AWAS …! JERAT AL-QIYADAH SESAT….!
 Oleh : Abu Salma bin Royid
 Hari Rabu, 12 September 2007 saya berkunjung ke Kendal daerah kelahiran, di 
sana saya menyempatkan berkunjung ke guru ngaji saya dulu, salah seorang yang 
berfaham NII juga faham Isa Bugis. Ingin sekali saya menuliskan hasil dialog 
pada pertemuan itu, Insya Allah banyak hal yang dapat diambil sebagai pelajaran 
oleh kita semua. Namun sampai di rumah (Cilacap) Istri menyodorkan sebuah CD 
yang berisi kajian internal jamaah Al-Qiyadah kiriman dari seorang Ikhwan dari 
Purwokerto[1].
 Sebenarnya saya sudah enggan menanggapi Al-Qiyadah mengingat aliran ini tampak 
sekali kesesatannya yaitu mereka tidak berpedoman kepada hadits-hadits 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang ini merupakan pedoman kedua yang 
telah disepakati oleh umat Islam. Dengan penyimpangan ini saja sudah semestinya 
kaum muslimin siapapun orangnya meninggalkan jauh-jauh ajaran ini, bahkan 
semuanya harus ikut bertanggung jawab mencegah berkembangnya ajaran baru yang 
sesat ini.
 Mengapa ?, karena konsekwensi syahadah kita bahwsannya Muhammad adalah hamba 
dan Rasul Allah adalah menerima semua ajaran yang beliau bawa. Hal ini 
sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Utsaimin bahwa mengenal Rasul 
(ma’rifatul rasul) membawa konsekwensi adanya :
 1.      Sikap menerima terhadap apa yang beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam 
bawa berupa petunjuk dan agama yang benar.
 2.      Membenarkan apa yang beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam benarkan
 3.      Menjalankan apa yang beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam perintahkan
 4.      Menjauhkan diri dari apa yang beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam 
larang dan beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam cerca.
 5.      Berhukum kepada syariat beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam serta 
ridho terhadap hukum beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam. (Syarhu Al-ushulits 
Tsalatsati)
 Penjelasan Syaikh tersebut berdasar dalil dalil qoth’i dari Alqur’an yang 
mulia diantaranya : 
 1.      [4.65] Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman 
hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, 
kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang 
kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.2.      [24.51] 
Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan 
rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” 
“Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang 
beruntung.3.      [4.59] Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan 
taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu 
berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al 
Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan 
hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. 
 4.      [24.63] Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti 
panggilan
 sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah 
mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan 
berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi 
perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
 Penjelasan Syaikh Utsaimin tersebut telah gamblang menjelaskan kewajiban kita 
taat dan mengikuti terhadap apapun yang diajarkan oleh Muhammad Shallallahu 
‘alaihi wasallam baik berupa ucapan, perbuatan maupun persetujuan 
(keputusan-keputusan)nya. 
 Mentaati Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau masih hidup adalah 
dengan cara mendengar dan bertanya tentang suatu hal secara langsung kepada 
beliau dan ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam telah tiada tentunya kita 
dapat mentaati dan berhukum dengan pelajaran-pelajaran beliau Shallallahu 
‘alaihi wasallam yang telah diriwayatkan, dicatat dan dikumpulkan oleh 
sahabat-sahabatnya dan para ulama kaum muslimin.
 Jadi yang dihimpun dan dipelajari oleh ulama-ulama Islam bukan hanya Alqur’an 
tetapi juga ucapan, perbuatan dan persetujuan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi 
wasallam. Yang kedua inilah yang disebut dan dikenal dengan nama hadits. Dan 
yang kedua inilah yang ditolak oleh kelompok sesat Al-Qiyadah Al-Islamiyah. 
Dengan demikian jelaslah bahwa kelompok ini sesat menyimpang dari shirothol 
mustaqim, sudah semestinya kaum muslimin menolak dan menghalangi dakwah mereka.
 Pengertian seperti di atas sudah ma’ruf diketahui dan diyakini oleh seluruh 
kaum muslimin, sehingga semestinya tidak ada kaum muslimin yang terjerat oleh 
dakwah sesat mereka, namun kenyataan di lapangan lain, ada pemuda-pemuda yang 
berubah keimanan sehingga menerima dakwah mereka, ada juga yang menjadi ragu 
bimbang dengan ajaran Islam yang mulia sehingga tertarik dan terus berupaya 
mengikuti pengajian-pengajian yang diadakan oleh mereka, hal demikian tentunya 
akan membahayakan akidah dan agama mereka.
 Oleh karena itulah sambil menunggu asatidzah menulis bantahan yang lebih rinci 
pada kesempatan ini kami akan berupaya sedikit menulis seputar al-qiyadah, 
semoga ada manfaatnya.
 Ketika menulis al-qiyadah ada dua pilihan tujuan yaitu :
 1.      Membentengi kaum mulimin dari dakwah sesat mereka 
 2.      Menyelamatkan mad’u yang sudah terlanjur mengikuti mereka baik yang 
sudah kuat maupun yang masih ada keraguan di dalam hatinya.
 Mengggapai kedua tujuan tersebut di atas tentunya akan lebih berfaedah akan 
tetapi tentu membutuhkan waktu, tenaga, ilmu yang tidak sedikit. Selain itu 
juga membutuhkan data yang akurat seputar faham mereka secara detail dan 
lengkap. Semakin detail dan lengkap data yang ada semakin memudahkan siapa saja 
yang mampu dan mau membantahnya. Oleh karena itu perlu taawun dalam perkara 
ini. Kami berharap siapa saja yang memiliki file audio kajian mereka dapat 
mengirim kepada kami. Mengingat file audio yang masuk ke kami masih sangat 
minim. Hal ini kami butuhkan untuk bahan asatidzah ahlussunnah membantah dengan 
rinci kelompok sesat ini.
 Dengan keterbatasan yang ada maka tujuan kami menulis perkara ini kembali 
adalah untuk membentengi kaum mulimin yang belum masuk kelompok mereka, kami 
berharap kritikan dan saran yang positif untuk menambah faedah dari tulisan ini.
 Namun toh kami tetap berharap tulisan ini minimalnya dapat menggugah kesadaran 
pengikut-pengikut nabi palsu itu untuk kembali kepada Islam yang mulia.
  
 Sebelum masuk kepada logika batil mereka baiknya kita memperhatikan hal-hal 
berikut ini.
  Objek Dakwah Mereka 
 Tampak dari rekaman pengajiannya, mereka membidik kalangan kaum muslimin yang 
tidak menguasai dasar-dasar agama yang kuat seperti pemuda dan mahasiswa yang 
nota bene tidak menekuni ilmu agama dipesantren atau lembaga pendidikan Islam 
yang formal ataupun non formal. Maka dari itu dalam kesempatan ini kami 
menyerukan kepada diri saya sendiri dan seluruh kaum muslimin untuk menyibukkan 
diri dengan ilmu agama yang bermanfaat, sempatkanlah belajar agama dengan 
menghadiri pengajian-pengajian ayng disamapaikan oleh ustadz yang jelas 
pemahamannya dari kalangan asatidzah ahlussunnah waljamaaah yang ada di 
hmasjid-masjid kaum muslimin. Ciri-ciri dai ini adalah berpedoman dengan 
Al-Qur’an dan Sunnah Rasul dengan pemahaman ulama-ulama salaf dari kalangan 
sahabat, tabii, tabiut tabiin dan ulama-ulama kaum mulimin yang telah makruf 
dikenal oleh seluruh kaum muslimin seperti para ahli hadits, Imam yang empat, 
dan para ulama masa kini seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin, Syaikh
 Al-Bani, Syaikh Muqbil dan yang lainnya. Dengan upaya ini kami berharap kaum 
muslimin dapat membentengi diri dari dakwah-dakwah aliran sesat yang menjamur 
di bumi Indonesia.
............
___________________________________________________________________
Lengkapnya klik:
http://abasalma.wordpress.com/2007/09/15/awas-%e2%80%a6-jerat-al-qiyadah-sesat%e2%80%a6/


       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Kirim email ke