2009/2/5, yogi_22kaka <[email protected]>: > Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda > tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin > mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi > orang lain? > > Seperti yang tercantum dalam ayat "Tiap-tiap yang berjiwa akan > merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan." > (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan > untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat > ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah > meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang > akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah > ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung > melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara > kebetulan saja. > > Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia > ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya > sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. > Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan > atau untuk mengambilnya. > > Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah > ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang > prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini: > > Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka > sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan > dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang > nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." > (QS. 62:8) > > Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam > kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan > hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka > berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana > mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, > apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan > persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan > diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. > Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa > tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya > akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak > ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya > ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa > seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang- > orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak > memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian > dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya! > > Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua "kenyataan" dalam > hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan "hari-hari > indah" di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat > lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan > badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh > anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda > setelah anda mati nanti. > > Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, > anda tidak ada apa-apanya lagi selain "seonggok daging". Tubuh anda > yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia > akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain > kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. > Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan > menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda > hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan. > > Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering > dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang > datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang > mengunjungi. > > Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang > berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan > tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang- > barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain > yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang > memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau > diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih > berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan- > ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa > kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak > lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi > anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang > atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda. > > Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah > akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda > dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang > biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan > oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh > jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk > dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung > dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi > proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan > terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ > tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. > Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar > perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba- > tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai > dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan > jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk > dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga > seluruh tubuh menjadi kerangka. > > Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. > Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau > memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin > terjadi. > > Singkatnya, "onggokkan daging dan tulang" yang tadinya dapat > dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – > atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera > setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – > akan menjadi bagian dari tanah. > > Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi? > > Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti > kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan > tersembunyi yang sangat penting > > Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya > menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan > jiwa yang "dibungkus" dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia > harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. > Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba > untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang > sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan > membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir > menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi. > > Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental > manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak > disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan > eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan > seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan > kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat > sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang > melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan > bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan > merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak > akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati > dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup. > > Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke > sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga > berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran > esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi > anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah > anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan > tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya > mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun > demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan > usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk > menghindarinya: > > Katakanlah: "Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu > melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu > terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan > kecuali sebentar saja." (QS. 33:16) > > Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga > akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup > untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup > adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat > membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya > dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh > datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara > yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah > amal-amalnya saja. > > >
------------------------------------ Peraturan milis muslim_binus klik di sini : http://f1.grp.yahoofs.com/v1/gD8JRvcqXIOgvRev_FxRfzDE_ms6nyMbO8sCKnsE6Ec3KAnDRLHJ2bYKsq7VRprTbG_JybajeJH2ierzfp2G7Q/praturan%20milis%20muslim%20binus.txtYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/muslim_binus/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/muslim_binus/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
