Sedikit mengingatkan -- dan sudah seharusnya selalu mengingatkan.

Semoga bermanfaat

--
Haryo Prabowo
Obstacles only make man a better man.
The man who has no problems is out of the game.

---------- Forwarded message ----------
From: Mailinglist Al-Sofwah <[email protected]>
Date: Fri, 26 Dec 2008 15:03:32 +0700
Subject: [syiar-alsofwah] Dunia itu Fatamorgana
To: [email protected]

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh
Semoga Netters Syiar al-Sofwa senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala

Dunia itu Fatamorgana
Senin, 01 Desember 08


Banyak sekali ayat ataupun hadits-hadits Rasulullah, yang menyatakan
tentang perbandingan antara keutamaan dan kenikmatan kehidupan akhirat
dan kehidupan dunia, yang mana akan didapati betapa jauhnya kemuliaan
diantara keduanya, bahkan tidak sedikit akan adanya celaan terhadap
kehidupan dunia. Akan tetapi celaan tersebut tidaklah ditujukan kepada
siang dan malamnya, bumi tempat dunia ini berada, lautan,
sungai-sungai, hutan dan yang lainya karena semua itu adalah nikmat
Allah bagi hamba-hambaNya, tetapi celaan itu ditujukan kepada polah
tingkah anak Adam dan penghuninya terhadapnya. Allah Ta'ala berfirman
:"ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan,
senda gurau yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga diri diantara
kalian dan saling berlomba untuk memperbanyak harta dan anak". (QS.
Al-Hadid : 20)


Dunia ini hanyalah jalan menuju surga dan neraka, tempat manusia
mengumpulkan perbekalan untuk menuju kehidupan abadi, dan bertemu
Allah Ta'ala Sang Pencipta alam semesta, Yang akan menilai dan
menerima bekal tersebut serta mengganjarnya, jika baik maka nikmat
surga yang akan ia dapatkan dan jika buruk maka azdab yang pedihlah
yang akan dirasakan.



Sikap Manusia Terhadap Kehidupan Dunia


Pertama ; Orang-orang yang mengingkari adanya negeri pembalasan
setelah alam dunia. Dalam hal ini Allah Ta'ala berfirman
:"Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan
Kami, merasa puas dengan kehidupan dunia dan merasa tentram dengan
kehidupan itu serta orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami ,
mereka itu tempatnya adalah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka
kerjakan". (QS. Yunus : 7)


Kedua; Orang-orang yang meyakini adanya alam pembalasan setelah
kematian. Merekalah orang-orang Yang mengikuti para Rasul. Dalam hal
ini mereka tergolongkan menjadi tiga, yaitu:


  a.. Zhalimun linafsih, orang yang menzhalimi diri sendiri. Bagi
mereka dunia adalah segalanya, terbuai oleh keindahannya yang menipu.
Mereka ridha, murka, setia (berwala') dan benci (bara') karena
tendensi dan motivasi dunia semata. Mereka beriman kepada akhirat
secara global tetapi mereka tidak mengerti tujuan hidup didunia, bahwa
tidak lain ia adalah suatu tempat untuk berbekal menuju kehidupan
berikutnya.


  b.. Muqtashid, mereka adalah orang-orang yang menikmati dunia dari
arah yang dibenarkan, mubah. Mereka melaksanakan seluruh yang wajib,
akan tetapi membiarkan dirinya bersenang-senang dengan kenikmatan
dunia. Mereka tidak mendapatkan hukuman akan tetapi derajat mereka
rendah. Umar bin Khattab berkata : "Seandainya derajat surgaku tidak
dikurangi pasti aku akan menantang kalian dalam hal kehidupan dunia.
Tetapi aku mendengar Allah mencela suatu kaum dalam firman-Nya yang
artinya :"Kalian sia-siakan rezki kalian yang baik-baik hanya untuk
kehidupan didunia saja dan kalian bersenang-senang dengannya". (QS.
Al-Ahqaf : 20)


  c.. Sabiqun bil khairat bi idznillah. Mereka adalah orang-orang yang
paham tujuan dari dunia dan beramal sesuai dengannya. Mereka mengerti
bahwa Allah menempatkan hamba-hambaNya dinegeri ini untuk diuji, siapa
yang paling baik amalnya, yang paling zuhud kapada dunia dan paling
cinta kepada akhirat. Firman Allah Ta'ala :"Dan sesungguhnya Kami
jadikan apa saja yang ada dimuka bumi ini sebagai hiasan baginya,
supaya kami uji siapa diantara mereka yang paling baik amalnya". (QS.
Al-Kahfi : 7). Golongan yang ketiga ini merasa cukup dengan mengambil
dunia sekadar sebagai bekal seorang musafir.




Bahaya Mencintai Dunia


Cinta dunia akan melengahkan seseorang dari cinta kepada Allah Ta'ala
dan berdzikir kepadaNya, barang siapa dilengahkan oleh harta bendanya
dia termasuk dalam kelompok orang-orang yang merugi. Dan hati, jika
telah lalai dari dzikrullah, pasti akan dikuasai setan dan disetir
sesuai kehendaknya. Setan akan menipunya sehingga ia merasa telah
mengerjakan banyak kebaikan padahal ia baru melakukan sedikit saja
atau bahkan tidak melakukannya sama sekali.


Abdullah bin Mas'ud pernah berkata :"Bagi semua orang dunia ini adalah
tamu, dan harta itu adalah pinjaman. Setiap tamu pasti akan pergi lagi
dan setiap pinjaman pasti harus dikembalikan". Ulama yang lain berkata
:"Cinta dunia itu pangkal dari segala kesalahan dan pasti merusak
agama ditinjau dari berbagai sisi, diantaranya :


  a.. Pertama; berakibat pengagungan terhadap dunia secara berlebihan,
padahal ia di sisi Allah sangatlah remeh, adalah termasuk dosa yang
sangat besar mengagungkan sesuatu yang di anggap remeh oleh Allah.


  b.. Kedua; Allah telah melaknat, memurkai dan membencinya, kecuali
yang ditujukan untuk Allah. barang siapa mencintai sesuatu yang telah
dilaknat, dimurkai dan dibenci Allah berarti ia menyediakan diri untuk
mendapat siksa dan kemurkaan dari Allah


  c.. Ketiga; orang yang cinta dunia akan lebih cenderung
menjadikannya sebagai tujuan akhir dari segalanya, sehinggga ia
terjatuh dalam kesalahan, yaitu menjadikan sarana sebagai tujuan dan
berusaha untuk mendapatkan dunia dengan amalan akhirat. Allah Ta'ala
berfirman " Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya,
maka Kami penuhi balasan pekerjaan-pekerjaannya di dunia dan mereka
tidak akan dirugikan sedikitpun. Tetapi di akhirat tidak ada bagi
mereka bagian selain neraka. Dan sia-sialah apa-apa yang mereka
perbuat di dunia dan batallah apa-apa yang mereka amalkan". (QS. Hud :
15-16) demikianlah bahwa cinta dunia dapat menghalangi seseorang dari
pahala, merusak amal, bahkan bisa menjadikannya orang yang pertama
kali masuk neraka.


  d.. Keempat; mencintai dunia akan menghalangi seorang hamba dari
aktivitas yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat, ia akan sibuk
dengan apa yang dicintainya. Ada yang disibukkan oleh kecintaannya
dari iman dan syari'at, dari kewajiban-kewajiban yang seharusnya ia
laksanakan, atau dalam waktu yang tidak tepat, atau hanya sebatas
pelaksanaan lahiriahnya saja, paling tidak kecintaanya terhadap dunia
akan melalaikan hakikat kebahagiaan seorang hamba yaitu kosongnya hati
selain untuk mencintai Allah dan diamnya lisan selain berdzikir
kepadaNya, juga ketaatan hati dan lisan dengan Rabbnya.


  e.. Kelima; berlebihan mencintai dunia akan menjadikan harapan utama
pelakunya ketika hidup adalah dunia itu sendiri.


  f.. Keenam; orang yang berlebihan mencintai dunia adalah manusia
dengan adzab yang paling berat. Mereka disiksa di tiga negeri; di
dunia, di alam barzakh, dan di akhirat. Didunia mereka di adzab dengan
kerja keras untuk mendapatkannya dan persaingan dengan orang lain.
Adapun di alam barzakh mereka diazab dengan perpisahan dengan kekayaan
dunia dan kerugian yang nyata atas apa yang mereka kerjakan. Di sana
tidak sesuatupun yang menggantikan kedudukan kecintaannya kepada
dunia, kesedihan, kedukaan, dan kerugian terus-menerus mencabik-cabik
ruhnya, seperti halnya cacing dan belatung melakukan hal yang sama
kepada jasadnya, demikianlah pecinta dunia akan di azab dikuburnya,
dan juga pada hari akhirat nanti yaitu pada hari pertemuan dengan
Rabbnya. Allah Ta'ala berfirman yang artinya :"Janganlah engkau ta'jub
dengan harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya Allah menghendaki
untuk menyiksa mereka dengannya dalam kehidupan dunia dan kelak akan
melayang nyawa mereka sedang mereka dalam keadaan kafir". (QS.
a-Taubah : 55)


  Menafsirkan ayat diatas sebagian ulama salaf berkata :"Mereka diazab
dengan jerih payah dan kerja keras dalam mengumpulkannya. Nyawa mereka
akan melayang karena cintanya dan mereka menjadi kafir karena tidak
menunaikan hak Allah sehubungan dengan kemegahan dunia itu".


  g.. Ketujuh; orang yang rindu dan cinta kepada dunia sehingga lebih
mengutamakannya dari pada akhirat adalah makhluk yang paling tidak
mengerti, bodoh, dungu dan tidak berakal. Karena mereka lebih
mendahulukan khayalan dari pada sesuatu yang hakiki, mendahulukan
impian daripada kenyataan, mendahulukan kenikmatan sesaat daripada
kenikmatan abadi dan mendahulukan negeri yang fana dari pada negeri
yang kekal selamanya. Mereka menukar kehidupan yang kekal itu dengan
kenikmatan yang semu. Manusia yang berakal cerdas (baca : bertaqwa)
tentunya tidak akan tertipu dengan hal semacam ini.



Sesuatu yang paling mirip dengan dunia adalah baying-bayang, disangka
memiliki hakikat yang tetap padahal tidak demikian. Dikejar untuk
digapai, sudah pasti tidak akan pernah sampai.


Dunia juga sangat mirip dengan 'FATAMORGANA', orang yang kehausan
menyangkanya sebagai air, padahal jika ia mendekatinya ia tidak akan
mendapati sesuatu pun. Justru yang ia dapati adalah Allah Ta'ala
dengan hisabNya, dan Allah sangat cepat hisabNya.


Maka saudaraku, marilah kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan,
untuk meraih ridha Allah Ta'ala, surgaNya dan apa-apa yang telah
dijanjikanNya serta keutamaan-keutamaan di alam akhirat yang kekal
abadi, yang mana Allah Ta'ala telah menegaskan dalam firmanNya bahwa
:"Dan kehidupan akhirat itu adalah lebih baik dan lebih kekal".(QS.
al-A'laa: 17), jangan sampai kita tertipu oleh tipu daya setan yang
senantiasa menggoda anak cucu adam agar tergelincir, sehingga
terjerumus kepada kesesatan, penyimpangan, memperturutkan segala
keinginan hawa nafsu sehingga lupa hak-hak Allah Ta'ala yang harus
ditunaikan serta lupa dari kenikmatan-kenikmatan yang tak pernah
terlihat oleh pandangan mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan
tak pernah terbayangkan dalam benak hati manusia. Itulah kenikmatan
yang Allah Ta'ala janjikan bagi hamba-hambaNya yang mendapatkan rahmat
dariNya. Wallahu a'lam.


Oleh : Abu Thalhah Andri Abd Halim


Di nukil dari "Tazkiatun-Nufus" (Ibnu Rajab al-Hambali, Ibnu Qayyim
dan Imam al-Gazhali)

Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran
adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk
berdakwah adalah dengan menyampaikan Artikel ini kepada
saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita. Aamiin

Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
---------------------------------------------------------------------
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810
Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326.
e-mail: [email protected], [email protected],
website: www.alsofwah.or.id

Rekening Donasi :  No. rek. 304.00090.15 (BMI) an. Yayasan Al-Sofwa
(isi berita : Website)

Artikel yang dimuat di situs ini boleh di copy & diperbanyak dengan
syarat mencantumkan sumber: alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil.
"Bersama Al-Sofwah Menapak Jalan Dakwah Salafusshalih"

Kirim email ke