Kutub Utara Tanpa Es Mulai Tahun Ini 

 
Ralph Lee Hopkins/National Geographic/Getty Images
Kapal pemecah es tengah mengarungi lautan beku Arktik di dekat Pulau 
Spitsbergen, Norwegia.
/


 
Senin, 23 Juni 2008 | 09:55 WIB
 JAKARTA, MINGGU - Kenaikan suhu di kawasan Arktik, kutub utara, menyebabkan 
pencairan es yang semakin cepat dan meluas. Untuk pertama kalinya dalam 
sejarah, wilayah kutub utara mungkin tanpa es pada musim panas tahun ini.   

"Kami memprediksi tahun ini kawasan kutub utara mungkin bebas dari es untuk 
pertama kalinya," ujar David Barber, peneliti dari Universitas Manitoba, yang 
tengah melakukan ekspedisi dengan kapal pemecah es Kanada, CCGS Amundsen.  

Pendapat Barber didukung pengamatan langsung dan citra satelit. Data 
menunjukkan, sebagian besar es di sana merupakan lapisan muda yang berusia 
kurang dari setahun. Lapisan tersebut terbentuk sepanjang musim dingin.

Es muda sangat rapuh dan berisiko mencair pada musim panas lebih tinggi dari es 
abadi yang terbentuk sejak bertahun-tahun. Kenaikan suhu juga berisiko 
mencairkan lapisan es yang lebih tebal meskipun ada peluang bertahan pada musim 
panas tahun ini. 

Perkiraan ini lebih cepat daripada prediksi selama ini. Pada model iklim 
sebelumnya, kawasan es Arktik diprediksi baru bebas es untuk pertama kalinya 
pada tahun 2013-2030. Hal tersebut menunjukkan ancaman pemanasan global datang 
lebih cepat. "Kita kehilangan 65 persen lapisan es di belahan utara dalam 
setahun," ujar Barber. Rekor pencairan yang dirasakan tahun lalu, menurut para 
ilmuwan, disebabkan kombinasi arus hangat, angin kering, dan sinar matahari 
yang terik. Kombinasi yang merusak itu belum tentu terjadi tahun ini, namun 
dampaknya sudah mulai terlihat.

Kawasan yang mencair sebenarnya segera tertutup kembali lapisan es karena musim 
dingin yang juga ekstrem. Namun, lapisan es yang terbentuk terlalu tipis 
sehingga rentan pecah dan mencair

sumber : 
http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/23/09550332/kutub.utara.tanpa.es.mulai.tahun.ini.

nb : semalem ada yg nonton metro tv ga? ttg global warming, gmn pendapatnya?


      

Kirim email ke