Hukum Menggunakan Kata "Seandainya.."
 

                var curDiv = document.getElementById('ln0');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

Tentang seorang yang mengatakan: Seandainya dahulu Anda dahulu melakukan 
begini, tentu tidak akan terjadi demikian."


                var curDiv = document.getElementById('ln1');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

Orang lain yang mendengarnya berujar: "Kata-kata semacam itu sudah dilarang 
oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Itu kata-kata yang dapat mengiring 
orang yang mengucapkannya kepada kekufuran."


                var curDiv = document.getElementById('ln2');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

Lalu ada lagi yang bilang: "Tetapi dalam kisah tentang Musa dan Khidir, Nabi 
pernah bersabda: "Semoga Allah memberi rahmat kepada Musa. Kalaulah beliau mau 
bersabar, tentu Allah akan menceritakan kepada kita lanjutan kisah mereka.."


                var curDiv = document.getElementById('ln3');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

Orang yang lain lagi berdalil dengan sabda Rasulullah: "Mukmin yang kuat itu 
lebih baik dari mukmin yang lemah," hingga ucapan: "…karena kata "seandainya" 
itu membuka amalan syetan." Apakah hukum dalam hadits ini menghapus hukum dalam 
kisah Musa di atas atau tidak?


                var curDiv = document.getElementById('ln4');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

Semua yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya itu benar. Kata 'seandainya' itu 
Apabila digunakan sebagai ungkapan kesedihan menyesali yang telah lampau dan 
kecewa terhadap takdir, itulah yang dilarang, sebagaimana dalam firman Allah:


                var curDiv = document.getElementById('ln5');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir 
(orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka 
apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang:"Kalau 
mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh". 
Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah 
menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam di hati mereka.." (Ali Imraan 
: 156)


                var curDiv = document.getElementById('ln6');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

Itulah yang dilarang oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika 
beliau bersabda:


                var curDiv = document.getElementById('ln7');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

"Kalau engkau tertimpa musibah, janganlah engkau mengatakan: "Kalau tadi aku 
lakukan begini, tentu jadinya akan begini dan begini..". Tapi katakanlah: 
"Sudah takdir Allah, Allah melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Karena kata 
"seandainya," itu membuka pintu amalan syetan (yakni akan membuka pintu 
kesedihan dan kekecewaan. Yang demikian itu hanya berbahaya dan tidak 
bermanfaat. Tapi ketahuilah, bahwa apa saja yang menimpamu tidak akan pernah 
meleset. Dan segala yang meleset tidak akan pernah menimpamu. Allah berfirman:


                var curDiv = document.getElementById('ln8');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

"Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali denga izin Allah; 
Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk 
kepada hatinya.." (At-Taghaabun : 11)


                var curDiv = document.getElementById('ln9');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam ayat itu adalah seseorang yang 
tertimpa satu musibah lalu ia menyadari bahwa musibah itu berasal dari Allah, 
sehingga ridha dan berserahdiri.


                var curDiv = document.getElementById('ln10');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

Yang kedua, penggunaan kata "seandainya," untuk menjelaskan satu pengetahuan 
yang bermanfaat. Seperti firman Allah:


                var curDiv = document.getElementById('ln11');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

"Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Allah, tentulah keduanya 
itu sudah rusak binasa.." (Al-Anbiya : 22)


                var curDiv = document.getElementById('ln12');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

Atau untuk menunjukkan kecintaan terhadap perbuatan baik dan keinginan 
melakukannya. Seperti ucapan:"Kalau saja aku memiliki apa yang dimiliki oleh 
Fulan, tentu aku akan melakukan apa yang dia lakukan.." dan sejenisnya. 
Ungkapan semacam itu boleh-boleh saja. Adapun sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa 
sallam: "Kalaulah beliau mau bersabar, tentu Allah akan menceritakan kepada 
kita lanjutan kisah mereka.." Itu termasuk jenis yang kedua. Seperti juga 
firman Allah:


                var curDiv = document.getElementById('ln13');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

"Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak 
(pula kepadamu.." (Al-Qalam : 3)


                var curDiv = document.getElementById('ln14');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam akan senang dapat mencerikan 
kisah kedua Nabi itu. Maka beliau mengutarakan dengan kata-kata itu untuk 
menjelaskan kesenangan beliau bila kesabaran yang seandainya dilakukan Musa 
kala itu. Beliau memberitahukan manfaat yang ada dalam kesabaran itu. Tak ada 
unsur kekecewaan dan kesedihan dalam unggkapan beliau, juga tidak meninggalkan 
kewajiban bersabar terhadap takdir..Wallahu A'lam.


                var curDiv = document.getElementById('ln15');
                curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
                var links = curDiv.getElementsByTagName('a');
                for(var i = links.length; i >= 0; --i) {
                    if(links[i]) links[i].innerHTML = 
links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";
                }
            

 


      

Reply via email to