Apakah kita sering mendapatkan rahasia dari orang lain? Apakah kita merupakan
salah seorang yang enak untuk diajak bercurhat? Bila banyak orang yang
menceritakan masalahnya kepada kita, mungkin ini salah satu hal yang
menyenangkan. Ini menandakan kalau kita disenangi oleh mereka. Apabila banyak
orang yang suka menceritakan masalah pribadinya pada kita, ini menandakan kita
dipercaya oleh mereka.
Namun berhati-hatilah! Berhati-hati apabila orang yang berbicara kepada kita
mengungkapkan sebuah rahasia pribadinya. "Aku begini, begitu. Tolong, jangan
sampaikan kepada siapa pun!" Apabila kalimat ini telah jatuh, satu tanggung
jawab lagi harus kita pikul, yaitu menjaga rahasia orang lain yang telah kita
ketahui. Jangan sampai kita menceritakannya kembali kepada orang lain. Karena
apabila kita menyampaikan rahasia kepada satu orang saja, maka celakalah lidah
kita.
"Aku tahu sesuatu tentang dirinya. Ia pernah mengatakanya padaku. Tapi ini
rahasia, aku akan memberitahukan kepadamu dan jangan sampaikan kepada siapa
pun. Dia itu pernah begini, begitu. Rahasia lho!" Bila hal ini telah kita
lakukan, maka sama saja kita telah menyebarkan rahasia itu kepada semua orang.
Rahasia yang disimpan oleh dua orang, namun ada orang ketiga yang telah
mengetahui, maka rahasia itu bukanlah rahasia lagi.
Sebagai manusia, kita tentu punya komitmen untuk menjaga kepercayaan teman.
Sebagai manusia, kita punya sifat kehati-hatian dalam berucap. Tapi sebagai
manusia, kita kerap dihinggapi salah dan khilaf. Apalagi bagi mereka yang
lidahnya tak pernah berhenti bicara. Sekali kita membocorkan rahasia, selamanya
kita dicap sebagai orang yang tak bisa dipercaya. Walau kita telah meminta
maaf, tapi image itu akan tetap ada.
"Aku telah menancapkan paku pada kayumu. Tapi aku sadar itu salah. Aku minta
maaf, paku itu telah aku cabut dari kayumu."
"Ya, aku telah memaafkanmu. Tapi lihatlah, kayuku tetap berlubang, bekas
tancapan pakumu."
Ketahuilah, orang mungkin telah memaafkan kesalahan yang pernah kita lakukan,
tapi orang tidak pernah lupa terhadap apa yang pernah kita lakukan. Menjaga
rahasia, menjaga nama baik, adalah hal yang besar. Kita akan mudah dan ringan
ketika menceritakan rahasia orang kepada yang lain. Tapi hal ini sulit dan
berat bagi orang yang mengetahui bahwa rahasianya telah bocor.
Lebih baik simpan telinga kita dari rahasia orang lain. Tahanlah orang yang
akan menceritakan rahasianya dengan mengatakan bahwa kita sulit untuk menjaga
rahasia. Jagalah pikiran kita dari prasangka, jagalah telinga kita dari
bisik-bisik tak sehat, jagalah lidah kita dari menggunjing orang lain, dan
jagalah lidah kita apabila telah terlanjur mendengar rahasia orang.
Ketahuilah, kita tidak akan rugi apabila kita tidak mengetahui rahasia
orang-orang di sekeliling kita. Tidak akan rugi apabila kita tidak menceritakan
rahasia kita kepada siapa pun. Dan apabila di suatu saat kita merasa berat akan
masalah kita, ceritakanlah semua pada Yang Maha Mengetahui.
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang
lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain." (QS. 49 :
12).
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.