Title: generation C

INI bukan mengada-ada. Bukan pula ingin menyaingi generation X, Y, atau yang lainnya. Menurut situs trendwatching.com, generation C atau generation content memang sedang mewabah di mana-mana. Konsumen tidak lagi ingin sekadar tampil beda, karena beda sudah tidak populer lagi. Konsumen ingin titik ekstrem yang baru. Ekstrem adalah mantra yang tak tersaingi. Lihat saja telepon genggam Anda. Dari merek, model, pembuatnya, sarung, hingga gantungan adalah pilihan Anda yang ekstrem.

Nomor telepon Anda mungkin merupakan sandi sebuah peristiwa paling bersejarah dalam hidup saat ini. Jadi, jangan heran pula kalau Anda bersedia membeli content, seperti ''wallpaper'' dan ''ringtone'' yang pas dengan selera. Bukan tak mungkin Anda juga berlangganan jasa content seperti ramalan bintang atau pesan-pesan motivasi. Kalau dihitung-hitung, content yang ada di telepon genggam bisa jadi lebih dari tiga macam. Tak mengherankan kalau bisnis content untuk telepon genggam terus bertambah dan menjadi lahan bisnis baru yang menggiurkan banyak orang.

Internet juga menjadi tanah persemaian generation content yang subur. Mulai milis di mana tiap individu bisa menyampaikan pendapat-pendapat pribadinya dan berdiskusi dengan banyak orang. Sehingga suara hatinya mendapat penyaluran aspirasi yang unik. Dan kalau tidak suka dengan milis karena terlampau gaduh dan ramai, mungkin Anda bisa menjadi blogger dengan menerbitkan sendiri situs pribadi, dan menyuarakan semua aspirasi sebebas-bebasnya. Aspirasi dan inspirasi Anda bisa saja menjelma menjadi content populer yang diikuti orang lain.

Belum lama ini, toko buku terbesar di Amerika, Borders, meluncurkan situs unik, namanya Xlibris. Dengan modal sekitar Rp 5 juta, situs ini akan menuntun untuk memublikasikan buku Anda. Termasuk pembuatan cover. Lalu secara online orang bisa memesan buku tersebut. Borders akan mencetak buku Anda secara digital dan mengirimnya kepada pemesan. Malah, kalau banyak peminat, Borders tidak akan keberatan menjual buku itu di toko yang paling dekat dengan rumah Anda. Anda tidak lagi harus bergantung pada penerbit.

Melihat fenomena generation content ini, konon Microsoft juga sedang mempersiapkan agar konsumen bisa menambahkan content di dalam permainan Xbox mereka. Misalnya saja, konsumen bisa mengubah lagu yang menjadi latar permainan itu. Konsumen juga boleh menambah content permainan dengan videoklip tertentu atau memasukkan foto-foto kesayangan mereka. Dengan cara seperti ini, diharapkan tingkat kepuasan konsumen bermain akan bertambah berlipat-lipat ganda.

Ketika cerita ini saya sampaikan kepada seorang teman, dia sempat ikut tertawa-tawa. Menurut dia, fenomena ini sudah lama terjadi di industri restoran. Misalnya saja, banyak restoran Italia di dunia yang menyajikan pengalaman bersantap; Anda bisa meramu sendiri pasta yang Anda pilih. Mulai jenis pastanya, isi, bumbu, hingga saus dan tingkat kepedasannya. Tiap pasta akan memiliki content berbeda-beda.

Mendengar fenomena itu, tiba-tiba saya berpikir untuk membuat warung mi yang unik. Yaitu dapurnya banyak sekali. Konsumen yang datang tidak akan mendapatkan mi begitu saja. Ia harus memasak untuk dirinya sendiri. Ia akan mendapatkan kesempatan untuk meracik dan memasak mi dengan selera content yang ia mau. Tiap dapur akan ada supervisor-nya sendiri. Wah, dijamin warung mi ini akan laris luar biasa.

Generation content memang telah menjadi fenomena aktual. Keterlibatan konsumen terhadap produsen makin dalam dan personal. Dulu konsumen diberi pilihan untuk membuat produk menjadi lebih customize dengan seleranya. Kini konsumen masuk lebih dalam, ikut mendesain produk dengan content.

Nike meluncurkan situs nikeid.nike.com, di mana Anda bisa membeli produk sepatu, tas, jam tangan, dengan content yang Anda minati. Generation content memang menjadi titik ekstrem baru. Menempatkan posisi konsumen dalam pengertian paling kontemporer. Dan selangkah lebih dekat pada sebuah visi di masa mendatang, konsumen dan produsen akan melebur menjadi satu entitas baru.

Kafi Kurnia
[EMAIL PROTECTED]
[Intrik, Gatra Nomor 14 Beredar Senin, 13 Februari 2006]



Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke