FYI aja... silakan diforward penting nih...
duh Jakarta....

اللهم انى اعوذبك من جهدالبلاء ودرك الشقاء وسوءالقضاء وشماتة الاعداء

*Alloohumma innii a'uudzu bika min jahdil balaa-i wa darkisy syaqoo-i wa
suu-il qodhoo-i wa syamaa-tatil a'daa-i.*
"Wahai Allah, aku berlindung denganMu dari cobaan yang memayahkan, dari
kecelakaan, dari buruknya keputusan dan dari gembiranya musuh".

-- 
Haryo Prabowo
http://bledaone.blogspot.com
http://geeks.netindonesia.net/blogs/bledaone

NOTE : If this email detected as spam or bulk, please mark it as NOT. Avoid
wrong detection by adding my email address into your contact list / address
book.

======
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/05/time/161949/idnews/889588/idkanal/10
*
05/02/2008 16:22 WIB
Waspadai Perampokan Bermodus Ban Kempes dan Lempar Telur
Arifin Asydhad - detikcom***

Jakarta - Pemimpin Redaksi (pimred) Koran Tempo Sri Malela Mahargasarie
menjadi korban perampokan bermodus ban kempes. Pelaku menebar paku di jalan.
Begitu pengendara menghentikan mobilnya saat terjadi ban kempes, perampok
mulai beraksi. Ada juga modus perampokan dengan pelemparan telur. Waspada!

Sri Malela menjadi korban perampokan di dekat pintu Tol Ciputat 1, Jakarta
Selatan, Selasa (5/2/2008). Dia dirampok saat meninggalkan mobilnya untuk
mencari tukang tambal ban. Begitu dia kembali ke mobilnya, Malela mendapati
kaca mobilnya pecah dan tasnya raib.

Seorang pembaca detikcom, Bambang, juga pernah mengalami kejadian serupa.
"Saya juga mengalami kejadian serupa. Waktu itu saya baru 1 minggu bergabung
di perusahaan sekuriti di bilangan Fatmawati. Saya mengendarai sedan pribadi
dengan kaca film gelap lewat Radio Dalam. Rupanya perampok sudah mengincar
harta saya," kata Bambang.

Nah, saat di depan ITC Fatmawati, Bambang tidak terlalu memerhatikan saat
banyak orang berteriak dan menunjuk bagian belakang mobil saya. "Saya
berpikir tidak terjadi apa-apa. Ternyata mendekati belokan ke Radio Dalam,
ada orang naik sepeda motor mendekat dan teriak kalo ban belakang saya
kempes. Saya tidak menyadari karena ban tubeless tidak membuat kondisi
pengendaraan mobil berubah karena jalan pelan-pelan," kata dia.

Saat itu, Bambang pun meninggalkan mobil di depan Rumah Mode Adjie
Notonegoro sisi kanan dan berjalan ke arah traffic light dekat perempatan.
Setelah kurang lebih 5 menit, Bambang kembali dan mendekat ke mobil. "Saya
mendapati mobil sedan saya dalam kondisi kaca sebelah kanan pecah, laptop
dan lain-lain lenyap. Saya lapor ke Polres Jaksel," ujar dia.

Selain mengenai modus perampokan dengan gaya ban kempes, masyarakat juga
perlu mewaspadai gaya perampokan dengan lempar telur. Sejumlah orang telah
menjadi korban modus ini. Pelaku perampokan biasanya melempar telur ke arah
kaca mobil. Biasanya, pengendara langsung panik dan menggerakkan whipernya
untuk menghapus noda telur itu.

Namun, penggerakan whiper itu membuat kaca mobil jadi tidak karuan. Nah,
bila terjadi kondisi seperti itu, mau tak mau pengendara langsung
memberhentikan mobilnya, karena tak bisa melihat bagian depan. Ketika mobil
berhenti itulah, perampok mendekat dan memecahkan kaca, serta mengambil
barang-barang yang ada di dalam mobil. Bila Anda dilempar telur, jangan
gerakkan whiper mobil Anda! ( asy / nrl )

Kirim email ke