---------- Forwarded message ----------
From: Mailinglist alsofwa <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/3/26
Subject: [syiar-alsofwah] Jagalah Lisanmu
To: [EMAIL PROTECTED]
Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh
Semoga Netters Syiar al-Sofwa senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala
Jagalah Lisanmu!!!
Senin, 24 Maret 08
Jagalah Lisanmu!!!
Lisan merupakan anugerah sekaligus amanah Allah subhanahu wata'aala; yang
harus kita jaga sebaik mungkin. Amanah dan anugerah yang akan dimintai
pertanggungjawabannya oleh Allah subhanahu wata'aala; kelak di hari Kiamat.
Anugerah yang bukan hanya dapat menyelamatkan pemiliknya, tetapi dapat pula
menjerumuskannya ke dalam jurang kehancuran dan penyesalan yang mendalam,
jika tidak berhati-hati dalam menjaganya.
Tidak seorang pun dapat selamat dari kejahatan lisan, kecuali orang yang
menjaga lisannya dengan ketentuan syari'at Allah subhanahu wata'aala dan
tidak menggunakan lisannya kecuali untuk sesuatu yang bermanfaat di dunia
dan akhirat.
Banyak manusia yang kurang perhatian dan cenderung meremehkan dalam hal
menjaga lisan. Bahkan ironinya, sebagian mereka justru telah terbiasa
menggunakan lisannya untuk mencela dan mencaci maki manusia. Juga
menggunakannya untuk hal yang haram, seperti: Bernyanyi (yang diiringi
dengan musik, red), berdusta, ghibah (menggunjing), atau mengadu domba,
berdebat tanpa hikmah, bersaksi palsu.
Banyak manusia meremehkan bahaya dan musibah yang disebabkan oleh lisan,
tidak waspada dari perangkap-perangkapnya! Banyak tuhan-tuhan yang disembah
selain Allah dengan lisan! Banyak ajaran-ajaran baru di dalam agama ini
(bid'ah) dipromosikan oleh lisan?! Banyak hubungan kekeluargaan dan
kekerabatan putus dan hancur karena lisan?! Banyak hati yang tercerai berai,
pertumpahan darah, dan hilangnya nyawa manusia disebabkan oleh lisan! Banyak
orang-orang terzhalimi yang disebabkan oleh lisan? Berapa banyak
wanita-wanita baik-baik dicerai juga disebabkan oleh lisan? Berapa banyak
harta benda dirampas karena ulah lisan? Dan banyak wanita-wanita shalihah
dituduh berzina lewat lisan? Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un.
Lisan merupakan salah satu faktor yang dapat menyeret pemiliknya ke dalam
neraka. Maka dapat kita pastikan bahwa menjaga lisan merupakan pilar
kebaikan. Sebagaimana hal ini pernah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu
'alahi wasallam kepada Muadz bin Jabal radhiallahu `anhu, setelah beliau
menyebutkan Islam, Shalat, dan Jihad kepadanya, "Maukah kukabari kepadamu
tentang pilar semuanya itu? " Muadz radhiallahu `anhu menjawab, "Iya wahai
Rasulullah!" Maka Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam memegang lisannya
dan bersabda, "Jagalah olehmu ini." Lalu Muadz radhiallhu `anhu pun berkata,
"Benarkah kita akan disiksa dengan apa yang kita bicarakan dengan lisan ini?
Beliau shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Celakalah engkau wahai Muadz
radhiallahu `anhu. "Tidaklah manusia dilemparkan ke dalam neraka melainkan
akibat dari lisan-lisan mereka?" (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan
dishahihkan oleh al-Albani).
Menjaga lisan juga merupakan jalan menggapai kebahagian di dunia dan di
akhirat. Maka dari itu, sudah seharusnya kita mengetahui hal-hal yang dapat
membantu dan memudahkan kita dalam menjaga lisan ini dari segala fitnah dan
malapetakanya. Di antara hal-hal tersebut adalah:
a.. Meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wata'aala dari kejahatan
lisan.
Dari syakal bin Hamid radhiallahu `anhu dia berkata, "Aku pernah mendatangi
Nabi shallallahu 'alahi wasallam, dan berkata," "Wahai Rasulullah!, Ajarilah
aku cara (do'a) berlindung, sehingga aku dapat berlindung kepadanya." Dia
berkata, "Maka beliau shallallahu 'alahi wasallam meraih telapak tanganku,
lalu bersabda, ("Katakanlah, "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu
dari kejahatan telingaku (pendengaranku), dan dari kejahatan mataku
(penglihatanku), dan dari kejahatan lisanku, dan dari kejahatan hatiku, dan
dari kejahatan keinginan-keinginanku." (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh
al-Albani)
b.. Mengingat balasan dan kebaikan-kebaikan di dunia dan di akhirat yang
dijanjikan Allah subhanahu wata'aala bagi orang yang menjaga lisan.
Maka dengan cara ini seseorang akan termotivasi untuk menjaga lisannya dan
bersabar dalam menjaganya. Di antara balasan dan kebaikan menjaga lisan
adalah:
a.. Mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wata'aala sampai hari Kiamat.
Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Sungguh seseorang
berkata dengan satu kata yang diridhai Allah subhanahu wata'aala sementara
dia tidak mengetahui derajat apa yang dicapai dari kata yang ia ucapkan,
maka Allah subhanahu wata'aala memberikan keridhaanNya baginya sampai hari
ia bertemu denganNya." (HR. Malik, Ibnu Majah, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban,
Ahmad, dan Hakim).
b.. Mendapatkan jaminan surga. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam
bersabda, "Barangsiapa yang dapat menjamin untukku apa yang ada di antara
kedua jenggotnya (lisannya) dan apa yang ada di antara kedua kakinya
(kemaluannya), maka aku menjamin surga baginya." (HR. al-Bukhari)
c.. Orang yang menjaga lisannya termasuk di antara orang-orang yang
paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam dan yang paling
dekat majlisnya dengan beliau pada hari Kiamat.
d.. Seutama-utamanya kaum muslimin.
Pernah Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam ditanya, "Siapakah orang
yang paling utama di antara kaum muslimin?", Maka beliau shallallahu 'alahi
wasallam bersabda, "Orang yang saudara-saudaranya kaum muslimin selamat dari
kejahatan lisan dan tangannya." (Muttafaq 'alaih).
e.. Selamat dari adzab Allah subhanahu wata'aala. Rasulullah shallallahu
'alahi wasallam bersabda, "Barangsiapa diam, maka selamatlah ia." (HR.
Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani).
f.. Seutama-utamanya Jihad.
Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Seutama-utamanya jihad
adalah engkau memerangi hawa nafsumu di jalan Allah subhanahu
wata'aala".(HR. Abu Nu'aim, dan dishahihkan oleh al-Albani).
g.. Terjalin hubungan baik dengan manusia.
h.. Menentramkan jiwa dari kesulitan, kegundahan dan berbagai masalah.
i.. Mendapatkan cinta Allah subhanahu wata'aala dan cintanya penduduk
langit dan bumi.
c.. Mengingat akibat-akibat buruk yang akan menimpa yang disebabkan oleh
lisan yang tak dijaga..
Sesungguhnya keburukan atau kejahatan lisan dapat menghapuskan
kebaikan-kebaikan pada hari Kiamat. Dan akan memberatkan timbangan
kejahatan, maka hal ini pula yang dapat memotivasi seseorang untuk menjaga
lisannya dari segala malapetaka, dan menguatkan tekad untuk mengatasinya.
d.. Mendirikan shalat.
Shalat juga merupakan salah satu faktor yang dapat membantu seseorang
menjaga lisannya. Karena shalat, sebagaimana yang disebutkan di dalam
al-Qur'an adalah dapat mencegah perbuatan yang keji dan mungkar,
menghapuskan keburukan dan kesalahan, dan mencegah malapetaka-malapetaka
atau fitnah-fitnah yang disebabkan oleh lisan. Rasulullah shallallahu 'alahi
wasallam bersabda, "Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, sesungguhnya
ia adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan ia dapat
mendekatkan diri kalian kepada Allah subhanahu wata'aala, mencegah dari
perbuatan dosa, menghapuskan kesalahan-kesalahan, dan menolak penyakit masuk
ke dalam tubuh." (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh al-Albani)
e.. Memperbanyak diam.
Diam merupakan perbuatan yang dipuji dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah
shallallahu 'alahi wasallam, sebagaimana sabdanya, "Barangsiapa diam, maka
selamatlah dia." (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh al-Albani). Dan juga sabda
beliau shallallahu 'alahi wasallam lainnya, "Barangsiapa beriman kepada
Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (Muttafaq
'alaih).
Dari Uqbah bin 'Amir zdia berkata, "Ya Rasulullah! Apa itu keselamatan?".
Beliau shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Jagalah lisanmu, dan
biasakanlah untuk berada di rumahmu, dan menangislah atas kesalahan/dosamu."
(HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh al-Albani).
Mu'adz bin Jabal radhiallahu `anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu
'alahi wasallam bersabda, "Sungguh engkau senantiasa dalam keselamatan,
selama engkau diam. Lalu jika engkau berbicara, maka ditulislah (atas
pembicaraan tersebut) pahala atau dosamu." (HR. ath-Thabrani, dan
dishahihkan oleh al-Albani).
f.. Berdoa kepada Allah subhanahu wata'aala.
Sesungguhnya do'a merupakan sarana perlindungan yang paling agung.
Hendaklah seseorang berlindung kepada Allah subhanahu wata'aala; dengan cara
berdo'a kepadaNya sepenuh hati agar Dia subhanahu wata'aala; menjaga
lisannya dari malapetaka yang membinasakannya.
g.. Menyibukkan diri dengan keta'atan.
Mengisi kekosoangan waktu dengan ibadah kepada Allah subhanahu wata'aala,
berdzikir kepadaNya, dan melakukan keta'atan-keta'atan lainnya, sehingga
dapat menutup perangkap-perangkap syetan berupa kemaksiatan dan malapeta
yang diakibatkan oleh lisan. Dan hendaklah seorang muslim membiasakan diri
untuk tidak menghabiskan waktunya dan menyibukkan diri kecuali dengan
ibadah.
h.. Berteman dengan orang-orang yang selalu menjaga lisannya dari perbuatan
maksiat.
Dan tidak duduk atau bergaul dengan orang-orang yang terbiasa menggunakan
lisannya untuk berdusta, bergunjing, mengadu domba, mencela, melaknat dan
mengolok-mengolok orang lain.
i.. Memutuskan semua jalan dan wasilah yang dapat menimbulkan
malapetaka/bencana lisan.
Seperti: Marah, dengki, sombong, lalai, berbangga diri, menganggap diri
paling suci, bergantung kepada selain Allah subhanahu wata'aala, berusaha
mengatasi malapetaka sendiri tanpa meminta pertolongan Allah subhanahu
wata'aala, serta sibuk dengan aib orang lain dan lupa dengan aib sendiri.
Wallahu a'lam.
sumber: Disadur dari "Amsik 'Alaika Lisanaka", al-Qismi al-'Ilmi Bidari
al-Wathani(Oleh: Abu Nabiel Muhammad Ruliyandi).
Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah
kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah
dengan menyampaikan Artikel ini kepada saudara-saudara kita yang belum
mengetahuinya.
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita. Aamiin
Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
---------------------------------------------------------------------
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810
Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326.
e-mail: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
website: www.alsofwah.or.id
Silahkan salurkan dukungan anda ke : No. rek. 304.00090.15 (BMI) an. Yayasan
Al-Sofwa (isi berita : Website)
Artikel yang dimuat di situs ini boleh di copy & diperbanyak dengan syarat
mencantumkan sumber: alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil. "Bersama
Al-Sofwah Menapak Jalan Dakwah Salafusshalih"