Nice story........ dibaca n jagan nangis lho.....
Delapan Kebohongan Seorang Orang Tua Dalam Hidupnya
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat
manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru
sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan
ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah
energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika masih kecil, sebut saja si Andi, terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja,
seringkali kekurangan. Ketika makan, sang Orang Tua sering memberikan porsi
nasinya untuk Andi. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk Andi, Orang Tua berkata
: "Makanlah nak, aku tidak lapar" --------KEBOHONGAN Orang Tua YANG PERTAMA
Ketika Andi mulai tumbuh dewasa, Orang Tua yang gigih sering meluangkan waktu
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, Orang Tua berharap dari
ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk
petumbuhan. Sepulang memancing, Orang Tua memasak sup ikan yang segar dan
mengundang selera. Sewaktu Andi memakan sup ikan itu, Orang Tua duduk
disampingnya dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang
merupakan bekas sisa tulang ikan yang Andi makan. Andi melihat Orang Tua
seperti itu, hatinya tersentuh juga, lalu menggunakan sendok dan memberikannya
kepada Orang Tua'nya. Tetapi sang Orang Tua dengan cepat menolaknya, ia berkata
: "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN Orang Tua
YANG KEDUA
Sekarang Andi sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abangnya dan dia, Orang
Tua pergi ke koperasi pembuatan kotak korek api untuk membawa sejumlah kotak
korek api untuk ditempel merk'nya, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit
uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, Andi bangun
dari tempat tidurnya, melihat Orang Tua masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Andi berkata
:"Ibu/bapak, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu/bapak masih harus kerja."
Orang Tua tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek"
--------KEBOHONGAN Orang Tua YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, Orang Tua meminta cuti kerja supaya dapat menemani Andi
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, Orang Tua
yang tegar dan gigih menunggu Andi di bawah terik matahari selama beberapa jam.
Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Orang Tua dengan
segera menyambut Andi dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang
dingin untuknya. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih
sayang yang jauh lebih kental. Melihat Orang Tua yang dibanjiri peluh, Andi
segera memberikan gelasnya untuk Orang Tuanya sambil menyuruhnya minum. Orang
Tua berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ----------KEBOHONGAN Orang Tua
YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah/ibu karena sakit, ayah/ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus
membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga pun semakin susah dan
susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin
parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumah Andi pun
membantu ayah/ibu baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di
sebelah rumah melihat kehidupan keluarga Andi yang begitu sengsara, seringkali
menasehati ayah/ibu Andi untuk menikah lagi. Tetapi Orang Tua yang memang keras
kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ayah/ibu berkata : "Saya tidak butuh
cinta" ---------- KEBOHONGAN Orang Tua YANG KELIMA
Setelah Andi dan abangnya semua sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ayah/ibu
yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ayah/ibu tidak mau, ia rela untuk
pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Abang Andi yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang
untuk membantu memenuhi kebutuhan ayah/ibu, tetapi ayah/ibu bersikukuh tidak
mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata :
"Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN Orang Tua YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, Andi pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh
gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di
sebuah perusahaan. Akhirnya Andi pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji
yang lumayan tinggi, Andi bermaksud membawa ayah/ibunya untuk menikmati hidup
di Amerika. Tetapi ayah/ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan
anaknya, ia berkata kepada Andi "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN Orang
Tua YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ayah/ibu terkena penyakit kanker lambung,
harus dirawat di rumah sakit, Andi yang berada jauh di seberang samudra
atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ayah/ibunda tercinta. Andi
melihat ayah/ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi.
Ayah/Ibu yang keliatan sangat tua, menatap Andi dengan penuh kerinduan.
Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang
ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ayah/ibu
Andi sehingga ayah/ibunya terlihat lemah dan kurus kering. Andi sambil menatap
ayah/ibunya sambil berlinang air mata. Hatinya perih, sakit sekali melihat
ayah/ibunya dalam kondisi seperti ini. Tetapi ayah/ibu dengan tegarnya berkata
: "Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN Orang Tua
YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibu Andi tercinta menutup
matanya untuk yang terakhir kalinya.
**********
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh
dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ayah, terimakasih ibu ! " Coba
dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita?
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan
ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu
mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar/suami/istri kita, kita pasti lebih peduli dengan
pacar/suami/istri kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabarnya, cemas apakah
dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita? Cemas
apakah orang tua kita sudah makan atau belum? Cemas apakah orang tua kita sudah
bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali
lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian
hari.
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/