Tergantung ukuran perusahaannya... Saya sedikit tanggapi di bawah
On May 18, 2013 10:37 AM, "Irsan S. (gmail)" <[email protected]> wrote: > > mo nambahin aja, > > kalau menurut saya, > sebenernya mau pakai mail server gratisan pun .. tetep aja ada bayarnya... karena pembelian lisensi dan hardware itu, pada akhirnya cuma makan sedikit porsi dari keseluruhan budget. > > contoh .. > > biaya terlihat : lisensi, hardware ( server ) > biaya tidak terlihat : hardware maintenance, upgrade patches, security updates, bandwidth internet untuk diakses dari luar kantor, listrik, AC, UPS, ruangan, kabel jaringan dan pendukungnya, anti spam, orang certified untuk maintain, sparepart, downtime hour, configuration time, kadang kadang ,, high availability, user productivity, security (berkaitan dengan akses email dari mobile device misalnya) dan seterusnya. Hardware maintenance: sudah ada kontrak, dan karena virtual, berbagi di banyak server. Upgrade patches & security updates: covered in support/maintenance contract Bandwidth Internet: sama saja dengan kebutuhan untuk Office365... kecuali Microsoft mau mensubsidi Internet access... Listrik, AC, UPS, ruangan: dengan virtualisasi, sangat minim. Kabel jaringan dan pendukung: one time cost, itu pun sangat minim; 1 roll kabel kualitas bagus (300m) harganya tidak sampai 1 juta. Anti-spam: gratis dengan SpamAssassin Orang certified untuk maintain: support contract + free training dari vendor. Juga, urusan dari Team SysAdmin yang by definition memiliki kualifikasi untuk maintain server. Spare part: Bagian dari support contract hardware. Dan juga berbagi antar banyak server karena virtualisasi. Downtime hour: Minimal karena virtualisasi. Configuration time: one time only. Good planning *always* require extensive setup time. High availability: dibantu dengan virtualisasi. Security: sudah bagian dari good corporate governance. > maka sekarang ini, organisasi yang ingin punya email yang mumpuni, akhirnya, berpikir menggunakan cloud. > > salah satunya : office 365.co.id .... > > dengan biaya start dari 1 cangkir kopi starbuck/orangbulan. Untuk perusahaan besar, harganya dengan cepat melambung... dan tiap tahun harus bayar, dengan jumlah yang sama. Bila perusahaan yang sama sudah punya infrastruktur virtualisasi yang mumpuni, biaya awalnya bisa jadi sama besarnya, tapi biaya tahunan lebih rendah. In the long run: better ROIT > hampir semua hassle yang harus dihadapi IT, hilang, ditambah bonus berikut ini : > 1. user friendly. Relatif. > 2. akses dari device apa pun. Relatif. Dengan device2 yang ada sekarang, rata2 bisa akses via IMAP. > 3. EAS menyediakan keamanan terhadap data, seandainya, devicenya hilang. Masuk akal. > 4. jaminan SLA 99.9%, ditambah moneyback guarantee. Kalau data sangat berharga hilang, bisakah diganti uang? > 5. ngga pusing dengan storage Tapi juga nggak fleksibel. > 6. ngga pusing dengan anti spam dan virus Anti spam dan antivirus sangat mudah di implementasi kan. Cenderung set and forget. > 7. bisa jadi ngga cuma dapet emailnya, tapi sekalian sama lync, untuk conferencing, dan chatting, dan presence indicator. –> ini plus point banget untuk menyediakan juga infrastuktur komunikasi yang aman dan lebih baik untuk corporate, karena, semua chat nya bisa di log. > Masuk akal. Tapi sangat bergantung pada akses Internet. > http://office.microsoft.com/en-001/business/compare-office-365-for-business-plans-FX102918419.aspx > Begitu sudah ngomong fitur tambahan, harganya naik lagi :-) Ada satu kebutuhan yang saya lihat belum dipenuhi: kebutuhan untuk melakukan 'mail archiving' s/d beberapa tahun, tidak peduli apakah user mendelete email dari inbox nya atau tidak. Ini jauh lebih murah dan mudah dipenuhi dengan solusi swadaya menggunakan server sendiri... apalagi kalau inbox nya sudah ribuan. Sekali lagi, ini semua tentunya tergantung dari urusan perusahaan, dan apakah perusahaan tersebut punya Team IT yang mumpuni. Jika kedua faktor terpenuhi (perusahaan cukup besar, dan ada Team IT yang mumpuni), maka solusi online menjadi kurang menarik karena alasan2 berikut: 1. *Sangat* tergantung pada akses Internet yang sinambung 2. OPEX yang tidak mengalami depresiasi; setiap tahun sama saja, bukan makin murah 3. *Sangat* tergantung pada pelayanan pihak ketiga; coba tebak, pelanggan mana yang didahulukan: pelanggan dengan ribuan mailbox, atau pelanggan dengan 'hanya' puluhan mailbox? 4. *Sangat* tergantung pada pihak ketiga untuk keterlangsungan layanan. Bagaimana bila perusahaan penyelenggara memutuskan untuk menghentikan layanannya? Atau mengubah layanan dengan menghilangkan fitur yang sangat dibutuhkan? Atau mengubah fitur yang saya butuhkan tersebut sehingga saya harus membayar lebih banyak? 5. Data tidak berada di lingkungan saya. Point ini sangat penting untuk beberapa jenis perusahaan karena diatur oleh regulasi. Rgds, --
_______________________________________________ Mugi mailing list [email protected] http://lists.mugi.org/mailman/listinfo/mugi
