Pangdam Jaya, Mayjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo : "Kalau Mau Jadi Komunis, Pindah Saja ke China"
(Erabaru.or.id) - Satu-satunya pejabat militer yang secara aktif mengingatkan masyarakat akan kebangkitan kembali komunisme, adalah Pangdam Jaya Mayjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo. Sebagai seorang Jenderal, lulusan AKABRI Darat tahun 1974 ini merasa memiliki tanggungjawab kenegaraan dan moral untuk membentengi masyarakat kita dari pengaruh ideologi komunis yang dianggap mulai menguat belakangan ini. Beruntung, wartawan Era Baru, Fadjar Pratikto berhasil mewawancarai mantan anggota Fraksi ABRI DPR ini secara khusus di ruang dinasnya, Makodam Jaya, Jakarta Timur pada Kamis, 13 April lalu. Berikut cuplikannya: <Belum lama ini, Bapak mengatakan bahwa ada indikasi kebangkitan komunis di Indonesia. Bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai masalah ini?> Saya mengatakan beberapa waktu yang lalu tentang kebangkitan komunis, yang dari bahaya laten menjadi bahaya (riil) ya?. Mengapa saya katakan begitu, karena memang ada indikasi-indikasi, bukan sekedar ngomong, ya memang ada indikasi demikian yang pertama kita tahu bahwa Tap MPR No 25 tahun 1966 belum dicabut, masih sah yang intinya melarang organisasi komunis beredar di Indonesia dan semua orang tahu. Yang kedua UU No.27 tahun 1999 sama mempertegas hal itu, atau ajaran-ajaran komunis atau ideologi komunis (dilarang). Keadan ini sebenarnya memunculkan perkara mengapa ,di UU dilarang tapi nyatanya tidak. <Indikasinya apa?> Indikasi yang pernah saya dengar, pada masa kampanye Parpol peserta Pemilu tahun 2004 lalu, ada kejadian bahwa, massa kampanye dari PDIP dan Golkar dilempari oleh sekelompok orang di depan Fakultas Kedokteran UI di Salemba. Setelah dikejar mereka masuk ke dalam komplek fakultas itu, yang mengejar berhenti karena tidak berani masuk (karena tidak) memakai jaket kuning, kemudian disitu mengelar spanduk, poster yang isinya: hidupkan kembali organisasi komunis, cabut Tap MPR No. 25 Tahun 1966, kemudian bubarkan koter (komando teritorial). Selain itu, sekitar 2004 juga, bulan Oktober, ada rapat anak-anak PKI se-Indonesia di Pemalang (Jateng), dalam rapat itu tercetus ucapan bahwa mereka sekarang yang di legislatif ada sekitar 86 orang. Kemudian anak-anak orang eks PKI juga berada di parlemen saat ini. Ada yang namanya Dokter (Ciptaning Proletariat). Kemudian juga Ilham Aidit, Ahmad Zahedi terus, Murad Aidit adiknya (DN Aidit) mengatakan kita sekarang jangan menghadapi TNI, Polri aparat hukum dan mahasiswa secara frontal, kita sekarang menyusup ke dalam sel-sel ke instansi-instansi yang ada di pemerintahan, dan parpol seperti sel-sel kanker merebak kemana-mana. Dari pedagang kaki lima Pasar Jatinenegara dan Pasar Blok-M, berhasil disita kaos-kaos yang berlogo PKI, lambang palu arit. Terakhir baru dua bulan ditemukan juga celana pendek olah raga sebuah SMU di Menteng yang terdapat logo palu arit tapi kecil-kecil segede stempel, berjumlah sekitar 30 lembar. <Dari analisa TNI, seberapa besar sebenarnya kekuatan kelompok komunis ini?> Untuk komunis indzi dia mengunakan organisasi sesuai dengan kritik otokritik setelah G30/S. Yaitu organisasi tanpa bentuk, organisasi tanpa bentuk kita hanya bisa mengumpamakan bahwa PKI ini komunis ini adalah seperti gunung es yang muncul, saya pukul tek gletek dan muncul lagi seperti itu, atasnya kecil bawahnya besar tidak bisa dihitung karena apa? Namanya organisasi tanpa bentuk menyusup seperti kanker, kanker kemana-mana gak bisa dihitung, kalau orang ya kelihatan bisa dihitung satu-satu. <Secara kuantitatif, kekuatan mereka dengan demikian tidak bisa diketahui?> Tidak bisa terdeteksi hanya tokoh-tokohnya itu lho kira-kira orangnya ada di komisi IX DPR, dijelaskan anak-anak PKI, sering ngumpul mungkin tanggal-tanggal (tertentu) sering ngumpul di wisma Lotus, semua orang tahu juga itu, biasanya mereka (bersama) dua anak Aidit itu, dan lain membicarakan masalah, meeting begitulah kira-kira, <Dengan munculnya banyak demo tentang masalah perburuhan belakangan ini, apakah ada kekuatiaran itu akan dimanfatkan oleh kelompok komunis> Beberapa saat waktu yang lalu kita tahu, buruh Maspion turun (demo) di Surabaya dengan 15 ribu orang atau lebih. Saya ngomong itu nanti akan ditiru oleh yang di Jakarta, itu pasti, hati-hati selama ini Jakarta demonstrasi 2000, 3000, 5000 orang-- gak mencapai puluhan ribu lebih. Sekarang 20000, 23.000, 25000, nyontoh dari sana, maka saya bilang dicontoh disini, saya beritakan kepada aparat teritorial kamu hati-hati itu nanti akan dicontoh oleh rakyat kita yang ada di Jakarta betul, Tangerang kirim. Terus saya bilang nanti kalau buruh sudah selesai pasti muncul petani, kemudian muncul isu petani dan lain sebagainyan kelihatanya itu pasti akan muncul demonstrasi buruh sama petani, disitu sudah kelihatan radikal kiri. Jadi kita antisipasi seperti ini, karena terlepas dari Undang-Undang yang ada, walaupun dilarang tapi tidak bisa bergerak seperti kita sekarang ini. Kita melakukan apa, kita perintahkan Babinsa-babinsa kita di depan sana untuk mengajak rakyat selalu waspada. Mewaspadai glagat-glagat dari radikal kiri ini. Kalau dibiarkan nanti dia mempunyai target tahun 2009 menang Pemilu, itu dikatakan oleh sejarawan kita Anhar Gonggong di depan Rapim TNI AD Seskoad tahun 2003. Ngomongnya begini, para Panglima sekalian tahu tahun 2009 nanti komunis akan menang dalam pemilu, kecuali TNI Polri bertindak, kita terhenyak. Artinya apa? Terus saya ngak mau diem ngomomg sanangomong sini orang bagi-bagilah begitu, saya sendiri dimusuhi oleh PKI, rakyat pun dimusuhi oleh PKI . Komponen 66 kita undang diskusi disini sama, termasuk tokoh kita Pak Taufik Ismail, itu bagus yang betul-betul yang sering memberi tahu kepada saya, pak awas PKI pak awas . <Disatu sisi kita harus selalu mengingatkan pada masyarakat akan bahaya komunisme, namun di sisi lain paham kebebasan yang saat ini berkembang memberi toleransi terhadap setiap bentuk perbedaan.> Kebebasan bukan berarti seperti itu, kebebasan terus bebas memilih dengan idiologi masing-masing, rusak negaranya nanti, kan Pancasila belum berubah gak bisa terus seenaknya. Ideologi kita ya Pancasila, gak ada lagi yang lain. Kalau idiologi boleh bebas karena demokrasi, wah itu rusak negara. Gak bisa, mesti tetap idiologi kita, idiologi Pancasila, gak boleh dirubah. Apapun yang terjadi TNI, dan Polri akan mempertahankan diri. Hari ini yang dinilai kwalitas sesuai UU 45, kita sudah beberapa kali perang mengalahkan komunis. Sifat-sifat komunis kita tahulah . Kita tidak bisa memahami paham komunis karena negara kita berdasarkan Pancasila, tidak ada demokrasi terus bebas menganut, bebas berpendapat boleh saja, cuma semua itu ada aturannya. <Selama ini masyarakat kita sepertinya menyambut dingin terhadap isu kebangkitan komunis, bagaimana mensiasati masalah ini?> Betul, untuk masalah itu kita sudah tahu, masyarakat ini memang sebenarnya apa ya? Gak pedulilah .pokoknya duit, demonstrasi duit kok semua saya tahu. Demo ke istana atau apa ambil fotonya serahkan ke NGO dapet duit jadi semua duit. Saya selalu mengingatkan kepada para bawahan: Danrem, Dandim, Komando Teritorial, Kodim dan Korem ingatkan masyarakat. Saya berharap semua Kodam begitu gak hanya Kodam Jaya saja. Semua kita harapkan bahwa Pancasila itu mbok ya dijaga? Mengapa Pancasila sekarang hilang dari peredaran, kita harus tanya itu? Seperti, mengapa sejarah PKI hilang di buku pelajaran sekolah? Akhirnya saya di depan DPR ngomong, kita harus berbuat lain. Sambil yang di masyarakat kita himbau begitu, jadi serentak jangan sendiri-sendiri. <Langkah-langkah apa yang akan ditempuh oleh TNI supaya semangat untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya laten komunisme ini selalu terjaga?> Yang pertama intern, anggota TNI sendiri, saya ingatkan masalah komunis adalah masalah kebangsaan, dan yang kedua lingkungan kita kecil-kecilan keluarga besar TNI, keluarga istri. Anak-anak sekolah lingkungan kita itu gampang dan mudah, sekolahan disana kita bimbing diberi pelajaran masalah komunisme, kejahatan komunis, itu saran dari DPR. Secara rutin para Dandim keliling pada masyarakat, itu yang kita harapkan mangadakan seminar-seminar dengan kelompok-kelompok yang sepaham dengan kita. Yang tidak sepaham dengan kemunis itu saja yang kira-kira kita ambil. <Kalau melihat konstelasi politik internasional, komunisme sebagai idelogi tampaknya sudah surut hanya tersisa di beberapa negara. Apakah anda melihat kesuksesan ekonomi komunis China, menjadi suatu pengharapan bagi negara dan penganut komunis di seluruh dunia?> Ya sekali lagi bahwa kita ini tetap berdasarkan Pancasila, dan memang iklim kita iklim Pancasila bukan iklim komunis, gak bisa dibikin iklim komunis seperti itu, ngak bisa, orang gak boleh beragama, kita beragama, memangnya komunis beragama, kan tidak ,tapi teorinya kan? Saya pikir komunis tidak boleh hidup di Indonesia, iklim yang tidak cocok. Kalau orang yang ingin menjadi komunis pindah saja ke China atau ke Rusia , kalau di China diusir lagi pindah lagi ke tempat lain kalau mau. Jangan di Indonesia gitu lho, kita ini sudah dua kali terjadi pengkhianatan. http://erabaru.or.id/k_01_art_298.htm ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
