wa'alaikum salam warohmatullah wabarokatuh...

jazakallah ilmunya akh...

ada sedikit yang kurang jelas akh...

tentang adab mendengar tolong diberi juga hujjahnya akh...
biar kita benar-benar bisa ittiba' assunnah sepenuhnya.
mohon bantuannya.

assalamu'alaikum


----- Original Message ----
From: Rio AP <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, August 23, 2007 12:36:08 AM
Subject: [muslim_binus] Adab Berbicara, Mendengar, dan Berdebat dalam Islam

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ADAB BERBICARA

1. Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam
hadits nabi SAW disebutkan:

"Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah
berkata baik atau lebih baik diam." (HR Bukhari Muslim)

2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:

"Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu jelas sehingga
bias difahami oleh semua yang mendengar." (HR Abu Daud)

3. Seimbang dan menjauhi bertele-tele, berdasarkan sabda nabi SAW:

"Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku
nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak omong dan berlagak dalam
berbicara." Maka dikatakan: Wahai rasuluLLAH kami telah mengetahui
arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun?
Maka jawab nabi SAW: "Orang2 yang sombong." (HR Tirmidzi dan
dihasankannya)

4. Menghindari banyak berbicara, karena kuatir membosankan yang
mendengar, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wa'il:

Adalah Ibnu Mas'ud ra senantiasa mengajari kami setiap hari Kamis,
maka berkata seorang lelaki: Wahai abu AbduRRAHMAN (gelar Ibnu
Mas'ud)! Seandainya anda mau mengajari kami setiap hari? Maka jawab
Ibnu Mas'ud : Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi
keinginanmu, hanya aku kuatir membosankan kalian, karena akupun pernah
meminta yang demikian pada nabi SAW dan beliau menjawab kuatir
membosankan kami (HR Muttafaq `alaih)

5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan, dari Anas ra
bahwa adalah nabi SAW jika berbicara maka beliau SAW mengulanginya 3
kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila
beliau SAW mendatangi rumah seseorang maka beliau SAW pun mengucapkan
salam 3 kali. (HR Bukhari)

6. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabi SAW:

"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai
ALLAH SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian
sehingga dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang tersebut
sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata
yang dimurkai ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH
SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat." (HR Tirmidzi
dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

7. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits nabi SAW:

"Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk
mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat." (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi SAW:

"Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat
sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang
menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di
puncak surga bagi yang baik akhlaqnya." (HR Abu Daud)

8. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadits nabi
SAW:

"Bukanlah seorang mu'min jika suka mencela, mela'nat dan
berkata-kata keji." (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)

9. Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits nabi SAW:

"Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi ALLAH SWT di hari Kiamat
kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa." (HR Bukhari)

10. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan
gelar yang buruk, berdasarkan QS 49/11, juga dalam hadits nabi SAW:

"Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka
ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya." (HR Abu Daud
dan Tirmidzi dan ia menghasankannya)

11. Menghindari dusta, berdasarkan hadits nabi SAW:

"Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia
berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat." (HR Bukhari)

12. Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi SAW:

"Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling
membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah
kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah
satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara."
(HR Muttafaq `alaih)

13. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits nabi SAW
dari AbduRRAHMAN bin abi Bakrah dari bapaknya berkata:

Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka
kata nabi SAW: "Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu
telah mencelakakan saudaramu!" (2 kali), lalu kata beliau SAW: "Jika
ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah:
Cukuplah si fulan, semoga ALLAH mencukupkannya, kami tidak mensucikan
seorangpun disisi ALLAH, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya. "
(HR Muttafaq `alaih dan ini adalah lafzh Muslim)

Dan dari Mujahid dari Abu Ma'mar berkata: Berdiri seseorang memuji
seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan,
maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu
berkata: Nabi SAW memerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah
orang yang gemar memuji. (HR Muslim)

ADAB MENDENGAR

1. Diam dan memperhatikan (QS 50/37)

2. Tidak memotong/memutus pembicaraan

3. Menghadapkan wajah pada pembicara dan tidak memalingkan wajah
darinya sepanjang sesuai dengan syariat (bukan berbicara dengan lawan
jenis)

4. Tidak menyela pembicaraan saudaranya walaupun ia sudah tahu,
sepanjang bukan perkataan dosa.

5. Tidak merasa dalam hatinya bahwa ia lebih tahu dari yang berbicara

ADAB MENOLAK / TIDAK SETUJU

1. Ikhlas dan menghindari sifat senang menjadi pusat perhatian

2. Menjauhi ingin tersohor dan terkenal

3. Penolakan harus tetap menghormati dan lembut serta tidak
meninggikan suara

4. Penolakan harus penuh dengan dalil dan taujih

5. Menghindari terjadinya perdebatan sengit

6. Hendaknya dimulai dengan menyampaikan sisi benarnya lebih dulu
sebelum mengomentari yang salah

7. Penolakan tidak bertentangan dengan syariat

8. Hal yang dibicarakan hendaknya merupakan hal yang penting dan dapat
dilaksanakan dan bukan sesuatu yang belum terjadi

9. Ketika menolak hendaknya dengan memperhatikan tingkat ilmu lawan
bicara, tidak berbicara di luar kemampuan lawan bicara yang
dikuatirkan menjadi fitnah bagi diri dan agamanya

10. Saat menolak hendaknya menjaga hati dalam keadaan bersih, dan
menghindari kebencian serta penyakit hati.

Wamaa taufiiqi illaa biLLAAH, `alaihi tawakkaltu wa ilaihi uniib.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 





       
____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search 
that gives answers, not web links. 
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC

Kirim email ke