Artikel bermanfaat, bagus untuk di forward :)
semoga kita smua tidak terkecoh oleh iklan2 berbau syirik semacam 
itu..

 "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) 
sebelummu:"Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus 
amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (Az-Zumar: 
65) 
====================
Ketik REG PRIMBON kirim ke 9877…!!!

Iya, inilah kata - kata yang manis penuh dengan madu yang seringkali 
diucapkan mas - mas ber"blangkon" (memakai topi khas Jawa-pen) pada 
iklan - iklan yang tayang di layar televise. Bagi sebagian pemuda yang 
bertampang melas, masa depan belum jelas dan tipe pemalas…mungkin REG 
(spasi) PRIMBON kirim ke 9877 dan lain sebagainya iklan sejenis…
merupakan angin segar yang bisa membuat karir, jodoh dan kehidupannya 
semakin membaik. Tapi…

Eits…! Tunggu dulu…! Tahukah sejatinya kita tentang hal - hal semacam 
ini? Dan sudahkah kita mengetahui hakikat mereka yang sesungguhnya…???

Sangatlah jelas bagi seorang yang mengerti tentang islam yang mulia 
ini akan perkara syirik modern yang dipopulerkan via handphone ini. 
Bagaimana tidak??? Setiap manusia hamba Allah, disarankan untuk minta 
bantuan dan pertolongan pada mas - mas berblangkon agar jodohnya 
lancer. Manusia - manusia yang setiap shalatnya mengucapkan "laa haula 
wa laa quwwata illa billah" justru diminta untuk mengadukan nasibnya 
pada mas- mas berblangkon…???

Mas - mas berblangkon yang lebih tepatnya dikatakan dukun atau tukang 
ramal itu memanfaatkan kelengahan orang-orang awam (yang minta 
pertolongan padanya) untuk mengeruk uang mereka sebanyak-banyaknya. 
Mereka menggunakan banyak sarana untuk perbuatannya tersebut. Di 
antaranya dengan membuat garis di pasir, memukul rumah siput, membaca 
(garis) telapak tangan,cangkir, bola kaca, cermin, dsb.

Jika sekali waktu mereka benar, maka sembilan puluh sembilan kalinya 
hanyalah dusta belaka. Tetapi tetap saja orang-orang dungu tidak 
mengingat, kecuali waktu yang sekali itu saja. Maka mereka pergi 
kepada para dukun dan tukang ramal untuk mengetahui nasib mereka di 
masa depan, apakah akan bahagia, atau sengsara, baik dalam soal 
pernikahan, perdagangan, mencari barang-barang yang hilang atau yang 
semisalnya.

Lantas bagaimana hukum orang yang mendatangi tukang ramal atau dukun? 
Nah jika mereka para pengirim sms mempercayai terhadap apa yang 
dikatakan dan disampaikan oleh si dukun, maka bisa jadi mereka jatuh 
dalam kekafiran, keluar dari agama Islam. Rasulullah 
Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :

"Barang siapa mendatangi dukun dan tukang ramal, lalu membenarkan apa 
yang dikatakannya, sungguh dia telah kufur terhadap apa yang 
diturunkan kepada Muhammad". (HR. Ahmad: II/ 429, dalam buku Shahih al 
Jami' Hadits, no : 5939)

Adapun jika orang yang datang tersebut tidak mempercayai bahwa mereka 
mengetahui hal-hal ghaib, tetapi misalnya pergi untuk sekedar ingin 
tahu, coba-coba  atau sejenisnya, maka ia tidak tergolong orang kafir, 
tetapi shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari. Rasulullah 
Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :

"Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu ia menanyakan padanya 
tentang sesuatu, maka tidak di terima shalatnya selama empat puluh 
malam" (Shahih Muslim : IV / 1751).

Ini masih pula harus dibarengi dengan tetap mendirikan shalat (wajib) 
dan bertaubat atasnya.

Bagaimana dengan kepercayaan adanya pengaruh bintang dan planet 
terhadap berbagai kejadian dan kehidupan manusia…???

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, Ia berkata: Rasulullah 
Shallallahu'alaihi wasallam shalat bersama kami, shalat subuh di 
Hudaibiyah - Di mana masih ada bekas hujan yang turun di malam 
harinya- setelah beranjak beliau menghadap para sahabatnya seraya 
berkata:

"Apakah kalian mengetahui apa yang difirmankan oleh Robb kalian? 
Mereka menjawab : " Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui". Allah 
berfirman : Pagi ini di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan 
ada pula yang kafir. Adapun orang yang berkata: kami diberi hujan 
denagn karunia Allah dan rahmatNya maka dia beriman kepadaKu dan kafir 
terhadap bintang. Adapun orang yang berkata: (hujan ini turun) karena 
bintang ini dan bintang itu maka dia telah kufur kepadaKu dan beriman 
kepada bintang" (HR Al Bukhari, lihat Fathul Baari : 2/ 333).

Termasuk dalam hal ini adalah mempercayai Astrologi (ramalan bintang) 
seperti yang banyak kita temui di Koran dan majalah. Jika ia 
mempercayai adanya pengaruh bintang dan planet-planet tersebut maka 
dia telah musyrik. Jika ia membacanya sekedar untuk hiburan  maka ia 
telah melakukan perbuatan maksiat dan berdosa. Sebab tidak dibolehkan 
mencari hiburan dengan membaca hal-hal syirik. Di samping syaitan 
terkadang berhasil menggoda jiwa manusia sehingga ia percaya kepada 
hal-hal syirik tersebut, maka membacanya termasuk sarana dan jalan 
menuju kemusyrikan.

Termasuk syirik, mempercayai adanya manfaat pada sesuatu yang tidak 
dijadikan demikian oleh Allah Tabaroka wata'ala. Seperti kepercayaan 
sebagian orang terhadap jimat, mantera-mantera berbahu syirik, kalung 
dari tulang, gelang logam dan sebagainya, yang penggunaannya sesuai 
dengan perintah dukun, tukang sihir, atau memang merupakan kepercayaan 
turun menurun.

Mereka mengalungkan barang-barang tersebut di leher, atau pada anak-
anak mereka untuk menolak `ain (pengaruh jahat yang disebabkan oleh 
rasa dengki seseorang dengan pandangan matanya; kena mata). Demikian 
anggapan mereka. Terkadang mereka mengikatkan barang-barang tersebut 
pada badan, manggantungkannya di mobil atau rumah, atau mereka 
mengenakan cincin dengan berbagai macam batu permata, disertai 
kepercayaan tertentu, seperti untuk tolak bala' atau untuk 
menghilangkannya.

Hal semacam ini, tak diragukan lagi sangat bertentangan dengan 
(perintah) tawakkal kepada Allah. Dan tidaklah hal itu menambah kepada 
manusia, selain kelemahan. Belum lagi ia termasuk berobat dengan 
sesuatu yang diharamkan.

Berbagai jimat yang digantungkan, sebagian besar dari padanya termasuk 
syirik jaly (yang nyata). Demikian pula dengan minta pertolongan 
kepada sebagian jin atau setan, gambar-gambar yang tak bermakna, 
tulisan-tulisan yang tak berarti dan sebagainya. Sebagian tukang 
tenung (sulap) menulis ayat-ayat Al Qur'an dan mencampur-adukkannya 
dengan hal lain yang termasuk syirik. Bahkan sebagian mereka menulis 
ayat-ayat Al Qur'an dengan barang yang najis atau dengan darah haid. 
Menggantungkan atau mengikatkan segala yang disebutkan di atas adalah 
haram. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu'alaihi wasallam :

"Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik 
[HR Imam Ahmad :4/ 156 dan dalam silsilah hadits shahihah hadits No : 
492].

Orang yang melakukan perbuatan tersebut, jika ia mempercayai bahwa 
berbagai hal itu bisa mendatangkan manfaat atau madharat (dengan 
sendirinya) selain Allah maka dia telah masuk dalam golongan pelaku 
syirik besar. Dan jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu merupakan 
sebab bagi datangnya manfaat, padahal Allah tidak menjadikannya 
sebagai sebab, maka dia telah terjerumus pada perbutan syirik kecil, 
dan ini  masuk dalam kategori syirkul asbab.

Nah, akhir kata…semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua agar 
tidak mudah - mudah untuk mengirimkan REG (spasi) PRIMBON dan 
sejenisnya ke 9877. Lagian, daripada dibuat mengirimkan begituan, 
mending pulsa handphone kita digunakan untuk hal - hal yang bermanfaat 
saja…

Wallahu ta'ala a'lam…Didit Fitriawan al Fitrah
http://fitrahfitri.wordpress.com/2008/11/06/ketik-reg-primbon-kirim-
ke-9877…/
===============
*Syirik adalah menyejajarkan/menyamakan makhluk dengan Al-Khaliq 
(Allah Subhannahu wa Ta'ala) dalam perkara-perkara yang merupakan hak 
khusus (istimewa) Allah Subhannahu wa Ta'ala. Hak istimewa Allah 
Subhannahu wa Ta'ala banyak sekali, seperti: Disembah, mencipta, 
mengatur, memberikan manfaat dan mendatangkan madharat, menentukan 
baik dan buruk, membuat hukum dan undang-undang (syari'at) dan lain-
lainnya. 


Kirim email ke