----- Forwarded Message ----
From: rigid navsed <[email protected]>
To: Etniz Milist 1998 <[email protected]>
Cc: Adi achong achong <[email protected]>; afton psi <[email protected]>; 
Agusalim plasmed <[email protected]>; ambar sayekti 
<[email protected]>; Andriansyah <[email protected]>; hafit Ads UI 
<[email protected]>; mia airwave <[email protected]>; doni psr 
<[email protected]>; dodi optima <[email protected]>; Agus Salim 
<[email protected]>; [email protected]; nala wd <[email protected]>; rizky wisnu 
<[email protected]>; eko airwave <[email protected]>; MEGI PSI 
<[email protected]>; panji elang <[email protected]>; roni Pena 
<[email protected]>; Toso Plasmedia <[email protected]>; trias 
iyang <[email protected]>; taufiq opiq <[email protected]>; Yuli Indriyanti 
<[email protected]>; ijaz mobafone <[email protected]>; udin plasmedia 
<[email protected]>; insan kamil <[email protected]>; Siti maria 
cahyani <[email protected]>; Hadi Ismail <[email protected]>; guntur Pena
 <[email protected]>; PRASTYO <[email protected]>; prahara 
<[email protected]>; dedeh dachlan <[email protected]>; jaka goh 
<[email protected]>; hermansyah <[email protected]>; 
jalupaztika Satrya <[email protected]>; eka Harithsyah Ads Ui 
<[email protected]>; maski ui <[email protected]>; rifki sulaiman 
<[email protected]>; ayaya kran <[email protected]>; nastiti airwave 
<[email protected]>; zeni setiawan <[email protected]>; toto bontot 
sugiharto <[email protected]>; rini bajaj <[email protected]>; NIKK Muhammad 
SyaifudinNIK <[email protected]>; Nudi Sanjaya <[email protected]>; 
Miink Bulbul <[email protected]>
Sent: Sunday, January 18, 2009 9:42:13 PM
Subject: Fw: Syaikh Anwar al-Awlaki / 44 Cara Mendukung Jihad (Bagian 1)






----- Forwarded Message ----
From: kangbud <[email protected]>
To: kita muslim <[email protected]>; mantan psi 
<[email protected]>
Sent: Monday, January 12, 2009 5:18:06 PM
Subject: [prime-strategy] Syaikh Anwar al-Awlaki / 44 Cara Mendukung Jihad 
(Bagian 1)


Syaikh Anwar al-Awlaki
44 Cara Mendukung Jihad (Bagian 1)


Menurut
Awlaki, jihad menjadi isu mendesak saat ini karena musuh-musuh Islam
bukanlah sebuah bangsa atau negara tapi sebuah sistem kaum kafir yang
sudah meng-global. Kaum kafir itu seperti masa-masa lalu, melakukan
konspirasi untuk menghancurkan kaum Muslimin.
 



Da'i yang bermukim di AS
Syaikh Anwar al-Awlaki mengajak kaum Muslimin memberikan dukungan
terhadap jihad yang dilakukan pejuang-pejuang Muslim melawan
tentara-tentara kafir. Ia memberikan 44 cara bagi kaum Muslimin ingin
berjihad, selain pergi ke medan perang.


Syaikh
Awlaki mengatakan, jihad adalah perbuatan yang mulia dalam Islam dan
merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan umat Islam. Dalam situasi
seperti sekarang ini, kata da'i keturunan Yaman itu, ketika
negeri-negeri Muslim dijajah oleh kaum kafir, ketika penjara-penjara
milik tirani dipenuhi oleh kaum Muslimin yang menjadi tawanan perang,
ketika aturan-aturan Allah sudah diabaikan di dunia ini dan ketika
Islam diserang untuk dicerabut akar-akarnya, jihad menjadi kewajiban
bagi kaum Muslimin.


Syaikh Awlaki menambahkan,
dalam situasi seperti di Gaza sekarang ini, anak-anak boleh berjihad
meski orang tua mereka menolak, para istri boleh berjihad meski suami
mereka keberatan dan mereka yang berhutang boleh berjihad meski pihak
yang memberikan hutangnya tidak setuju.


Menurut Awlaki, jihad menjadi
isu mendesak saat ini karena musuh-musuh Islam bukanlah sebuah bangsa
atau negara tapi sebuah sistem kaum kafir yang sudah meng-global. Kaum
kafir itu seperti masa-masa lalu, melakukan konspirasi untuk
menghancurkan kaum Muslimin. Lalu, apakah kita sedang menuju ke perang
besar antara kaum Muslimin dan Romawi-Al Malhamah-seperti yang pernah
disampaikan Rasulullah saw?


Yang perlu ditekankan sekali
lagi adalah, jihad pada hari ini adalah kewajiban bagi setiap Muslim
yang mampu. Oleh sebab itu, setiap Muslim yang ingin mematuhi perintah
Allah, adalah kewajiban kita untuk menemukan cara-cara untuk berjihad
dan mendukung jihad. Berikut adalah 44 cara mendukung jihad di jalan
Allah menurut Syaikh al-Awlaki yang akan kami sajikan dalam tiga bagian
tulisan;

1. Meluruskan Niat


Setiap Muslim yang ingin
menjadi seorang mujahidin harus meluruskan niatnya, apa tujuannya
berjihad. Rasulullah swt berkata, "Siapa saja diantara kamu yang mati
dan tidak berjuang atau tidak berniat untuk berjuang, maka ia mati
dalam keadaan munafik," (HR Muslim).
Salah
satu tanda apakah seseorang itu niat seseorang untuk berjihad itu murni
atau tidak, adalah persiapan yang dilakukan orang yang bersangkutan.
Allah swt berfirman, "Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka
menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu ... (QS 9;46) dan
syarat-syarat untuk Jihad al-Dafi' (jihad untuk mempertahankan diri)
menurut para ulama seperti Abu Qudamah, sedikitnya ada lima syarat
antara lain, harus beragama Islam, sudah akil balig, memiliki kemampuan
finansial, berbadan sehat dan tidak cacat tubuh. Jika seseorang yang
ingin berjihad tidak memiliki kemampuan finansial atau tidak bisa
mencari orang yang membiayainya, atau menderita penyakit, atau
menderita cacat tubuh, maka orang yang bersangkutan tidak memenuhi
syarat untuk berjihad.


Tapi Allah swt berfirman
tentang orang-orang yang tidak mampu pergi berjihad pada saat perang
Tabu, "Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka
datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan lalu kamu berkata,
'aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu' sedang mata mereka
bercucuran airmata karena kesedihan lantaran mereka tidak memperoleh
apa yang akan mereka nafkahkan."

2. Berdoa pada Allah agar memberikan mati syahid.


Rasulullah saw bersabda,"Siapa
saja diantara kamu yang berdoa pada Allah agar diberi mati syahid,
Allah akan memberikan pahala mati syahid bahkan jika orang itu wafat di
atas tempat tidurnya," (HR Muslim).


Allah senang dengan hambanya
yang berdoa agar mati dalam keadaan syahid, karena itu menunjukkan
bahwa kita rela mengorbankan hidup kita untuk Allah swt. Tapi
berhati-hatilah, jangan sampai doa itu hanya manis di dbibir saja.
Seseorang yang benar-benar mengucapkan syahadat akan memenuhi panggilan
jihad kapanpun ia mendengar panggilan itu dan benar-benar akan mencari
kematian di jalan Allah.
Salah
satu alasan mengapa musuh-musuh Allah sukses mengalahkan sekelompok
umat Islam dan mengambilalih tanah mereka, itu karena sekelompok umat
Islam itu kehilangan cinta menjadi seorang yang gugur syahid.


Rasulullah
bersabda,"Bangsa- bangsa akan menyerang kalian seperti sekelompok
manusia yang sedang makan dalam satu piring." Kemudian sahabat berkata,
"Apakah itu karena jumlah kita yang sedikit?". Rasulullah
menjawab,"Bukan, jumlah kalian banyak. Tapi kalian seperti buih di
laut, dan Allah akan menyingkirkan rasa takut dari dalam dada
musuh-musuhmu terhadapmu dan Allah akan menempatkan dalam hatimu
'wahan'. Sahabat bertanya lagi, "Apa itu wahan, ya Rasulullah?"
Rasulullah menjawab: "Wahan adalah rasa cinta pad dunia dan takut mati"
(HR Abu Dawud).


Budaya mati syahid, kata
Syaikh Awlaki, harus dipupuk kembali karena musuh-musuh Allah tidak
takut dengan apapun, kecuali takut dengan kecintaan kita pada mati
syahid.

3. Berjihadlah dengan Hartamu


Jihad harta menekankan
pentingnya kita mengorbankan harta benda kita, karena jihad itu sendiri
membutuhkan dana yang besar. Dengan kata lain, tidak ada uang, tidak
ada jihad dan jihad membutuhkan modal yang besar. Itulah sebabnya,
al-Qurtubi dalam tafsirnya mengatakan, memberikan uang untuk sedekah
pahalnya 10 kali lipat. Tapi memberikan uang untuk berjihad pahalanya
700 kali kali lipat!
Allah
swt berfirman: "Perumpaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang
yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir
benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir seratus biji.
Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki (QS
2;261)


Bagi umat Islam yang tinggal
di Barat, yang paling penting bagi mereka menurut Syaikh Awlaki, adalah
berjihad dengan harta-harta mereka karena dalam banyak kasus, para
mujahidin lebih membutuhkan banyak dana dan bukan sumberdaya manusia.
Dalam hal ini Syaikh Awlaki mengutip ucapan Syaikh Abdullah Azzam yang
mengatakan," manusia membutuhkan jihad dan jihad membutuhkan dana."

4. Menggalang Dana untuk Para Mujahidin


Selain menafkahkan harta kita
untuk para mujahidin, kaum Muslimin disarankan juga mengajak umat untuk
menggalang dana guna membiayai perjuangan para mujahidin. Rasulullah
bersabda,"Mereka yang mengajak saudara-saudaranya berbuat baik, akan
menerima pahala sama dengan sebanyak orang yang melakukan perbuatan
baik itu." Dengan menggalan dana untuk para mujahidin, kaum Muslimin
sekaligus menjalankan sunnah Rasulullah yang senantiasa beliau lakukan
sebelum pergi berperang.

5. Mendanai seorang Mujahidin


Rasulullah bersabda,"Siapa
saja yang mendanai seorang pejuang untuk berjuang di jalan Allah, sudah
melakukan jihad." (Majma' al Zawa'id). Mendanai termasuk membiayai
seluruh keperluan si mujahid, termasuk membayar ongkos perjalanannya.
Ini memberikan peluang bagi orang-orang berharta dan orang-orang miski
untuk sama-sama mendapatkan pahala jihad. Si kaya memberikan dana, si
miskin pergi ke medan juang.

6. Mengurus Keluarga Mujahidin


Mengurus keluarga Mujahid bisa
dilakukan misalnya dengan melindungi keluarga mereka, memenuhi
kebutuhannya dan memberikan bantuan finansial serta menjaga kehormatan
mereka. Rasulullah saw bersabda;
-Siapa
saja dari kalian yang mengurus keluarga dan harta seorang mujahid akan
menerima pahala setengah dari pahala berjihad (HR Muslim) -Kewajiban
melindungi kehormatan para istri mujahid bagi orang-orang di
sekitarnya, seperti kewajiban menjaga kehormatan ibu-ibu mereka. Jika
seseorang yang tidak pergi berjihad berjanji untuk melindungi seorang
istri mujahid tapi mengkhianati janji itu, pada hari Kiamat si mujahid
akan diberitahu bahwa orang itu telah berkhianat maka si mujahid bisa
mengambil semua pahala kebaikan orang yang berkhianat tadi. (HR Muslim)
-Siapa saja yang tidak pergi berjihat, tidak mendanai seorang mujahid,
atau mengurus keluarga seorang mujahid, akan mengalami bencana sebelum
ia meninggal (Abu Dawud).


Jika seseorang merasa takut
akan keamanan keluarganya, setan akan memanfaatkannya dan mencegah
orang bersangkutan pergi berjihad. Bahkan jika orang bersangkutan
melawan godaan setan dan pergi berjihad, setan bisa menggodanya kembali
dan melemahkan orang tersebut dengan membisikkan rayuan tentang
orang-orang yang dicintainya yang ia tinggalkan. Oleh sebab itu,
menjaga dan mengurus keluarga para mujahidin akan membantu meningkatkan
moral para mujahidin dan oleh sebab itu Islam memberikan perhatian yang
besar tentang kewajiban mengurus keluarga dan harta para mujahidin.

7. Mengurus Keluarga Mujahidin yang Gugur Syahid


Mereka yang gugur syahid telah
berjuang untuk Islam dan umat Islam. Mereka mengorbankan jiwa dan raga
untuk saya dan untuk Anda. Itulah sebabnya keluarga para mujahidin
gugur harus dilayani dan dihormati. Ketika Ja'far bin Abu Talib gugur
dalam perang Mut'ah, Rasulullah saw berkata pada
isteri-isterinya, "Siapkan makanan untuk keluarga Ja'far karena mereka
telah menunaikan urusan mereka", kemudia Rasulullah datang ke rumah
Ja'far. (HR Abu Dawud dan al-Tarmidzi) .


Imam Ahmad meriwayatkan,
ketika Rasulullah saw menerima kabar bahwa Ja'far gugur syahid,
Rasulullah datang ke rumah Ja'far dan menyuruh isteri Ja'far agar
memanggil anak-anaknya. Ketika anak-anak itu datang ke hadapan
Rasulullah, Rasulullah saw memeluk dan mencium anak-anak Ja'far sambil
meneteskan air mata. Asma, isteri Ja'far bertanya pada Rasulullah
"apakah terjadi sesuatu?" Rasulullah berkata," Ya, Ja'far gugur hari
ini." Asma berkata, ketika ia mendengar berita itu, ia menangis dan
menjerit-jerit. Rasulullah pergi meninggalkannya dan meminta
isteri-isterinya agar jangan lupa menyiapkan makanan untuk keluarga
Ja'far karena keluarga Ja'far kesusahan karena urusan-urusannya.


Anak-anak para mujahid yang
gugur membutuhkan para lelaki untuk menjaga dan mengurus mereka. Para
istri mujahid yang gugur harus diberi kesempatan untuk menikah lagi,
jika memang menginginkannya. Hal ini kata Awlaki, membutuhkan perubahan
pada dua kebiasaan di kalangan umat Islam.


Pertama, umat Islam harus
mengubah pandangan negatifnya terhadap kaum perempuan yang bercerai dan
janda. Stigma negatif terhadap kaum perempuan yang bercerai atau
menjadi janda harus dihapus dari komunitas Muslim. Kedua, bersikap
lebih toleran dengan isu poligami. Karena ini menjadi kebutuhan,
apalagi di saat terjadi peperangan. Pada masa sahabat Rasulullah, tidak
ada perempuan yang dibiarkan tanpa suami.

8.Mengurus keluarga para tawanan perang


Mengurus keluarga para tawanan
perang, pahalanya sama dengan mengurus keluarga para mujahid. Hal ini
sangat penting menjadi norma yang kembali dihidupkan agar para mujahid
yang ingin berjuang di jalan Allah tidak khawatir jika mereka gugur
atau ditawan, karena keluarga mereka akan ada yang mengurus.

9. Bayarkan zakat Anda untuk para Mujahidin


Menurut Al-Quran Surat ke-9
ayat 60, adalah delapan katagori orang yang berhak menerima zakat.
Salah satunya disebutkan untuk mereka yang dijalan Allah. Yang dimaksud
dengan "yang di jalan Allah" adalah para mujahidin.


Imam Nawawi dalam al Minhaj
tentang zakat mengatakan bahwa para pejuang di jalan Allah berhak
menerima apa yang mereka perlukan untuk membayar biaya pengeluaran
mereka dan biaya kebutuhan keluarganya mulai dari si mujahid berangkat
sampai kembali pulang, bahkan jika ia tidak pulang untuk jangka waktu
lama. Oleh sebab itu, Syaikh Awlaki menganjurkan umat Muslim untuk
membayarkan zakat-zakat mereka pada para mujahidin dan keluarganya.

10. Memberikan bantuan medis pada mujahidin


Para mujahidin membutuhkan bantuan dokter, rumah-rumah sakit, 

klinik dan tentu saja
obat-obatan. Saat ini banyak tenaga dokter Muslim, tapi pada saat yang
sama kita sering mendengar banyak mujahidin yang mengalami luka, yang
sebenarnya tidak berat meninggal dunia karena ketiadaan bantuan medis.


Para Muslim yang belajar
kedokteran dan mengklaim mereka melakukan itu karena Allah dan untuk
kepentingan umat tapi tidak mau memberikan bantuan medis pada
mujahidin, kemana mereka? Para pekerja medis Muslim punya tanggung
jawab yang besar dan tidak bisa dihindari bahwa jihad membutuhkan
kontribusi dari para pekerja medis ini. Jika mereka mau memberikan
kontribusinya, pahala yang akan mereka terima bisa lebih besar dari
para pejuang itu sendiri.

11. Memberikan dukungan moral dan semangat bagi para mujahidin


Doa-doa yang dikumandangkan
para imam, fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh para ulama untuk mendukung
perjuangan mereka dan doa yang dipanjatkan umat Islam akan memberikan
semangat dan meningkatkan moral para mujahidin untuk terus berjuang.

12. Membela para Mujahidin


Rasulullah bersabda," Siapa
saja yang menjaga kehormatan saudaranya, Allah akan melindungi wajah
mereka dari api neraka pada hari Kiamat." (al-Tarmidzi) .


Rasulullah juga berkata,
"Barang siapa berkhianat pada seorang Muslim dengan melanggar
kehormatan dan harga dirinya, maka akan dipermalukan. Allah tidak
menolong ketika pengkhianat itu membutuhkan pertolongan. Dan barang
siapa melindungi seorang Muslim yang kehormatan dan harga dirinya
dilanggar, Allah akan menoling itu ketika ia membutuhkan pertolongan. "
(Abu Dawud)
Itulah sebabnya Islam mewajibkan umatnya untuk membela mereka yang telah 
melindungi kita dan agama kita.

13. Melawan Kebohongan Media Massa Barat


Saat ini, banyak pandangan
kaum Muslimin yang dipengaruhi oleh infomasi dari media-media
Barat.Media- media Barat banyak yang berusaha menampikkan
kejahatan-kejahatan yang dilakukan negara-negara Barat, apalagi jika
kejahatan yang dilakukan itu sudah berlebihan. Sikap media Barat
berbeda sekali jika pelakunya adalah orang Islam, mereka
memberitakannya secara berlebihan bahkan seringkali tidak obyektif dan
tidak sesuai fakta yang terjadi.


Oleh sebab itu, adalah
kewajiban bagi setiap Muslim untuk mengingatkan saudara-saudaranya agar
meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah ini. Umat Islam harus
kritis dan hati-hati dengan pemberitaan media massa Barat. Umat Islam
jangan mempercayai sumbers-sumber dari Barat sampai kebenarannya sudah
dipastikan oleh tokoh Muslim yang memang bisa dipercaya. Jangan percaya
apa yang dikatakan media massa Barat, bahkan informasi cuaca yang
mereka sajikan! (bersambung.. .)

sumber asli



========
sorry kalo ada yg double nerimanya
 
    



      

Kirim email ke