ini ada artikel menyikapi postingan ttg hadits2 dhaif (lemah) & palsu yang
kemarin...
semoga bermanfaat =)

--
Muhammad Haryo
http://haryodakwah.my.or.id
"Perbedaan bukan rahmat, tetapi persatuan di atas sunnah adalah rahmat"
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Jika email ini masuk folder spam/ bulk/ junk, harap tandai sebagai NOT spam/
bulk/ junk
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~

http://abusalma.wordpress.com/2007/04/18/daya-rusak-sebuah-hadits-palsu/
DAYA RUSAK SEBUAH HADITS PALSU

Berkata sebagian kaum Muslimin :* "Biarkanlah keragaman pendapat yang ada di
tubuh kaum Muslimin tentang agama mereka tumbuh subur dan berkembang,
asalkan setiap perselisihan dibawa ketempat yang sejuk." *Alasan mereka
didasarkan pada sebuah hadits yang selalu mereka ulang-ulang dalam setiap
kesempatan, yaitu hadits: *"Perbedaan pendapat pada umatku adalah
rahmat"*Benarkah ungkapan ini? benarkah Rasulullah mengucapkan hadits
tersebut?

*Apa kata Muhadditsin tentang hadits tersebut??*

Syaikh Al-Albani *rahimahulah* berkata: *"Hadits tersebut tidak ada
asalnya". **[Adh-Dha'ifah :II \ 76-85]*

Imam As-Subki berkata: *"Hadits ini tidak dikenal oleh ahli hadits dan saya
belum mendapatkannya baik dengan sanad shahih, dha'if (lemah), maupun maudhu
(palsu)."*

Syaikh Ali-hasan Al-Halaby Al-Atsari berkata: *"ini adalah hadits bathil dan
kebohongan."** [Ushul Al-Bida']*

Dan dari sisi makna hadits ini disalahkan oleh para ulama.

Al-'Alamah Ibnu Hazm berkata dalam *Al-Ahkam Fii Ushuli Ahkam
(5/64)*setelah menjelaskan bahwa ini bukan hadits:
*"Dan ini adalah perkataan yang paling rusak, sebab jika perselisihan itu
adalah rahmat, maka berarti persatuan adalah adzhab. Ini tidak mungkin
dikatakan oleh seorang muslim, karena tidak akan berkumpul antara persatuan
dan perselisihan, rahmat dan adzhab."*



*Bagaimanakah daya rusak hadits palsu tersebut terhadap Islam ??*

*1. Mengekalkan perpecahan dalam Islam*

Tidak ragu lagi bahwa hadits tersebut adalah tikaman para pembawanya bagi
persatuan Islam yang haqiqi. Ketika para pembawa panji-panji sunnah menyeru
umat kepada persatuan Aqidah dan Manhaj (jalan/metode) yang shahih.
Tiba-tiba muncul orang-orang yang mengaku mengajak kepada persatuan Islam
dengan berkata: "Biarkanlah kaum muslimin dengan keyakinannya masing-masing
, biarkanlah kaum muslimin dengan metodenya masing-masing dalam berjalan
menuju Allah, janganlah memaksakan perselisihan yang ada harus seragam
dengan keyakinan dan pola pikir orang-orang arab padang pasir 15 abad yang
lalu.* Karena Rasulullah shallallahu'alihi wasallam bersabda*: *"
perselisihan pendapat pada umatku adalah rahmat."*

Allahu Akbar…!! Alangkah kejinya ungkapan tersebut dan banyak lagi perkataan
yang semisalnya yang mengakibatkan kaum muslimin abadi di dalam aqidah dan
manhaj yang berbeda. Padahal ayat-ayat dalam Al-Qur'an melarang berselisih
pendapat dalam urusan agama dan menyuruh bersatu. Seperti Firman Allah
dalam:

Ø Surat *Al-Anfal ayat 46* yang artinya; "*Jangan kamu berselisih, karena
kamu akan menjadi lemah dan hilang kewibawaan kamu*."

Ø Surat *Ar-Rum ayat 31-32*: " *Jangan kamu seperti orang-orang yang
musyrik, yaitu mereka mencerai-beraikan agamanya dan bergolong-golongan. Dan
setiap golongan berbangga dengan apa yang ada pada golongan mereka*."

Ø Surat *Hud ayat: 118-119*: " *Mereka terus-menerus berselisih kecuali
orang yang mendapatkan rahmat dari Tuhanmu*."

Dan kita diperintah Allah Subhanahuwata'ala untuk bersatu dalam Aqidah dan
manhaj diatas Aqidah dan Manhajnya Rasulullah dan para sahabatnya.
Sebagaimana Firman Allah Subhhanahu wata'ala dalam surat *Al-An'am ayat: 153
* yang artinya: *"Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang
lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang
lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa." *Dan kita
diperintahkan Allah untuk merujuk bersama kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah
ketika terjadi perselisihan, bukannya membiarkan perselisihan aqidah dan
hal-hal yang pokok dalam agama meradang di tengah ummat dengan dalih
sepotong hadist palsu. Firman-Nya dalan surat *An-Nisa' ayat 59 *yang
artinya: " *Jika kamu berselisih pendapat maka kembalikanlah kepada Allah
(Al-Qur'an) dan Rasul-Nya (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada
Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik
akibatnya*."



*2. Kaum muslimin tidak lagi menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagi
sandaran kebenaran dan hakim *

Syaikh Al-Albani berkata: *"Diantara dampak buruk hadits ini adalah banyak
kaum muslimin yang mengakui terjadinya perselisihan sengit yang terjadi
diantara 4 madzab dan tidak pernah sama sekali berupaya untuk
mengembalikannya kepada Al-Qu'an dan Al-Hadits." **[Adh-Dha'ifah: I/76]*

Allah berfirman menceritakan Nabi-Nya Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam
ketika mengadu kepada-Nya: *"Berkatalah rasul: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya
kaumku menjadikan Al-Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan*." *[QS.
Al-Furqan:30]. *Sungguh hal itu terulang kembali di zaman ini dikarenakan
hadist palsu yang menggerogoti ummat.



*3. Umat islam tidak lagi menjadi umat terbaik yang jaya di atas umat yang
lainnya.*

ini dikarenakan hadits palsu tersebut menjadi dinding bagi seorang muslim
untuk *beramar ma'ruf nahi mungkar*, seorang muslim tidak lagi menegur
saudaranya yang berbuat salah dalam syirik, kekufuran, dan bid'ah serta
maksiat disebabkan meyakini hadits palsu tersebut. Karena mereka menganggap
semua itu sebagai suatu perbedaan yang hakikatnya adalah rahmat, sehingga
tidak perlu untuk ber-nahi mungkar. Akibatnya, predikat ummat terbaik tidak
lagi disandang oleh umat islam, karena telah meninggalkan syaratnya yakni
Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar. Sebagaimana firman Allah dalam surat *Ali-'Imran
ayat:110 *yang artinya:* "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan
beriman kepada Allah.*



*4. Ancaman dan kecaman yang keras dari Nabi, karena berkata dengan
mengatasnamakan Rasulullah secara dusta.*

Rasulullah bersabda : *"Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja,
maka hendaklah ia siapkan tempat duduknya dari api neraka" **[Riwayat
Bukhari-Muslim].* Hendaklah takut orang-orang yang mengada-adakan perkataan
dusta atas nama Rasulullah, demikian pula orang-orang yang menyebarkan dan
mendongengkan kisah-kisah palsu dan lemah yang hanya muncul dari prasangka
belaka yang padahal prasangka itu adalah seburuk-buruk perkataan.



*5. Meninggalkan perintah Allah*

Ini adalah efek lanjutan dari hadist palsu tesebut, karena ketika seseorang
mentolelir perselisihan aqidah, halal dan haram, serta segala sesuatu yang
telah tegas digariskan oleh *dua wahyu*, maka di saat yang sama ia telah
meninggalkan perintah Allah untuk menuntaskan setiap perselisihan kepada
Al-Qur'an, dan As-Sunnah. Sebagaimana Allah berfiman : *"Jika kamu
berselisih pendapat maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan
Rasul-Nya (As-Sunnah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari
akhir, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya"* *
[An-Nisa:59]*



*6. Melemahkan kekuatan kaum Muslimin serta membuka jalan bagi orang-orang
kafir untuk menghancurkan Islam dari dalam *

Syaikh Ali Hasan dalam kitabnya *"ushul bida" *mengisyaratkan dampak buruk
hadist tersebut yang dapat melemahkan kaum muslimin dan menjatuhkan
kewibawaannya, karena jelas-jelas hadist palsu tersebut menebarkan
benih-benih perpecahan di tubuh kaum Muslimin, sedangkan Allah
berfirman :*"Jangan
kamu berselisih, karena kamu akan menjadi lemah dan hilang kewibawaan kamu."
* *[Al-Anfal: 46]*



*. . . . kepada mereka ! ! ! Tukang mengada-ada*

Simaklah firman Allah kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut
:

*"Seandainya dia [Muhammad] mengada-adakan sebagian perkataan atas nama Kami
[Allah], niscaya benar-benar Kami pegang ia pada tangan kanannya. Kemudian
benar-benar Kami potong urat tali jantungnya"**
[QS. Al-Haqqah : 44 - 46]*



*Mereka. . .!!!*

Tukang mengada-ada atas nama Allah dan Rasul-Nya.Para pembuat hadist palsu
yang telah mendahului Allah dalam Syari'at.Para penebar hadist-hadist dusta
yang telah mengotori Sunnah yang suci.



*Tidakkah mereka takut akan ayat di atas ? ?*

Mereka bukan Rasul sebagaimana Allah telah mengangkat Muhammad sebagai
Rasul. Mereka bukan kekasih Allah sebagaimana Ia telah menjadikan Muhammad
sebagai kekasih-Nya. Bukan pula mereka orang-orang yang disucikan oleh Allah
sebagaimana Allah telah mensucikan Muhammad dari dosa.

Sungguh Allah telah mengancam keras Kekasih-Nya dalam ayat tersebut
dengan *berfirman:
"Kami potongan tali urat jantungnya"*

*Lalu apakah MEREKA merasa aman ??? *



Al-Hafidz Abul Khathab bin Dihyah berkata : "Jagalah dirimu wahai
hamba-hamba Allah dari kebohongan orang yang meriwayatkan kepadamu hadist
yang dikemukakan untuk memaparakn kebaikan. Sebab melakukan kebaikan harus
berdasarkan syari'at dari Rasululah Shallallahu'alaihi wa sallam. Jika
ternyata dia bohong maka dia keluar dari yang disyari'atkan dan berkhidmat
kepada Syaithan karena dia menggunakan hadist atas nama Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam yang tidak berdasarkan keterangan dari Allah."
* [Ma jaa fi Syahri Sya'ban, dinukil darinya oleh Abu Syamah dalam "Al-Baits
:127″]*



*Maraji':
Ushul bida' [Syaikh Ali Hasan Ali Abdul hamid]
Sifatush shalaty An-Naby Shallallahu'alaihi wa sallam [Syaikh Muhammad
Nasyaruddin Al-Albani] dan sumber-sumber lainnya; dari Al-Hujjah *Risalah
No: 45 / Thn IV / Muharram / 1423H

Kirim email ke