Ustadz Muhammad Ilyas, seorang praktisi ruqyah, kemarin ahad 30 Maret 2008, di Masjid Lautze daerah Pasar Baru, telah memberikan kajian yang singkat, padat, dan menarik terkait Fenomena Pemanfaatan Jin.
Sekedar informasi dari Ustadz Ilyas, bahwa dukun, paranormal, atau orang `pinter` di Indonesia ini cukup banyak, terorganisir dan profesional. Bahkan sampai ada asosiasi paranormal, ikatan perdukunan, dan sejenisnya. Bahkan sampai menganggarkan belanja iklan untuk promosi, yang bisa mencapai 20% dari penghasilan mereka. (Fenomena Kapitalisme Metafisik?) Dalam kajian dan tanya-jawab 90 menit tersebut dipaparkan bahwa hal terpenting dalam membahas hal yang Ghoib (Metafisik) termasuk Jin adalah harus berlandaskan sumber terkuat, tershohih, yaitu Al-Quran dan Hadits Rasulullah saw. Selain itu masih bisa dipertanyakan kekuatan dan kebenaran dalilnya, apalagi bila bersumber dari praktisi yang melakukan pemanfaatan Jin. Jin diciptakan dgn tujuan utk beribadah kepada Allah, sama dgn manusia (QS Adz-Dzariyat:56). Dari redaksi ayat tsb juga jelas diketahui bahwa Jin diciptakan terlebih dahulu daripada manusia, dan ini dikuatkan oleh dalil Al-Quran dan Hadits Rasulullah saw yg lain. Jin diciptakan dari Api (QS Ar-Rahman:15, QS Al-Hijr:27). Dari Hadits Rasulullah saw dijelaskan bahwa Jin mempunyai banyak jenis, ada yg memiliki sayap dan terbang di udara, ada yg suka menjelma menjadi ular, dsb (HR Thabrani, al-Hakim, Baihaqi). Jin memiliki tabiat serupa manusia, mempunyai banyak golongan dan kepercayaan serta agama. Ada yg muslim dgn segala variannya, baik yg KTP sampai yg taat; ada yg Kristiani, Yahudi, bahkan Atheis. Ini dipaparkan berdasarkan pengalaman langsung pd saat melakukan ruqyah. Perlu ditegaskan bahwa Jin by default invisible (tdk terlihat) oleh manusia (QS Al-A'raaf:27). Bahkan dikutip dari Tafsir Ruhul Ma'ani karya Al-Alusi, Imam Syafi'i rahimahullah berkata: "Barangsiapa yang mengaku-ngaku bisa melihat mereka (jin) maka syahadatnya tertolak, sebab ia telah mendustakan Al-Quran". Jika ada yg mengaku bisa melihat Jin, maka hanya beberapa kemungkinan di bawah ini yg terjadi: Kesurupan/ditempeli Jin. Ini juga berlaku utk anak-anak kecil yg katanya bisa melihat Jin, ini terjadi biasanya ditempeli Jin, lantaran pernah terlibat/berhubungan dgn tempat atau praktek `Pemanfaatan Jin`. Jin menjelma sebagaimana yg bisa dilihat di alam dunia manusia secara normal. Ini tidak selalu terjadi, tidak semua Jin suka melakukannya karena `melelahkan` dan `beresiko` bagi Jin tsb. Biasanya mewujud dlm bentuk Ular dan Anjing Hitam. Bila menjelma menjadi orang yang telah meninggal, biasanya tidak sempurna penampilannya, sehingga menyeramkan. Mengetahui adanya Jin dari Jin lain. Ini terjadi pada para praktisi pemanfaatan Jin. Ini bagian dari kerja sama mereka. Dengan motivasi umum happy-happy Solution. Manusia mendapatkan keuntungan duniawi terutama uang dan kebanggaan tersohor, Jin mendapatkan kesenangan disembah/ditaati, plus sohib utk di Neraka - mungkin mengikuti istilah "Tidak ada lu kagak rame!". (QS Al-An'am:128) Berbohong, hanya mengaku-ngaku bisa melihat Jin biar dianggap `hebat`. Perlu diingat bahwa segala bentuk kerja sama dan pemanfaatan Jin, termasuk yg mengaku Jin Muslim beresiko terutama untuk keimanan dan kebahagiaan hidup kita di Dunia Akhirat. Karena kita tdk mengetahui hakikat mereka, sulit utk mengecek kebenarannya. Dan ada pengakuan dari Jin sendiri bahwa akan menambah dosa (QS Al-Jin:6) Bila ada nasehat Jin yg jelas-jelas baik dan tdk melanggar Syari'at, kita boleh lakukan atau terima tetapi lantaran mencari Ridho Allah, bukan utk mematuhi Jin. Tapi sedikit sekali yg seperti ini. Karena umumnya missinya adalah demi Jin ditaati manusia. Dan perlu ditegaskan bahwa Jin tidak boleh memasuki tubuh manusia lalu berdiam dan menguasainya, walaupun mengaku Jin Muslim. Jin Muslim yg taat dan sholih selalu beribadah kpd Allah, tdk pernah membantu atau berbuat ygn membuka celah dosa atau mengakibatkan dosa, termasuk tidak pernah mau memasuki dan berdiam dlm tubuh manusia serta menguasainya. Karena manusia telah dimuliakan oleh Allah. Jin memasuki dan berdiam di tubuh manusia berarti telah berlaku Dzholim, menyakiti manusia dan tdk memuliakan manusia. (QS Al-Israa:70) Utk segala jenis pemanfaatan Jin ada ganjarannya (dosa dan hukumannya). Yaitu autodebet sholat ditolak selama 40 hari utk yg datang kpd dukun dan berkonsultasi kepadanya, membenarkannya. Bahkan membenarkannya dianggap kufur thd apa yg diturunkan kpd Nabi Muhammad saw (HR. Muslim dan HR. Abu Dawud). Dan pelaku sihir hukumannya adalah dipenggal lehernya (HR Tirmidzi). Ganjaran terberat mengingat sesat dan menyesatkan, membudayakan praktek kufur. Apalagi dalam praktek sihir dan perdukunan, selalu ada ritual melecehkan Asma Allah, melecehkan Al-Quran, melecehkan aturan Agama Allah, dsb. Seperti membuat rajah, waqaf yg mencampurkan tulisan Al-Quran dgn huruf-huruf tdk beraturan, dibaca dan ditulis tdk sebagaimana seharusnya Al-Quran dibaca, lalu mencampurkannya dgn bacaan utk tunduk kpd Jin, menghina Allah, juga kode-kode pemanggilan Jin (`password dan nick name Jin yg akan diundang). Utk perlindungan dan pengobatan thd segala dampak pemanfaatan Jin adalah kembali ke tuntunan Islam, ruqyah dgn membacakan ayat-ayat Suci Al-Quran dan doa-doa Rasulullah saw yg terekam dalam Haditsnya. Bacalag Ayat-ayat Ruqyah yang umum dibaca, seperti: Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Penghujung Surat Al-Baqoroh, Surat Ash-Shoffat terutama ayat 1-10, Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Juga tidak pernah menuruti permintaan Jin, apa pun, apalagi yg jelas-jelas mengarah ke Tathoyyur (tahayul) juga kekufuran bin kemusyrikan. Serta menghancurkan segala alat-alat pemanfaatan Jin terutama jimat, wafaq, dsb. Benda-benda ini harus dihancurkan karena sebenarnya ini media pintu masuk Jin dan tempat berdiam Jin. Jangan lupa hindari benda-benda lain yang menjadi tempat favorit berdiam Jin, contohnya patung, lukisan benda bernyawa, dsb. Di kajian tsb juga terdapat statement menarik yg akhirnya dibahas. Yaitu bagaimana dgn perkataan adanya Khodimul Ayat Al-Quran dari golongan Jin. Ustadz Ilyas menjawab belum pernah mendapatkan dalil yang menunjukkan keberadaan fakta tsb dari Al-Quran dan Hadits. Padahal segala hal yang Ghoib termasuk kehidupan Jin hanya dapat diketahui dgn baik dan benar dari 2 sumber tersebut saja. Apalagi Al-Quran Kalamullah, agung, suci, sempurna, dan Allah yang menurunkan serta menjaganya (QS Al-Hijr:9). Sudah cukup, tidak perlu Khodim dari golongan Jin. Demikian reportase dari Lautze, pemaparan dari Ustadz Ilyas sekaligus komentar dari ane selaku peserta kajian tsb. Segala masukan sangat ditunggu. Dan kami menunggu rekan-rekan sekalian di sesi kajian yang akan datang. Selalu! Demi mencerdaskan kita, dan memberi manfaat utk pencapaian Kebahagian Hidup Dunia Akhirat. Selalu! Terutama untuk para muallaf dan orang awam seperti kita. Wassalam, Nugon Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal --------------------------------- You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.
