Note: forwarded message attached.
Mahesa Harya Bima, S. Kom
Plaza DM Lt. 3 Suite 302
Jl. Jenderal Sudirman Kav 25
Jakarta Selatan, 12920
Indonesia
Telp : +6221 52920105
Fax : +6221 52920190
email: [EMAIL PROTECTED]
Cell Phone: +628176041084
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.--- Begin Message ---
Salam...
Dari blog seorang temen, sebagai prolog, ga jauh beda dengan temen yang kutip
blognya. Moga bermanfaat^^
Debat Tim Calon Gubernur Jakarta di SCTV Aug 1, '07
10:13 AM
for everyone
Category: OtherHohohoho....saya bukan warga Jakarta, alias gak
punya hak pilih...dan tidak ada maksud untuk mempengaruhi. Saya hanya senang
aja baca tulisan berikut. Mengalir.
Kalaupun Anda terpengaruh, maka Bang Ikram memang layak disebut influencer :)
Selamat Mengikuti :)
* * * Debat Tim Calon Gubernur Jakarta di SCTV * * *
Tadi malam di SCTV ada debat tim sukses calon gubernur Jakarta. Awalnya saya
kira debat ini akan berjalan membosankan (soalnya pakai ada acara adu yel-yel
segala sih). Tapi ternyata tidak juga. Debatnya bisa dibilang âhidupâ â
dengan alasan yang mohon maaf akan terdengar subjektif.
Dari pihak Adang ada Igo Ilham, sementara dari pihak Foke ada Idrus Marham.
Secara kualitas penampilan, saya kasih skor 1 untuk Igo. Tutur kata dan
intonasi dia teratur dan menarik. Tidak banyak retorika dan sangat mudah
dicerna. Dia sangat tenang, banyak menebar senyum, pokoknya simpatik sekali
lah (ini kali pertama saya melihat Igo Ilham dan saya jujur terkesima hehehe).
Sedangkan Idrus mirip penceramah malam tadi. Dia beberapa kali mengutip ayat
suci Al-Quran dalam argumennya â sesuatu yang bagi saya kurang perlu.
Selain karena dia bisa mencari argumen lain, ayat yang dikutip pun tidak
terlalu âkenaâ dalam debat itu. Jadi tidak bernas. Pada beberapa babak
dia juga nampak gusar dan akibatnya gelagapan.
Kalau PKS (yang bernafaskan Islam) saja sama sekali tidak menyitir ayat suci,
mengapa pula koalisi partai-partai (yang bernafaskan âpluralismeâ) merasa
perlu melakukannya?
Dalam 4 menit waktu yang diberikan pemandu debat, Igo berhasil memaparkan
program Adang. Sedangkan Idrus? Sampai menit ke 3 saya masih belum menangkap
apa poin dia.
Selanjutnya pemandu debat melontarkan pertanyaan tentang banjir, masalah
abadi kaum Jakartanensis. Idrus diberi kesempatan menjawab lebih dulu.
Setelah mengatakan bahwa banjir adalah persoalan kompleks dan karenanya
diperlukan penanganan bersama dalam menanggulanginya, dia menjamin dalam 3-4
tahun tidak akan ada banjir lagi jika Foke menang. Alasannya?
Foke sudah dan lebih tahu pemetaan masalah Jakarta. Dia juga ahli perencanaan
tata kota.
Tentu saja ini poin empuk untuk diserang. Kalau saya jadi Igo pun saya akan
mempertanyakan hal serupa: mengapa tidak dari dulu? Mengapa baru sekarang?
Bagaimana bisa keluar angka 3-4 tahun sedangkan selama ini toh Jakarta selalu
kebanjiran?
Idrus bertahan dengan mengatakan, bagaimanapun Foke sudah lebih paham. Ini
jauh lebih baik ketimbang âorang baruâ yang tentunya memerlukan waktu
untuk belajar lagi â sementara Jakarta tidak bisa menunggu. Tiba-tiba
pengacara Ruhut Sitompul (yang duduk di pihak Foke) berdiri dan menambah
huru-hara.
Ruhut memulai dengan mengatakan âsurga itu di telapak kaki ibu!â, âaku
Poltak si raja minyak dari Medanâ, dan âada iklan di televisi seorang
nenek mengatakan, buat anak kok coba-cobaâ. Nah, kata dia, kalau untuk anak
saja tidak boleh coba-coba, bagaimana Jakarta?
Hahaha. Sebuah argumen yang pantas diikutkan lomba atletik karena mampu
melompat sedemikian jauh.
Terhadap âFoke lebih tahu dan ahliâ, Igo menjawab bahwa persoalan menjadi
gubernur adalah persoalan kepemimpinan, bukan keahlian. Gubernur adalah
seorang generalis, bukan spesialis. Untuk urusan teknis kita bisa
membekerjakan para ahli. Persoalannya sekarang adalah niat. Bertahun-tahun
dana pembangunan Banjir Kanal Timur dikeluarkan tapi kok proyek itu tidak
kunjung selesai.
Oya, perkataan Ruhut yang membawa-bawa Poltak (karakternya dalam sinetron
Gerhana) juga menyebalkan. Entah kenapa saya tidak pernah suka orang yang
menggunakan karakternya dalam sinetron/film untuk tujuan politik. Saya pun
membenci Ruhut dengan kadar yang sama saya membenci Rieke Dyah Pitaloka dan
Rano Karno â yang setelah gagal jadi calon gubernur malah tampil mendukung
Foke sebagai Si Doel.
Saya hendak memotong skor pihak Foke untuk argumen yang dodol ini, tapi
mereka belum punya satupun. Ya sudah, kalau begitu tambahan skor saja untuk
pihak Adang. Jadi 2-0.
Saya juga tadinya hendak memberikan skor kepada pihak yang mengucapkan
âKanal Banjir Timurâ tapi baik Igo maupun Idrus tidak ada yang mengatakan
demikian.
Sekarang pemandu debat berlanjut ke persoalan kemacetan lalu-lintas, yang
juga masalah abadi. Igo mengatakan akan âmeneruskan yang sudah adaâ
seperti proyek busway, monorail, dan lain-lain. Ini langsung langsung
disambar Idrus, yang mengatakan ânah kan, sudah diakui sendiri kan
keberhasilannyaâ. Dia kemudian meminta semua pihak jangan ambivalen. Di satu
sisi mengungkapkan kegagalan, tapi di lain sisi mengakui keberhasilan.
Ini juga mendapat balasan: Sutiyoso sendiri sudah mengakui bahwa busway
adalah proyek dia, bukan Foke.
Dijawab lagi: keberhasilan Sutiyoso kan berkat andil Foke juga.
Dibalas lagi: kalau begitu pihak Idrus pun tak kalah ambivalen. Untuk
keberhasilan, Foke dibilang punya andil. Tapi giliran kegagalan, Foke tak ada
andil?
Hahaha. Seru sekali bukan?
Ketika membahas kemacetan ini, Ruhut kembali berdiri. Dia menyindir adanya
sebuah partai yang melakukan demonstrasi dan akibatnya memacetkan Jakarta.
âApa partainya? Kitalah yang tahu...â katanya sambil tertawa. Ini jelas
menyindir PKS. Apa jawaban Igo Ilham?
âKalau memang tak ada lagi partai yang membela rakyat, PKS lah yang
turun.â
Dahsyat.. Saya suka orang yang blak-blakan. Saya benci tukang sindir. Tambah
skor lagi lah buat Igo. 3-0.
Setelah itu debat dilanjutkan dengan persoalan kriminalitas dan pengangguran.
Sama seperti sebelumnya, ada juga âberbalas pantunâ di sini. Tapi esensi
debatnya sih sama saja. Yang satu melihat pemerintahan sekarang sebagai
berhasil (dan ada andil calon mereka di situ) sedangkan yang satu lagi
melihat pemerintahan sekarang gagal dan karenanya mesti diganti.
Idrus sempat hampir bunuh diri dengan mengatakan pasar tradisional akan
semakin berkembang jika Foke menang. Hahaha. Memangnya siapa yang selama ini
mematikan pasar rakyat dengan membangun pusat perbelanjaan di mana-mana?
Baiklah. Karena sepertinya saya sudah berbicara terlalu panjang, ini
penilaian terakhir. Calonnya Igo sudah mengundurkan diri sejak 8 bulan yang
lalu sementara calonnya Idrus hanya cuti. Tambah lagi deh skor untuk Igo.
Saya benci kutu loncat sih. 4-0. Saya kasih skor juga untuk pemandu debat,
Andy Budiman, yang memberi cukup ruang bagi peserta debat. Tegas tapi tidak
galak.
Akhir kata, Igo Ilham menang telak malam tadi. Saya kira akan sayang sekali
jika kemenangan itu tidak kembali terulang pada 8 Agustus nanti.
* * * WRITTEN BY IKRAM PUTRA * * *July, 26th 2007* * *
LINK:
Here is the SCTV punya berita
LINK: Here is the Bang Ikram punya tulisan
picture taken from www.jakarta.go.id
Tags: from milis, persepsi
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.
--- End Message ---