Saya setuju dg fakta dunia pendidikan yg di ceritakan tersebut. Cuman
judulnya terlalu menjustifikasi MTS secara garis besar (generalisasi)

Sempat juga saya belajar dari sebuah kawan (adik kelas saya di aktifis open
source) yang merelakan sebagian besar kekayaan keluarganya untuk
pengembangan sekolah bagi masyarakat sekitar Lamongan.

Menciptakan sekolah alam, mewakafkan sebagian tanah dan sawahnya untuk
jalan desa. Bahkan keluarganya rela membagikan hasil buminya bagi yg kurang
mampu, dan makan seadanya, yang penting layak dan bisa kenyang (itu sudah
cukup). Bahkan kini menjadi pioneer bagi perubahan sosial secara nyata
diwilayahnya. Bahkan bisa mengembangkan sebuah pesantren.

Alhamdullillah, dari kerja keras keluarga dan masyarakat. Sekolahnya bisa
gratis, ruangan layak, dan banyak mendapatkan donasi dari berbagai
kalangan. Bahkan murid2nya pun bisa berseragam lengkap dan ada dasi-nya
lho. Sekolahnyapun menarik, karena diatas kolam ikan.

Hal ironis memang sering kita lupakan Empati kita. Ingat mereka bukan butuh
Simpati, tapi langkah konkrit. Tidak butuh pemikiran cerdas, tapi hanya
langkah sederhana namun konkrit.

Hal inilah yang membangkitkan memori saya beberapa waktu silam, saat masih
menjadi aktifis kemanusian. Kalaupun saat ini bisa memberikan sumbangsih,
hanya satu yg saya sesalkan. Tidak bisa bertindak secara konkrit sebesar
saat masa lalu.

Semoga tulisan tersebut bisa membangkitkan rasa kemanusiaan atau kekosongan
batin pembaca yang ingin berbagi. Bukan menjadi tulisan atau cerita yang
dianggap sebagai sifat Riya', tetapi sebagai informasi yang bisa memotivasi
untuk berbagi.



Best Regards

- Ditya

2012/7/17 wakhid nusa <[email protected]>

> selamat sore, saya wakhidnusa dan saya masih mahasiswa.
> kemarin saya menjadi sukarelawan BAKSOS yang diadakan SENAT BSI CIkarang
> tujuannya ke sebuah desa di kabupaten Bekasi dan disana terdapat sekolah
> MTs bernama MTs Tarbiyatussibyan. Lokasinya di Kp.Cibadak Kec.Bojongmangu,
> Bekasi – Jawa Barat.
>
> Kondisi sekolah yang sangat menyedihkan gan. Sekolah sudah punya anak
> didik sampai kelas 6 tapi hanya punya 3 ruang kelas dan itu pun bangunannya
> sudah tidak kokoh lagi.
>
>
> Saya sudah buatkan artikel tentang sekolah tersebut. Mohon di baca artikel
> ini yang berisi percakapan saya dengan guru2 disana dan lihatt juga
> foto2nya. Semoga ada yang berbaik hati untuk bisa membantu sekolah MTs ini.
>
>
> http://students.netindonesia.net/blogs/wakhidnusa/archive/2012/07/16/sekolah-mts-kini-menjadi-sekolah-madrasah-terpalingkan-sekali-dari-pendidikan-indonesia.aspx
>
> Terimakasih.
>
> _______________________________________________
> Mugi mailing list
> [email protected]
> http://lists.mugi.org/mailman/listinfo/mugi
>
>


-- 
*
*Terima Kasih - Matur Nuwun**

- Ditya
  www.dityaman.wordpress.com
  http://mugi.or.id/blogs/ditya_rs/default.aspx
_______________________________________________
Mugi mailing list
[email protected]
http://lists.mugi.org/mailman/listinfo/mugi

Kirim email ke