From: [email protected] on behalf of Sumardy Ma
Sent: Jumat 10/03/2006 18:31
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Subject: [mm-ugm] Fwd: summary marketing-clubbing tadi malam + The Rise of Trade Marketing
berikut sedikit informasi tentang perubahan peta
dunia
pemasaran
--- sumarketer <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Date: Fri, 10 Mar 2006 11:28:43 -0000
> From:
"sumarketer" <[EMAIL PROTECTED]>
> To:
[EMAIL PROTECTED]
> Subject: Fwd: summary marketing-clubbing tadi
malam
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], "sumarketer
>
is dead" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam
Marketer
>
> marketing-clubbing (offline gathering
milis
marketing-club) tadi malam tercatat 216 peserta
> hadir dengan
pembicara
> yang sangat atraktif, Pak FM Siddharta dan Kukuh
>
dipandu oleh moderator
> yang masih fresh, Ricky Afrianto
>
>
Berikut sedikit summary dari marketing-clubbing
> semalam
>
>
Di awali dengan pertanyaan sederhana, emang ada apa
> dengan Trade
>
Marketing? kok heboh banget?
>
> Pertama, kehadiran pasar modern di
berbagai belahan
> dunia dan khususnya di
> Indonesia dengan konsep
The Lowest Price akhirnya
> berhasil menarik banyak
> pelanggan
Indonesia untuk terbiasa belanja di pasar
> modern. Pelanggan mana
>
yang tidak mau belanja dengan harga murah plus
> tempat yang
nyaman
>
> Keberhasilan pasar modern menguasai sebagian
>
pembelanjaan ritel membuat
> mereka memiliki power yang sangat kuat
dibandingkan
> para manufaktur. kalau
> manufaktur biasanya hanya
memikirkan brand mereka
> sendiri dan bila perlu
> mendapatkan sales
dengan membunuh brand pesaing,
> para retailer justru
> memiliki
paradigma yang berbeda.
>
> Retailer mana peduli dengan
manufacturers' brand.
> Kalau di kategori susu
> misalnya, Brand X
promosi gila2an, automatically
> yang kemungkinan besar
> terjadi
adalah brand pesaing di kategori yang sama
> akan switch ke Brand
X,
> jadinya secara total sales ya tidak pengaruh ke
> retailer,
penjualan merek
> X naik tetapi dikompensasi oleh penurunan
penjualan
> Merek Y. lalu ngapain
> para retailer mikirin perang
merek, yang dipikirin
> retailer adalah GROW
> THE
CATEGORY
>
> yang diinginkan retailer adalah semakin banyak
orang
> berbelanja di
> kategori itu alias semakin banyak yang minum
susu
> terlepas brand apa yang
> dibeli, syukur2 sih beli brand yang
margin nya
> paling gede. retailer kan
> cuma mikir margin yang
mereka dapatkan alias cuan
> nya berapa!\\
>
> Kedua, kalau
manufacturer selalu melihatnya dari
> perspektif consumer
>
behavior, maka retailers justru melihat SHOPPER
> BEHAVIOR. kenapa?
karena
> retailer punya mantra dan yakin kalau para tukang
> belanja
sudah masuk ke
> toko mereka, ANYTHING CAN HAPPEN!!! yang loyal
pun
> bisa dibuat jadi
> switcher, yang tidak mau beli juga jadi
beli. di
> sinilah menariknya
> SHOPPER BEHAVIOR, tempat belanja
yang nyaman dengan
> berbagai medium
> promosi didalamnya membuat
SHOPPER bisa menjadi
> impulse buyer yang luar
> biasa
sekali
>
> belum lagi para shopper seringkali kalau
berbelanja
> bawa rombongan satu
> keluarga. nah, bayangkan aja, the
more people
> accompany you, the more
> impulse you are!!! so bagi
retailer yang penting itu
> adalah SHOPPER
> BEHAVIOR alias
bagaimana mempengaruhi para tukang
> belanja untuk belanja,
>
belanja dan belanja lebih banyak dan lebih banyak
> lagi
>
>
Ketiga, retailer punya space yang terbatas dengan
> luas area yang
sudah
> mereka bangun diawalny. jadinya luas shelf space nya
> ya
begitu-begitu
> saja. jadi tidak mungkin seenaknya menumpuk barang
>
dari merek yang tidak
> jelas jualannya. RETAILERS ARE ACTUALLY IN
THE
> PROPERTY BUSINESS, NOT
> RETAIL BUSINESS. THEY ARE SELLING
SPACE TO
> MANUFACTURERS.
>
> nah kalau dalam urusan jualanan
space, ya pakai cara
> berpikir tukang
> properti. masak bayaran
biaya sewa nya sama tapi
> jualan produk nya ndak
> laku, semua
manusia yang ngerti duit pasti bilang
> "RUGI DONG" space udah
>
dikasih, jualanan seret!! kalau gitu ya silahkan
> jalan ke pintu dan
tutup
> pintu tersebut dari luar alias get rid of my shelf
>
space!!!
>
> 3 bulan tidak laku, silahkan say goodbye, masih
>
banyak yang antri, mau
> bayar mahal dan mungkin margin nya lebih
gede.
> bahkan berita terakhir
> menyebutkan kalau salah satu
hypermarket sudah
> menerapkan peraturan di
> kategori deterjen
bahwasannya HANYA MEREK NO 1 DAN
> NO 2 yang boleh jualan
> di semua
outletnya, merek no 3 dan seterusnya
> silahkan nyanyi lagu
>
GOODBYE, lalu yang mau beli merek alternatif yang
> lebih murah cari
dimana?
> "Ndak mau Ke Hypermarket lagi ah"
>
> "Tenang Dulu"
itu jawaban hypermarket, kita sediaiin
> kok produk yang sama
>
bagusnya dengan harga murah, ini menggunakan merek
> kita sendiri, murah
tur
> berkualitas. kalau sudah begini, masak pelanggan
> nolak? udah
kadung
> percaya ama merek retailer.
>
> Lalu, apakah trade
marketing muncul hanya karena
> perubahan di jaringan
> penjualan di
industri FMCG? oh tentu saja tidak!
> sang moderator Ricky
>
Afrianto menjelaskan secara detail bagaimana seorang
> Tung Desem
Waringin
> juga menjalankan Trade Marketing. a magnificent
>
example, friend!!!
>
> kalau beli buku di Gramedia, berapa persen
yang
> merupakan pembelian
> terencana? lebih besar impulse buyer,
bukan? Nah
> disinilah jagonya Tung
> Desem memanfaatkan trade
marketing. Sebelum buku
> launch, hampir di seluruh
> toko buku
gramedia dan non gramedia sudah terpampang
> poster buku Financial
>
Revolution plus in-store promo dimana bisa pesan
> dulu dan harga
lebih
> murah plus ikut seminar gratis.
>
> lah itu apa,
bukankah itu trade promo? itu ya trade
> marketing juga. SEMUA
>
TOKO BUKU SENANG. dengan Tung Desem promo begitu,
> semua toko buku
pasti
> senang karena jualanan buku bakal meningkat, jadi
> tidak
mengharapkan si
> toko buku yang promo, toko buku mana ada duit
coy!
>
> belum lagi Tung Desem juga jago dalam hal in-store
>
merchandising. liat
> saja di toko2 buku gramedia, placement
produknya
> yaitu buku2 Financial
> Revolution cukup mencolok,
mentereng, out of the box
> dan sangat memicu 5
> senses kita tuk
mendatangi rak nya, mengambil,
> melihat, meraba, membaca
> dan
akhirnya membeli!!!
>
> kata siapa trade marketing cuma FMCG tok?
kalau ada
> praktisi yang ngomong
> begini, pasti ndak pernah ikutan
marketing-clubbing
> heheheh
>
> masih banyak contoh lain.
salah satunya adalah
> jualan kertas. coba
> bayangkan 10 tahun yang
lalu, kertas sangat
> komoditas sekali, industrinya
> sangat boring.
Tapi liat aja setelah adanya
> PaperOne, melakukan in-store
> promo
dengan berbagai jaringan fotokopi seperti
> MultiPlus, itu namanya
apa
> kalau bukan Trade Marketing?
>
> apakah hanya karena
kehadiran modern channel? belum
> tentu. sekarang banyak
> juga
traditional channel yang juga ikut2an nawarin
> listing fee!!! Pak
>
Siddharta mencontohkan bagaimana perjalanannya ke
> salah satu
pasar
> tradisional di Sumatera dan menemukan salah satu
> pemain
mencoba menawarkan
> listing fees. so bukan hal yang aneh lagi,
pasar
> tradisional yang katanya
> masih menguasai 70-80% pasti dong
bukan pebisnis
> yang o-on!!
>
> Mereka juga mikir duit. "Aku
punya space, manufaktur
> butuh space. Mau
> space yang bagus, bayar
dong rek!"
>
> Masih ndak percaya. Minggu lalu saya tulis
bagaimana
> di Slovakia, jaringan
> toko elektronik mencari duit
dari pajangan
> televisinya. loh, kok bisa?
> ANYTHING CAN HAPPEN my
man!!!
>
> kalau datang ke toko elektronik, sebenarnya
kasian
> juga. tv nya diputer2
> terus, habisin listrik tapi belum
tentu di beli
> semua. nah ada orang
> SLOVAKIA yang rada gila yang
punya jaringan
> elektronik menguasai 20%
> penjualan tv di seluruh
negara.
>
> Daripada televisi yang dipajang ratusan biji
>
terus-terusan diputer,
> habisin listrik, jaganya juga susah,
meningkatkan
> biaya operasional. so
> mari kita ramai2 mencari duit
dari TV nganggur
> tersebut. caranya? ya tv
> kan bisa tuk memutar
iklan. mari cari manufaktur
> yang mau beriklan.
>
> Akhirnya
sang pemilik toko elektronik berhasil deal
> dengan salah satu
bank
> penerbit kartu kredit terbesar di Slovakia sehingga
> di
seluruh jaringan
> outletnya, semua televisi menayangkan iklan
kartu
> kredit tersebut.
> hasilnya? terjadi incremental subscribers
30% lebih
> tinggi. inikan TRADE
> MARKETING juga aneng..aneng....
dan
> abang...abang.......
>
> lebih celakanya lagi, sebentar
lagi bakalan ramai
> yang namanya HARD
> DISCOUNTER STORES. para
hypermarket juga ikutan
> pusing, makanya harus bisa
> memberikan
produk dengan harga semurah mungkin.
>
> so....... trade marketing
bukan cuma sekedar promo,
> trade marketing adalah
> total business
approach yang bertujuan untuk
> mendukung pencapaian visi,
> misi,
dan profit goals dari retailers. bukan
> sebaliknya.
>
> kalau
sudah begitu, trade marketing itu pasti
> memerlukan pendekatan
yang
> berbeda untuk masing2 retailer. karena masing2
> retailer
punya positioning
> dan profit goals yang berbeda. nah, trade
marketing
> juga harus melihat
> masing2 pelangannya yaitu para
retailer secara
> berbeda dan memberikan
> business approach yang
berbeda juga. so it's more
> than just in-store
> promo, more than
just merchandising. it's your
> BUSINESS APPROACH toward
>
RETAILERS!!!
>
> jadi tidak salah kalau marketing-clubbing malam
ini
> dengan tema TTM
>
> 10 tahun yang lalu, para retailers
mungkin tergolong
> TTM alias Teman Tapi
> Mesra. mereka belum
begitu powerful, jadi masih
> tergantung manufaktur.
> kita bisa
meng-drive mereka seenaknya karena mereka
> butuh manufaktur.
>
Mereka tidak menguasai sales yang sangat besar
> sehingga bargaining
power
> tidak begitu tinggi. jadi ya TTM alias Teman Tapi
> Mesra
dan tidak
> bermusuhan karena sama-sama senan
>
> kalau
sekarang dan 5 tahun ke depan? ya TTM juga
> alias Teman Tapi
>
Menakutkan!!!
>
> gimana tidak menakutkan, memang sih masih
teman
> alias manufaktur masih
> menyuplai produk dan retailer
membantu menjual,
> tetapi ini retailer jaman
> baru. Mereka punya
bargaining power, mereka bisa
> menekan seenaknya. mereka
>
mensyaratkan para manufaktur harus mengikuti
> strategi mereka dan
bukan
> sebaliknya. celakanya lagi pelan2 mereka memperkuat
> brand
equity mereka
> sendiri sehingga bernai mengeluarkan house brand
>
atau private label brand
> atau store brand dengan harga yang jauh lebih
murah
> dan kualitas cukup
> dapat diandalkan!!!
>
>
nah, kalau merek manufaktur tidak bisa menjadi No 1
> atau No 2
alias
> menjadi MEGA BRANDS, lupakan saja masa depan merek
> Anda.
daripada membeli
> merek nomor 3, mendingan beli store brands,
kan?
> paling kualitas sama aja,
> wong merek no 3, sebagus-bagusnya
toh sama aja
> dengan store brands.
> bener-bener TTM deh Teman Tapi
Menyeramkan!!!
>
> so... apapun bisnis Anda, percayalah bahwa
proporsi
> trade marketing
> semakin perlu diperhatikan. karena apa?
ya karena
> consumer marketing dalam
> hal ini consumer promo dengan
berbagai jenisnya
> melalui iklan misalnya
> juga sudah mulai
kehilangan kredibilitas. so tunggu
> apa lagi? masih
> berharap pada
hegemonitas masa lalu dengan market
> share yang diperoleh
> tetapi
dengan gaya bisnis 10 tahun yang lalu? the
> past does not
guarantee
> your future!!!
>
> Meniru kata Darwin, manusia
diperkirakan berasal
> dari monyet
> so... kenapa harus resisten
kalau dikatakan TRADE
> MARKETING adalah evolusi
> dari CONSUMER
MARKETING
> so... CHANGE YOUR MINDSET
> mulai formulasikan TRADE
MARKETING APPROACH Anda
>
> Meniru kata Darwin lagi, bukan THE
BIGGEST yang akan
> survive, tetapi THE
> FITTEST!!!
> so
seberapa besar pun merek Anda, fleksibilitas dan
> siap berubah
adalah
> SEBUAH PILIHAN.
> STAY IN YOUR COMFORT ZONE IS NOT AN
OPTION!!!
>
> bersiap2 lah untuk membuat trade marketing
>
department
> bersiap2 lah untuk mencari trade marketing manager
>
bersiap2 lah untuk MENGENDALIKAN NASIB "MEREK ANDA"
> SENDIRI ATAU
>
HYPERMARKET YANG AKAN MENENTUKAN NASIB MEREK ANDA?
>
> so........
keep on clubbing with marketing-club or
> extinct!!!
>
> Salam
marketing-clubbing
>
>
[EMAIL PROTECTED]
>
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Transmisi ini mungkin berisi informasi yang bersifat pribadi, rahasia dan tertutup untuk
dipublikasikan berdasarkan Hukum dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di
wilayah Republik Indonesia. Jika Anda bukanlah penerima yang dituju, bersama ini Anda
diperingatkan bahwa semua publikasi, penggandaan, pendistribusian, atau penggunaan
informasi yang ada disini (berikut semua informasi yang terkait) adalah SANGAT
TERLARANG. Jika Anda menerima transmisi ini tanpa disengaja, harap segera hubungi
pengirim dan hapus material ini seluruhnya, baik dalam bentuk elektronik maupun
dokumen cetak. Terima kasih."
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***
| Undergraduate business schools | Business school essay | Business school and education |
| Top business schools | Best business schools | Business school minnesota |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mm-ugm" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
