Beberapa hari yang telah lalu, tahun
baru islam telah berganti menjadi 1429 H. Semakin menuntut kita sebagai umat
muslim untuk semakin meningkatkan ketaqwaaan kita kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.
Dan dibulan ini ada suatu ibadah sunnah yang jika dilakukan akan menghapuskan
dosa yang lalu. Diriwayatkan dari Abu Qatadah ia berkata, “Suat hari Rasulullah
ditanya tentang fadhillah puasa hari ‘Asyura. Beluai bersabda, “Puasa ‘Asyura
itu menghapus dosa setahun yang lalu”. (HR. Muslim). Adalah Rasulullah telah
memberikan anjuran kepada kita untuk melaksanakan puasa sunnah pada bulan 
Muharram
pada tanggal 9-10 Muharram. Dapat dilihat dari hadits Rasulullah yang
diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata, Hari Asyura adalah hari dimana
orang-orang Arab Quraisy pada masa jahiliah berpuasa, Rasulpun juga berpuasa,
maka ketika beliau hijrah ke Madinah beliau masih berpuasa, ketika turunnya
kewajiban puasa dibulan Ramadhan beliau bersabda : “Siapa yang mau berpuasa
(puasa Asyura) maka berpuasalah, dan siapa yang tidak berpuasa maka tidak
apa-apa”. (HR. Bukhori dan Muslim).


Orang-orang Yahudi juga merayakan hari
‘Asyura itu dengan berpuasa karena pada hari itu Allah telah menyelamatkan Nabi
Musa serta Nabi Isma’il dari musuh-musuh mereka. Diriwayatkan dari ibnu Abbas
ia berkata, “Ketika Nabi hijrah keMadinah, beliau melihat orang-orang Yahudi
berpuasa ‘Asyura, lantas beliau menanyakan kepada mereka, ” Puasa apa ini ?”,
lantas mereka menjawab, hari ini adalah hari kebaikan dimana Nabi Musa dan Bani
Israil telah diselamatkan Allah dari musuh maka Musa pun berpuasa. Rasulpun
bersabda, “Aku lebih berhak berpuasa seperti hanya Musa daripada kalian !”
“Maka Rasulpun berpuasa serta memrintahkan kepada umatnya untuk berpuasa”. (HR.
Bukhori dan Muslim).


Lalu ketika sebagian dari laum muslimin
meminta kepada Rasul untuk mengkhususkan bagi kaum muslimin dari kaum yahudi.
Peristiwa ini dicatat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia
berkata : “ketika Rasulullah berpuasa hari ‘Asyura (10 Muharram) dan
memerintahkan umatnya untuk berpuasa, mereka bertanya, “Wahai Rasul,
sesungguhnya hari ‘Asyura itu adalah hai yang diagungkan oleh orang-orang
Yahudi dan Nasrani ” Rasulullah menjawab ; “Insya Allah ditahun depan kita akan
berpuasa pada hari kesembilan (Tasu’a) Ibnu Abbas berkata, “Belum lagi
datangnya tahun depan Rasul pun wafat”. (HR. Muslim dan Abu Daud).


Dari penjelasan beberapa hadits diatas
dapatlah disimpulkan suatu hukum bahwa berpuasa pada hari kesembilan dan
kesepuluh tiap bulan Muharram adalah sunnah, karena Rasul juga tidak melarang
kaum Muslimin pada waktu itu untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Wallahu
a’lam bisshowaab.


Maka dari itu, patutlah bagi kita
selaku umat muslim yang mencintai sunnah Nabi yang mulia agar tidak
menyia-nyiakan keistimewaan dari puasa sunnah ‘Asyura ini. Mengingat begitu
besarnya keutamaan dan fadhillah dari puasa tersebut. Semoga allah mengampuni
dosa-dosa kita semua yang telah lalu.


 






      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke