Saya berani jamin member yang paling newbie sekali pun di milis ini pasti lebih pandai ketimbang YouKnowWho "Sang Pakar IT" untuk mengetahui ada yang lucu dengan pendapat di berita di bawah.... Apalagi kalau member newbie -nya sudah ada sedikit tambahan ilmu untuk coba menebak siapa tau mail server -nya DPR pakai Exchange, mari kita coba-coba akses ke https://mail.dpr.go.id/owa ..... tralaalaa...... URL: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/05/223738/284/1/Roy-Anggota-DPR-harusnya-Buat-Akun-Email-Resmi JAKARTA--MICOM: Anggota DPR Komisi VIII dianggap membohongi publik oleh PPI Asutralia karena memberi alamat email yang salah yaitu [email protected] saat kunjungan kerja di Australia beberapa waktu lalu. Roy Suryo menyarankan anggota DPR untuk membuat email resmi sendiri.
Menurut anggota Komisi I tersebut, alamat email yang diberikan Komisi VIII kepada PPIA memang tidak benar karena email DPR tidak menggunakan yahoo atau gmail tetapi menggunakan domain @dpr.go.id. Dan domain tersebut hanya bisa diakses di DPR karena server-nya berada di DPR. "Domain com itu kan artinya komersial, sedangkan anggota DPR bukan berlaku komersial. DPR harusnya memakai domain @dpr.go.id. Domain dpr.go.id itu server-nya ada di DPR, jadi orang harus dialing ke server DPR. Jadi, ini bukan email yang kemudian bisa diakses masyarakat umum," kata Roy saat dihubungi wartawan di gedung DPR, Kamis (5/5). Roy sendiri menggunakan email pribadi berlangganan resmi dengan alamat [email protected]. Sementara, Sekretariat Jenderal DPR belum menyediakan jasa email berlangganan seperti yang digunakan Roy. Padahal, biaya yang dikeluarkan untuk berlangganan domain email sangat murah bagi anggota DPR. Politisi Demokrat tersebut pun menyarankan agar anggota DPR tidak membuat email dengan domain yang gratisan karena akan lebih mudah kena hack. "Sebenarnya hal itu tidak masalah kalau para anggota DPR mau membuat email yang berlangganan. Beberapa internet service provider (ISP) yang resmi, seperti Centrin, Indonet, Radnet, Idola, dan masih banyak lagi. Di Indonesia ada 200 ISP yang tersedia. Langganan email juga hanya murah, berkisar antara Rp30.000–Rp150.000/bulan," ujarnya. Namun, Roy mendukung kritikan yang dilakukan PPIA kepada anggota Komisi VIII DPR. Menurutnya, sebagai anggota DPR, mereka juga harus melek dengan teknologi. (*/OL-11) Best regards, Rahmat ZIKRI | Independent Consultant & Trainer | http://www.zikri.com MVP Exchange Server // https://mvp.support.microsoft.com/profile/ZIKRI
_______________________________________________ To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] Get Free 5 GB mailbox Check this http://www.mugi.or.id Powered by bisnismedia.com
