bisa sharing pencerahan mengenai sistem remunerasi/kompensasi, apakah ada standard tertentu bagi pejabat pemerintahan maupun pejabat bank sentral, misalnya di negara lain. Apakah wajar bila gaji pejabat bank lebih tinggi dari presiden/menteri ?
Rgds
---------------------------------------------------
1)
Di bawah ada statement dari BI tentang gaji Gubernur
BI yang begitu wah (ada yang bisa konfirmasi
kebenarannya?), yaitu Rp 2,68 milyar setahun. Menurut
mereka gaji itu wajar karena tanggung-jawabnya besar.
Mereka juga membandingkan gaji itu dengan gaji pejabat
bank-bank swasta di Indonesia serta institusi lainnya
di luar negeri.
Yang mereka lupa adalah: Indonesia negara miskin.
Sedang rekan yang mereka bandingkan seperti AS adalah
negara kaya di mana pendapatan US$ 1800 per bulan
untuk satu keluarga masih tergolong miskin. Jika
Gubernur BI yang sekarang diberhentikan, apa bisa dia
melamar kerja jadi pimpinan The Fed di AS?
Bahkan ternyata gaji Alan Greenspan pimpinan the Fed
hanya US$ 154.700/tahun pada tahun 2004.
===
http://www.fmcenter.org/site/pp.asp?c=8fLGJTOyHpE&b=224853)
As of 2004, the chairman's annual salary was $171,900
and the annual salary of the other governors
(including the vice chairman) was $154,700.
===
Jadi Gubernur BI kita gajinya jauh lebih hebat dari
pimpinan The Fed AS yang kinerjanya jauh lebih bagus
(dollar tidak nyusruk seperti rupiah kan?). Padahal
rupiah kita selalu merana dari sekitar Rp 415/US$
menjadi sekitar Rp 10.000/US$
Presiden yang tanggung-jawabnya jauh lebih besar dari
Gubernur BI gajinya hanya Rp 62 juta/bulan. Tidak
wajar Gubernur BI meminta sampai hampir 4 kali lipat
dari itu. Gaji Direktur Bank Swasta yang mereka
bandingkan pun apa pantas? Kita tahu bank-bank swasta
di Indonesia boleh dikata hampir merugi semua sehingga
negara RI harus membantu senilai ratusan trilyun
rupiah lewat BLBI dan KLBI. Salah satunya adalah gaji
Direksi yang terlalu besar dan kredit macet. Dari situ
nyata gaji besar tidak menjamin bagusnya kinerja.
Justru membuktikan adanya keserakahan yang bisa
menimbulkan KKN dan kredit macet.
Di sisi lain UMR karyawan/buruh ditekan begitu rendah
hingga hanya Rp 800 ribu/bulan. Pemerintah dan para
direksi perusahaan swasta tidak berani menaikan UMR ke
Rp 1,3 juta/bulan dengan alasan gaji yang Rp 1,3 juta
per bulan itu terlalu besar dan membangkrutkan
perusahaan!
Ini jelas adanya ketimpangan gaji pekerja tertinggi
dengan terendah di Indonesia. Tidak ada batasan sama
sekali. Dengan gaji tertinggi orang bisa berfoya-foya,
sementara dengan gaji terendah para karyawan/buruh
hidup di bawah garis kemiskinan. Uang yang seharusnya
bisa digunakan untuk mempertinggi UMR sudah habis
untuk gaji Direksinya yang terlalu besar.
Mestinya ada batasan rentang gaji tertinggi dan
terendah di setiap perusahaan/instansi di Indonesia.
Misalnya gaji tertinggi maksimal 40 x dari gaji
terendah. Jika gaji terendah hanya Rp 1 juta, berarti
gaji tertinggi tidak boleh lebih dari Rp 40
juta/bulan.
2)
1. Setuju bahwa fungsi bank sentral adalah:
- stabilisasi moneter (suku bunga dan inflasi, yg akhirnya terkait dengan nilai tukar Rupiah)
- penyelenggara sistem pembayaran (kliring, RTGS, BI-LINE, dsb)
- supervisi perbankan (walaupun nanti akan dialihkan ke OJK)
Karena itu harus disadari pentingnya fungsi bank sentral.
2. Bank sentral adalah state institution, bukan financial institution. Financial institution adalah bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan sekuritas, multi finance, dan sejenisnya.
3. Karena butir no. 2 di atas maka bank sentral tidak mengelola asset negara (lihat lagi fungsi bank sentral di butir 1 di atas). BI tidak mengelola asset finansial negara. Yang mengelola asset negara adalah BUMN. Kalaupun BI memegang cadangan devisa itu semata-mata dalam kaitannya dengan fungsi stabilisasi moneter dan menjaga balance of payment. Financial institution mengelola asset untuk mendapatkan yield yang maksimal. Fund manager dan asset manager mengelola asset/dana nasabah untuk memberikan return yg maksimal yg dituntut nasabah. Apakah BI dituntut memberikan return maksimal kepada pemerintah? I don't think so.
4. Betul, dana yg ada di BI adalah bukan dana pemerintah (karena BI independent), tapi jelas itu adalah duit rakyat. BI bertanggung jawab kepada parlemen.
Karena butir2 tsb di atas maka sudah wajar bahwa remunerasi pejabat bank sentral di banyak negara lebih kecil dari CEO institusi finansial besar. Di Indonesia saja ada CEO bank yg berpenghasilan sekitar 5 miliar per tahun. Itu wajar, karena mereka dituntut memberikan return yg memuaskan bagi pemegang saham. Institusi finansial adalah profit-oriented institution. BI bukan.
Setuju bahwa untuk menjaga integritas BI maka remunerasi pejabat BI harus ditingkatkan. Tetapi tentunya harus dengan melihat kondisi pasar, keuangan negara dan kelayakan/kepatutan di mata masyarakat. Lagipula, ada hal lain yg lebih penting untuk menjunjung integritas, yaitu sistem dan personal character. Masih ingat Enron dan Worldcom? NYSE dan SEC adalah listing authority yg ketat dan punya sistem dan reputasi bagus. Tapi toh kasus Enron dan Worldcom bisa terjadi. Penyebabnya tak lain adalah ketamakan dan imoralitas para CEO. Melihat kilas balik kejatuhan sistem perbankan Indonesia tahun 1998 dan dampaknya setelah itu (termasuk rekapitalisasi perbankan 600 triliun) dimana peran BI saat itu gencar dipertanyakan (terlebih adanya penyelewengan BLBI 130-an triliun), tentunya dua karakter tsb menjadi penting untuk direnungkan.
3)
Secara pribadi saya memahami sudut pandang Anda dalam masalah ini. Tetapi sayangnya Anda terlalu naif. Bank Indonesia sebagai suatu institusi negara Anda analogikan secara sederhana sebagaimana perusahaan pada umumnya. Parameternya beda sekali. Memang aset negara yang dikelola BI besar sekali, tetapi aset itu 'kan bukan hasil usaha/produksi BI sebegai "perusahaan"? Kalau diibaratkan perusahaan, modalnya sudah disediakan pihak lain. Dalam kasus BI, keuntungan operasional yang didapatkan BI adalah dari aset negara (=pemerintah). Jadi bagaimana mungkin Anda dengan tinta merah menuliskan bahwa biaya operasional BI tidak sepeser pun dari uang pemerintah? Kalau tidak ada "modal" yang sedemikian besar, mana mungkin BI bisa punya keuntungan operasional besar? Itu sama dengan mengklaim bila ada orang yang memberi Anda modal usaha dan kemudian Anda mendapat untung besar dari modal tersebut, lalu Anda mengklaim usaha Anda tidak sepeserpun dari si pemodal tersebut. Kalau orang jawa bilang itu "kacang lupa kulitnya.". Jadi sangat tidak layak kalau standar penentuan gaji gubernurnya berdasarkan aset yang dikelola. Kalau ada perusahaan yang dengan upayanya sendiri dalam memproduksi jasa atau produk bisa mempunyai aset sebesar itu, ya jelas presdir/CEO-nya berhak untuk digaji sangat besar. Jangankan 160 juta, 1 milyar-pun saya dan teman-teman tidak akan protes.
Satu hal lagi, Anda dengan enteng mengatakan bahwa "pegawai BI digaji relatif lebih dengan konsekuensi tidak boleh nyambi atau berprofesi ganda". Ck..ck..ck.. PKB di hampir semua perusahaan swasta pun tidak mengizinkan karyawannya (secara tersirat atau tersurat) untuk berprofesi ganda! Itu namanya justifikasi dari sudut pandang sendiri. Secara etika memang tidaklah pantas seorang karyawan berprofesi ganda. Karena bagaimana pun itu mempengaruhi waktu dan fokus bekerja. Apa lagi sampai melakukan profesi ganda yang mengarah ke Insider Trading. Kesimpulan saya, Anda mengklaim bahwa pekerjaan paling rumit di Indonesia adalah pekerjaan institusi yang namanya BI, makanya gaji para gubernurnya sangat layak untuk besar, melebihi presiden sekali pun. Apa iya jadi presiden lebih mudah dari Gubernur BI. Kalau ada yang meyakini, itu namanya berasumsi!
Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***
| Undergraduate business schools | Business school essay | Business school and education |
| Top business schools | Best business schools | Business school minnesota |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mm-ugm" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
