--- On Tue, 7/1/08, Muchammad Elri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Muchammad Elri <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [fsldk] Peran Bank Dunia dalam kenaikan harga BBM di Indonesia
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, July 1, 2008, 9:45 PM

Peran Bank Dunia dalam kenaikan harga BBM di IndonesiaOleh Firdaus 
CahyadiKekecewaan sebagian masyarakat Indonesia terkait dengan kenaikan harga 
BBM pada akhir Mei lalu belum sepenuhnya mereda. Namun, hal itu tak menyurutkan 
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mengusulkan kembali 
kenaikan harga BBM hingga sesuai dengan harga pasar.Dalam running text yang 
ditayangkan sebuah televisi swasta nasional belum lama ini disebutkan bahwa 
Bappenas mengusulkan agar pada 2009 pemerintah dapat menaikan harga BBM secara 
bertahap dalam setiap bulannya hingga sesuai dengan harga BBM di pasar 
dunia.Apabila dikaji lebih jauh usulan Bappenas itu sejatinya tidak terkait 
langsung dengan upaya penghematan energi fosil, tetapi terkait erat dengan 
upaya mengejar target pemenuhan kominten kebijakan yang harus dibuat pemerintah 
setelah menerima pinjaman dari Bank Dunia.Pada 2003 pemerintah menerima 
pinjaman Bank Dunia untuk membiayai proyek Java Bali Power
 Sector Restructuring and Strengthening. Menurut dokumen Bank Dunia, proyek 
tersebut bertujuan mendukung pemerintah Indonesia dalam usahanya menghilangkan 
subsidi BBM secara bertahap (KAU, 2008).Campur tangan Bank Dunia tersebut 
semakin tampak dari pernyataan Joachim von Amsberg, Kepala Perwakilan Bank 
Dunia untuk Indonesia pada dua hari setelah kenaikan harga BBM. Menurut dia, 
kenaikan harga BBM sebesar 28,7% cukup kompatibel dengan anggaran 
pemerintah.Perparah kemiskinanPadahal upaya penyesuaian harga BBM dengan harga 
pasar dunia dipastikan semakin memukul kehidupan rakyat. Betapa tidak? Pada 
saat pendapatan sebagian masyarakat kita masih tergolong rendah tetapi harus 
dipaksa membeli harga BBM sesuai dengan harga pasar. Untuk mengikuti kemauan 
Bank Dunia itulah, selama berkuasa pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf 
Kalla sudah tiga kali menaikkan harga BBM.Akibatnya, angka kemiskinan di negeri 
ini pun bertambah. Sebuah penelitian Lembaga Ilmu
 Pengetahuan Indonesia (LIPI) secara jelas menyatakan bahwa jumlah penduduk 
miskin pada 2008 ini akan bertambah 4,5 juta orang akibat kenaikan harga BBM. 
Total orang miskin diperkirakan akan mencapai 41,7 juta jiwa atau 21,92% dari 
total penduduk, jauh lebih tinggi daripada perkiraan pemerintah sebesar 
14,8%-15%.Hal itu diperkuat dengan kenyataan empiris di lapangan, tidak lama 
berselang setelah kenaikan BBM harga sayuran di pasar-pasar tradisional di 
Jakarta pun mulai naik. Tomat, yang sebelumnya dijual Rp4.000 per kilogram 
menjadi Rp5.000 per kilogram, sedangkan cabai merah yang semula Rp15.000 per 
kilogram menjadi Rp18.000 per kilogram mulai merangkak naik.Bukan hanya di 
Jakarta, melainkan juga di Semarang sebagian nelayan Kampung Tambaklorok, Kota 
Semarang, Jawa Tengah, mulai berhenti mencari ikan sejak beberapa hari lalu 
setelah pemerintah menaikkan harga BBM. Mereka tidak mampu menutup biaya 
operasional melaut yang naik hingga 50%.Untuk meredam
 keresahan masyarakat akibat semakin lemahnya daya beli mereka terhadap 
kebutuhan sehari-hari tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan langsung tunai 
(BLT) sebesar Rp100.000 per bulannya. Uang sebesar itu pun dipastikan tidak 
akan memadai di tengah naiknya kebutuhan harga barang-barang akibat kenaikan 
harga BBM.Terlepas dari mencukupi atau tidaknya BLT yang disalurkan pemerintah, 
jika dicermati secara lebih jauh program BLT sejatinya juga mengadopsi 
paradigma sistem ekonomi-politik neoliberal yang gencar dipromosikan oleh Bank 
Dunia, ADB, dan IMF di negeri ini.Para penganjur sistem neoliberal sadar bahwa 
penerapan sistem ini akan memukul kelompok miskin. Namun, mereka yakin bahwa 
dampak buruk penerapan sistem ini akan bersifat sementara. Lama kelamaan 
masyarakat miskin akan mampu beradaptasi dengan sistem ini. Untuk mengatasai 
dampak buruk yang menurut mereka bersifat sementara itu, negara harus 
memberikan bantuan bagi kelompok miskin agar dalam waktu
 singkat dapat beradaptasi dengan sistem neoliberal tersebut (Reclaiming 
Development: An Alternative Economic Policy Manual, 2004).Sistem neoliberal 
sendiri diciptakan untuk melucuti peran negara dalam mengatur ekonomi. Menurut 
sistem ini, pengaturan ekonomi seharusnya diserahkan kepada korporasi melalui 
mekanisme pasar. Sektor energi adalah salah satu pintu masuk bagi upaya 
meliberalkan sistem ekonomi dan politik di Tanah Air.Jika sektor ini sudah 
diserahkan secara bulat-bulat kepada mekanisme pasar maka sektor lainnya, 
seperti pangan dan pendidikan akan lebih mudah untuk diserahkan pada mekanisme 
serupa.Untuk itulah, pemerintah harus lebih berhati-hati terhadap usulan Bank 
Dunia melalui Bappenas yang menginginkan harga energi disesuaikan dengan harga 
pasar. Dampak sosial di masyarakat harus diperhitungkan oleh pemerintah sebelum 
menerima secara bulat-bulat usulan tersebut.Memang tidak dapat dipungkiri pula 
bahwa konsumsi BBM di negeri ini sangat tinggi
 sehingga mengharuskan pemerintah untuk merogoh koceknya guna membiayai impor 
BBM. Namun, kondisi itu tidak bisa membenarkan munculnya kebijakan menaikkan 
harga BBM hingga sesuai dengan harga pasar.Pemerintah masih mampu mengupayakan 
kebijakan untuk mengerem laju konsumsi BBM di dalam negeri, misalnya pembatasan 
penggunaan kendaraan bermotor pribadi yang diimbangi dengan pembangunan 
infrastruktur transportasi publik.Namun, tampaknya kebijakan seperti itu justru 
tidak pernah muncul, pemerintah lebih suka menuruti keinginan Bank Dunia 
seperti yang telah disampaikan oleh Bappenas. Rupanya pujian dari Bank Dunia 
lebih memikat hati para pengambil kebijakan di negeri ini dibandingkan dengan 
melihat rakyatnya bersuka ria karena terlepas dari belenggu pemiskinan.Firdaus 
Cahyadi, Knowledge Sharing Officer for Sustainable Development, 
OneWorld-Indonesia. [Bisnis Indonesia]
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga. 
              


      

Kirim email ke