Wa 'alaikum salam,

Izin kan merespon secara ringkas, mengingat keterbatasan waktu.

Ane bisa kasih komentar bahwa mengutip perkataan Habib Riziq, ini semua
terjadi karena kurang pembinaan. Kurangnya pembinaan tarbiyah dan
tashfiyah, mendidik dan mengajarkan ummat akan aqidah, akhlak, juga
pemahaman hukum syari'ah, menyebabkan hal ini terjadi. Ini juga penyebab
maraknya aliran sesat di Indonesia.

Tidak semua berita yg dikabarkan non-muslim itu benar, tapi memang ada
kejadian seperti itu. Dan ane mendengar atau bahkan menyaksikan
langsung, atau juga menjadi `target` yg salah dlm 1-2 kasus.

Ini terjadi lantaran latar belakang ane  sbg muslim tionghua (muallaf)
yg masih hidup dgn keluarga yg mayoritas non-muslim, sehingga
memungkinkan turut serta menjadi `saksi` dlm kejadian tsb.

Pembinaan Tarbiyah dan Tashfiyah kurang menggigit karena kurangnya figur
teladan yg istiqomah dan ikhlash.

Banyak jejak figur teladan yg lenyap oleh media massa atau dipanggil
berpulang ke hadirat Ilahi, meninggalkan dunia yg fana ini. Sebut saja
Buya Hamka, KH. Abdullah Syafi'i, Mu'allim KH. M Syafi'i Hadzami, M.
Natsir, KH Rahmat Abdullah, dsb. Bahkan bisa jadi lantaran terasingnya
figur tsb, salah satu nama yg ane tulis ada yg kita tdk akrab atau
bahkan tdk tahu.

Yg akrab di telinga kita sering kali para tokoh politikus, selebriti,
dan Khutoba (Tukang Ceramah) ketimbang 'Alim Ulama, da'i yg ikhlash dan
istiqomah serta berahklak luhur. Apalagi semakin panas, nyeleneh, akan
makin  terekspose.

Pdhal figur yg lurus tsb yg harusnya banyak diekspose, dan figur yg
lurus tsb lah yg amat kita butuhkan utk membina ummat dan berdakwah dgn
bijak ke non-muslim.

Sebagai contoh, kami dari etnis Tionghua pd zaman dahulu akrab dgn Buya
Hamka. Menghormati beliau walau banyak yg belum muslim. Bahkan tdk
sedikit yg kembali kpd Islam, menjadi muallaf dan muslim lantaran
kharisma akhlak dan bobot dari ajaran serta dakwah Buya Hamka. Dakwah yg
bijak, tapi tetap tegas dlm akidah, ini kombinasi yg menjadikannya
menarik dan punya tempat di hati banyak orang, walau pun ia non-muslim.

Tapi sayangnya, banyak juga tukang ceramah yg lebih suka berceramah
topik panas yg bermuatan SARA yg justru membakar massa yg kurang
terbina, sehingga kadang kala terprovokasi utk melakukan tindakan
anarkis.

Statement tukang ceramah tsb jelas tdk menarik simpati dari non-muslim,
apalagi bila ditambah dgn tindakan anarkis dari massa yg mayoritas
muslim namun kurang terbina.

Contoh lagi, Habib Riziq pernah bercerita, bahwa dulu pd saat ada kasus
Bom Istiqlal, ada anak-anak muda yg terlalu bersemangat, meminta izin
Habib Riziq utk membalas dgn membom Katedral, karena mereka merasa yakin
bahwa pelakunya adalah non-muslim, terutama Kristiani.

Namun Habib Riziq menyatakan bahwa belum tentu pelakunya non-muslim, dan
kalau menghukumi sesuatu harus jelas buktinya, dan harus adil/setimpal
balasannya.

Pd saat yg bersamaan, tatkala suasana memanas, umat Kristiani meminta
bantuan Habib Riziq utk melindungi Katedral. maka Habib Riziq mengirim
pemuda-pemuda yg sedang `panas` ini utk melindungi Katedral. Mengingat
wibawa seorang Haba-ib, mereka menurut walau terpaksa.

Dan kenyataan membuktikan, justru sempalan dari muslim lah, golongan yg
beridiologi dgn NII/Khawarij lah yg membom Istiqlal.

Demkian sharing dari Habib Riziq, juga pengamatan dan pengalaman pribadi
ane.

Kendati ada satu-dua hal yg ane kurang sreg dgn Habib, namun jelas
cerita beliau ini memberi banyak masukan positif thd kita, inilah PR
besar kita, membina diri kita dan sekitar kita - umat Islam, dgn
tarbiyah dan tashfiyah, serta mengamalkannya secara ikhlash dan
istiqomah, sehingga akan tampak buahnya dlm wujud Ihsan - Akhlakul
Karimah.

Mungkin itu aja respon singkat dari ane.

Wassalam,



Nugon


--- In [email protected], "Bl4cK BoN3" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Assalamu'alaikum...
> Saudara" ku yang dirahmati Allah SWT. Saya mau bertanya..
> Apakah di dalam Islam di ajarkan untuk melakukan kekerasan terhadap
umat non
> muslim? seperti pembakaran gereja, dll yang sering kali saya dengar
berita
> umat non muslim.
> Padahal jika kita melihat kisah hidup Nabi kita Muhammad SAW yang
sangat
> mulia akhlak nya, tidak mungkin beliau melakukan hal" seperti itu...
>
> Sekian dulu pertanyaan dari saya, jika ada kata" yang salah saya mohon
maaf.
> Karena kesalahan itu datanya dari syetan dan keburukan diri saya
sendiri dan
> kebenaran itu datangnya dari Allah SWT.
> Wassalamu'alaikum...
>

Kirim email ke