Rezeki- Jodoh - Maut hanya Allah yg tahu. sebagai hambaNYA, yg perlu kita 
lakukan ialah berusaha, memohon lewat doa dan bertawakkal untuk selanjutnya 
ikhlas. terbaik menurut kita belum tentu menurut Allah. nah, yg benar adalah 
TEPAT, karena Allah Mahatahu apa yg tepat bagi kita walaupun bukan terbaik 
menurut kita.afwan, ada kutipan ayat yg salah. kutipan dari surat az-Zukhruf 
itu bukan dari ayat 43 tapi ayat 32 (silahkan dilihat kembali). mungkin 
maksudnya Az-Zukhruf surat ke 43.

--- On Sun, 21/12/08, Mochamad Agipratadi Romadona <[email protected]> 
wrote:
From: Mochamad Agipratadi Romadona <[email protected]>
Subject: [muslim_binus] MISTERI REZEKI
To: [email protected]
Date: Sunday, 21 December, 2008, 12:45 AM










 






    
            

MISTERI REZEKI



Sebuah teka-teki kehidupan, yang sadar atau tidak sering timbul di dalam

pikiran kita, mengapa saya tidak sekaya orang lain ? mengapa mereka yang

banyak bermaksiat justru semakin sukses dalam bisnisnya? Apakah ini

sudah takdir saya?



Untuk itu perlu kita kaji firman Allah Ta'ala berikut ini :



"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan

antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah

meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat,

agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat

Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."  QS. Az Zukhruf : 43



Bahwa Allah-lah yang mengatur pembagian rezeki kepada hambanya,

Allah-lah yang mengatur penghidupan kita (ma'isyah kita) bukan orang

lain, bukan pelanggan, bukan pimpinan perusahaan dan bukan diri kita,

tapi Allah-lah yang menentukan seberapa banyak rezeki kita hari ini dan

esok. 



Lalu Mengapa Allah Menentukan Rezeki Saya Hanya Sedikit ?



Boleh jadi karena Allah tahu batas kemampuan kita, jika diberi kekayaan

melimpah kita tidak lagi ingat kepadaNya, kita akan banyak berbuat

maksiat. Karena Allah Maha Tahu, Dia mengetahui kadar kemampuan kita

dalam menerima fitnah harta. 



"Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. " QS.

Al Baqarah : 233



"Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba- Nya tentulah

mereka akan melampaui batas di muka  bumi, tetapi Allah menurunkan apa

yang dikehendaki- Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui

(keadaan) hamba-hamba- Nya lagi Maha Melihat." QS. Asy Syuura : 27



Semua itu terjadi karena Allah tahu kapasitas dan kemampuan kita dalam

menerima ujian kekayaan, semua karena kasih sayang Allah kepada

hambanya, ada orang yang jika diberi kemiskinan maka dia akan bermaksiat

sedangkan jika dia dalam kecukupan maka dia banyak beramal kebajikan.

Sebaliknya ada orang-orang yang diberi kemiskinan justru banyak

beribadah, sedangkan jika diberi kekayaan akan bermaksiat.



"Bagi tiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan, dan ujian serta cobaan

terhadap umatku ialah harta-benda" HR. Tirmidzi



Kalau Rezeki Sudah Ditakdirkan Lalu Mengapa Kita Harus Berusaha dan

Bekerja ?



Kita tidak pernah tahu takdir kita sebelum takdir itu terjadi, oleh

karena itu tetaplah berusaha bekerja sungguh-sungguh dan banyak beramal

kebaikan untuk menyambut takdir kita, karena kita akan dipermudah menuju

takdir kita. 



Tentang masalah ini, jangankan kita, sahabat Rosulullah-pun menanyakan

hal yang sama, buat apa berusaha dan bersusah payah jika sudah

ditakdirkan buruk ? 



"Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah

diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha? Rasulullah saw.

bersabda: Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang

berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang

berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang

sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang

sengsara. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Beramallah! Karena

setiap orang akan dipermudah! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai

orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan

orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang

sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan

orang-orang sengsara. Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini:

Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan

membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan

menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil

dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka

kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar." (Shahih Muslim

No.4786)



Jadi bersyukurlah jika Anda termasuk orang-orang yang dimudahkan dalam

berbuat kebaikan. Selain dari itu, perbaiki kualitas agama kita agar

kita lebih siap menerima ujian baik kekayaan dan kemiskinan, karena jika

kita sudah berbuat baik dengan banyak bersedekah dan bertakwa maka Allah

akan memudahkan jalan kesuksesan kita, sekali lagi renungkan firman

Allah Ta'ala berikut ini : 



"Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang

memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan

adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan

baginya jalan yang mudah." QS. Al-Lail : 4 - 7



Lalu Bagaimana dengan Mereka yang Berbuat Dosa, Mengapa Mereka Justru

Sukses di Dunia ini ?



Karena mereka telah melupakan peringatan Allah, maka Allah akan

memberikan semua kenikmatan dunia sehingga mereka semakin lupa dan

semakin banyak berbuat dosa yang akhirnya akan di azab dengan

sekonyong-konyong, sesuai dengan firmannya :



"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada

mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka;

sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan

kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika

itu mereka terdiam berputus asa." QS. Al An'aam : 44



Jadi berhati-hatilah jika disaat kita banyak berbuat dosa dan maksiat

justru Allah memberi rezeki melimpah!



Ingatlah :



"Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan

mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang

bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah

memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki- Nya tanpa batas." QS

Al Baqarah :212 



Wallahu'alam

        Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke