Salah satu kolega berpendapat (hasil analisa dia) itu ada kesalahan hitungannya. Teknik menghitung software bajakan berdasarkan penjualan komputer yang bundle dengan windows padahal banyak komputer yang beli Windows terpisah. Selain itu ada beberapa komputer/notebook yang OS Windows licensenya adalah volume license baik bawaan dari perusahan maupun personal MSDN dan juga MSDN AA di beberapa kampus. Yang mungkin itu kelewat dari "accounting" MS Indonesia.
Ditambah lagi, mungkin si A install soft bajakan dan terdeteksi kemudian di uninstall dengan soft original. Datanya ter update berkurang gak? Ini yang gak dihitung... disini kesalahan perhitungan secara statistik dan ilmiah!! Didalam ilmu statistik, itu ada statistik parametik dan non-parametik. Bisa penerapannya menggunakan statistik parametik padahal fakta nya non-parametik dan sampling data yang diambil bisa jadi tidak terdistribusi normal;) Saya yakin angka ini berkurang dratis dan menjadikan Indonesia menjadi negara yg dipercaya. Bajakan? tetap ada selama ada kesenjangan material, di negara maju dan kaya ada juga yang pakai bajakan hingga jailbreak;) ak On Thu, Nov 8, 2012 at 10:08 AM, Airlangga Bhumintara Amitaba < [email protected]> wrote: > > http://id.berita.yahoo.com/86-persen-software-microsoft-di-indonesia-bajakan-021213678.html > **** > > ** ** > > Gak berubah banyak dari sejak tahun 2003**** > > _______________________________________________ > Mugi mailing list > [email protected] > http://lists.mugi.org/mailman/listinfo/mugi > >
_______________________________________________ Mugi mailing list [email protected] http://lists.mugi.org/mailman/listinfo/mugi
