--- In [email protected], hermansyah dwi wijaya 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> bisa BERI contoh tentang fitnah yang antum maksudkan akh...
> sehingga jelas bagi kami sekalian tentang apa yang antum maksudkan 
memecah belah umat tersebut.
> 
> dan mungkin kalo antum memberi contoh konkrit, kami akan lebih 
mudah memahami maksud antum.
> 
> afwan, semoga membawa manfaat.
> 
> assalamu'alaikum
> 
Assalamualaikum wr.wb.
Mungkin saya tidak bisa memberikan contoh Ormas Islamnya karena akan 
menjadi kontroversi diantara kita. Terdapat beberapa Ormas Islam di 
Indonesia yang terus-menerus menerima hujatan,padahal sebenarnya 
ituh Fitnah oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab. 
Mis. Ormas itu adalah A. dan si pembuat fitnah B. B Mnyebar fitnah 
tentang Ormas A bahwa A ituh mempunyai hadist palsu dengan bukti 
yang dibuat-buat oleh si B.Padahal ketika saya penasaran dan saya 
cek sendiri,itu semua tidak benar,Ormas menunjukan sendiri 
kenyataanya.B juga suka mengkritik dan mentafsir sendri apa yang di 
dakwahkan oleh A,dan menyebarkan hal negatif pada orang2 yang tidak 
mengetahui. Padahal yang di maksud A bukanlah seperti itu. B suka 
mengecap suatu Ormas A itu sesat karena suka mengkafirkan muslim 
lain,atau membolehkan Perzinahan,atau memutar balikan ayat dan 
menyebutkan bahwa Ormas C lah yang berkata seperti itu,padahal Ormas 
C jg dijelek-jeleken oleh si B dengan alsan A yang bilang . Masya 
Allah,ternyata itu semua fitnah,B hanya mau mengadu domba kita dari 
dalam. Saya pernah mengalaminya dan mencari kebenarannya itu 
sendri,ternyata itu semua Fitnah,dan yang amat disayangkan 
lagi,Ketika saya teliti artikel dan bukunya,orang yang membuat 
fitnah itu adalah seorang Ulama.Mka mudah bagi orang lain 
mempercayai fitnah yang di buatnya.

Jadi saya berpesan,jgnlah cepat diserap berita yang ada saat 
ini,baik itu dari ulama sekalipun, kita harus melihat dan 
membuktikannya sendiri. Jangan mudah terpancing emosi,karena itulah 
yang mereka inginkan. Asalkan kita memegang teguh Al-Quran dan Al-
Hadist yang murni,insyaAllah kita jauh dari kesesatan dan kita bisa 
membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Alhamdullilah jkhr. Maafkan bila contoh dari saya ini kurang 
memuaskan,tapi saya mohon ini jadi alat pmersatu kita sebagai 
muslim, bukan sebagai pemecah belah,jadi maafkan apabila ada kata2 
saya yang salah.

Kirim email ke