Berikut analisa seorang jurnalis IRIB.
Selamat menikmati
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Assalamualaikum

Hamas memang bukan Hizbullah dalam persenjataan maupun letak
geografis. Namun semangat mereka sama, Muqawamah. Bila kemenangan
Hizbullah adalah hujjah ilahi (bukti ilahi), semua harus mengakui bila
Hamas dan para pejuang Islam Palestina menang (dan pasti menang dengan
izin Allah), maka kemenangan itu adalah hujjah akbar (bukti ilahi
paling besar). Posisi Hamas lebih sulit ketimbang Hizbullah. Mereka
tidak bisa leluasa bergerak, karena semua pintu yang menghubungkannya
dengan dunia luar telah ditutup. Bahkan 'teman' juga ikut-ikutan
menutup pintu penyeberangan Rafah. Hamas tidak punya teman seperti
Suriah seperti yang dimiliki Hizbullah. Tapi semua tahu apa yang
terjadi di Lebanon juga kini terjadi di Jalur Gaza.

Tadi malam (Rabu, 31/12) Ismail Haniyah dalam pernyataan yang
disampaikan lewat saluran televisi Al-Aqsha milik Hamas yang sempat
bangunan aslinya dibom oleh Israel mengatakan bahwa perang kali ini
berbeda dengan perang-perang terdahulu. Dalam perang ini Israel begitu
buas menghancurkan semua yang ada. Tidak ada yang disisakannya. Bila
media-media menyebut anak-anak yang syahid di Gaza sekitar 40-an di
hari kelima, Ismail Haniyah menyebut lebih dari 70. Bila disebut 6
masjid, rumah Allah yang dihancurkan, Ismail Haniyah menyebut 8 buah.
Oleh karenanya, Ismail Haniyah menyebut perang ini adalah Perang
Furqan. Apa yang terjadi sebelum perang dan sesudahnya benar-benar
akan berbeda, karena kemenangan adalah kepastian bagi orang-orang yang
sabar dan melakukan perlawanan.

Benar, Israel tidak tanggung-tanggung menggunakan bom smart paling
canggih milik Amerika bernama Uni Bom Terarah (GBU-39) yang dipesan
sebanyak 1.000 setelah kekalahan mereka dari Hizbullah. Sekalipun bom
ini beratnya hanya 113 kilogram, namun kemampuan penetrasinya sama
dengan satu ton. Belum lagi pesawat tanpa awak yang setiap harinya
terbang berputar-putar di atas Gaza memonitoring yang terjadi di sana.
Pesawat-pesawat ini hanya kembali bila helikopter atau jet-jet tempur
Israel mulai beroperasi membombardir apa saja yang mereka anggap
musuh. Dan begitulah setiap harinya. Belum lagi kapal-kapal perang
yang tidak ingin ketinggalan menunjukkan kebrutalan mereka atas
rumah-rumah penduduk. Semua itu ditambah pasukan darat Israel dengan
tank-tank Merkavanya yang berjaga-jaga di perbatasan Gaza mulai
menembak bangunan-bangunan di sana.

Namun cukupkah itu untuk meraih kemenangan di medan perang?

Sayyid Hasan Nasrullah tadi malam (Rabu, 31/12) dalam ceramah
Asyuranya menyebut serangan udara dan laut tidak pernah menjadikan
penyerangnya sebagai pemenang. Terlebih lagi bila menghadapi pemimpin
yang berani dan rakyat yang sabar dan melakukan perlawanan. Ini tentu
bukan tidak menerima kerusakan yang diakibatkan serangan biadab itu,
tapi perang punya tujuan dan strategi.

Sayyid Hasan Nasrullah menyebut Israel tidak pernah menyebut tujuannya
yang jelas dalam agresi brutalnya ke Gaza. Itu menunjukkan betapa
mereka tidak percaya bahwa operasi yang mereka lakukan bakal berhasil
dan yang paling penting adalah mereka sejak awal sudah khawatir akan
kalah. Mereka sedang mengulur-ulur waktu sehingga Barack Obama masuk
Gedung Putih dan dengan pertolongan negara-negara Eropa dan sebagian
negara-negara Arab, Israel berharap dapat menekan para pejuang
Palestina. Dan yang cukup lucu adalah Israel yang mengaku memiliki
angkatan bersenjata terkuat di Timur Tengah masih harus menyebarkan
propaganda agar warga Gaza dan Palestina secara keseluruhan tidak
memberikan dukungannya kepada Hamaz.

Kenyataan ini telah menunjukkan Israel sejak awal serangannya terhadap
telah menjadi PECUNDANG.

Koran Jerusalem Post hari Rabu (30/12) menulis, perang melawan Hamas
merupakan langkah salah dan kekalahan Israel dalam perang ini sudah
dapat dipastikan. Sementara Koran Haaretz menyebut mereka yang
menentang Hamas kemarin kini telah berbalik mendukungnya.

Karena bukan hanya mereka tidak berhasil mencapai tujuan yang mereka
sebut-sebut selama ini seperti ingin menjatuhkan pemerintahan Hamas
yang dipilih rakyat Palestina dan menghentikan tembakan rudal-rudal ke
arah Palestina pendudukan, tapi ternyata sejak hari pertama hingga
kini serangan roket dari Gaza tidak pernah berkurang, malah sejak hari
keempat telah dimulai babak baru serangan roket para pejuang Islam.
Pada hari keempat Hamas lewat sayap militernya Syahid Ezzuddin Qassam
menyerang kota Ashdod yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan Jalur
Gaza. Dan dengan mencermati lokasi peluncuran roket itu, berarti pada
hari keempat Hamas telah melakukan penembakan roket hingga jarak 40
kilometer. Dan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Terlebih lagi
karena roket yang ditembakkan itu jenis Qassam, buatan mereka sendiri.

Israel semakin tercengang di saat-saat terakhir perang hari keempat.
Sebelum Abu Ubaidah, Jurubicara Ezzuddin Qassam lewat televisi
Al-Aqsha, yang tampaknya memakai penerangan apa adanya karena
sebentar-sebentar sorotan lampu berkurang dan kain latar yang agak
kusut, menyatakan bahwa, bila serangan Israel terus berlanjut, kami
akan menyerang ke daerah-daerah yang lebih jauh dari Ashdod, beberapa
saat sebelum itu ternyata dilaporkan Hamas menggunakan roket Grad dan
menembak Beersheba, kota ketujuh terbesar di Israel yang menewaskan 5
orang dan melukai 40 orang, 5 di antaranya luka parah. Bila mengukur
jarak kota Beersheba yang berjarak 40 kilometer dari perbatasan Gaza,
maka hitungannya roket Grad milik Hamas telah mampu menyerang target
lebih dari 50 kilometer. Dan itu berarti peringatan yang disampaikan
oleh Brigade Syhid Ezzuddin Qassam tidak main-main bahwa mereka akan
menembakkan roketnya ke daerah yang lebih jauh dari itu.

Perang memasuki hari kelima dan kini kota Beersheba mulai dilanda
ketakutan. Bila menengok televisi-televisi Israel yang ditayangkan
oleh televisi Al-Aqsha kita bakal menyadari betapa penakutnya mereka.
Universitas Ben Gurion dan sekolah-sekolah di Beersheba ditutup untuk
sementara waktu. Brigade Syahid Ezzuddian Qassam juga menyebut setiap
harinya mereka akan melakukan serangan roket ke daerah-daerah
Palestina pendudukan.

Menarik sekali menyimak transformasi Gaza setelah memasuki hari
keempat. Uni Eropa mulai melakukan pertemuan membicarakan gencatan
senjata. Sekalipun terlambat dan sangat memalukan menteri-menteri luar
negeri Arab melakukan pertemuan di Kairo. Hosni Mobarak dengan enteng
dan sok patuh terhadap hukum internasional pada hari keempat menyebut
jalur penyeberangan Rafah hanya dapat dibuka bila hadir dari pihak
Eropa dan Otorita Palestina. Masih dengan gaya lama yang ingin
memojokkan Hamas, Mobarak menyebut Mesir tidak bertanggung jawab
mengenai perselisihan di Palestina antara Fatah dan Hamas. Mobarak
meminta Mahmoud Abbas harus hadir bila Rafah ingin dibuka. Padahal
sebagaimana biasanya, setiap kali Israel akan menyerang Gaza, Mahmoud
Abbas keluar dari Palestina dengan berbagai alasan. Kali ini pun
ketika Israel menyerang Gaza, Mahmoud Abbas berkunjung ke Arab Saudi.
Dan negara-negara Arab 'moderat' ingin memojokkan Hamas seakan-akan
mereka mengusir Mahmoud
Abbas.

Ismail Haniyah, Perdana Menteri sah yang dipilih oleh rakyat Palestina
tadi malam menyebut Hamas tidak pernah punya politik dualisme. Mereka
tidak menerima tawaran berdialog dari Mahmoud Abbas bukan karena
menganggapnya bukan Pemimpin Otorita Palestina, tapi lebih dikarenakan
aksi-aksi Otorita Palestina yang memenjarakan 400 anggota dan pejuang
Palestina Hamas. Haniyah juga membantah isu yang disebarkan sejumlah
media Arab bahwa dalam serangan Israel banyak tawanan Fatah yang
meninggal di penjara Hamas. Kata Haniyah, semua tahanan Fatah telah
dibebaskan Hamas, kecuali beberapa orang yang punya masalah
tersendiri. Dan itu pun mereka berada di tempat aman.

Hamas memang bukan Hizbullah. Namun kemenangan Muqawamah di Palestina
akan menjadi hujjah akbar dan akan mengubah peta politik di Timur
Tengah. Hamas hanya akan berunding dalam berbagai masalah dengan tiga
syarat; Israel hentikan serangan, batalkan blokade dan buka semua
jalur penyeberangan untuk selamanya.

Wassalam

Saleh Lapadi (Jurnalis IRIB)



      ____________________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke