*Qurban-kan Ismail (lagi)…*

Apakah yang paling bernilai bagi seorang ayah yang telah sangat lama
merindukan buah hati? Anak, tentu saja! Apalagi jika ayah tersebut memiliki
misi kemanusiaan yang besar, tidak hanya seorang anak melainkan harus anak
laki-laki.

Demikianlah Ibrahim, bapak para nabi dan peneguh utama keesaan Tuhan.
Demikianlah
Ismail, pemuda terbaik yang dipilihkan untuk menjadi buah hati tercinta
ayahanda teladan jaman.  Tautan cinta, kasih, sayang, hormat, dan ketaatan
antara insan Ismail-Ibrahim, paling melegenda.


Untuk sebuah rencana sangat besar dan abadi, Yang Maha Berkehendak kemudian
menguji tautan bak berlian manikam itu. Diperintahkannya pemutusan cinta,
kasih, sayang, hormat, ketaatan, dan nyawa; untuk sebuah kehambaan. Sebuah
perintah yang menihilkan keniscayaan otoritas kemanusiaan untuk hanya
ke-Maha Esa-an otoritas Tuhan.

Ibrahim-Ismail adalah dua badan berjiwa malaikat.  Mereka sangat memahami
bahwa untuk menjadi pribadi besar tak berhingga itu, harus dengan menihilkan
dirinya dihadapan-Nya.  Untuk sebuah hikmah abadi, harus ada pengorbanan
yang meluluhlantakkan sisi kemanusiaan.  Untuk sebuah pembelajaran umat
manusia sepanjang jaman dibutuhkan pengorbanan tidak sekedar darah, cinta,
nyawa, kehormatan, kasih, sayang, dan keluarga;melainkan pengorbanan total
kemanusiaan dirinya. Ibrahim-Ismail membuat diri mereka bernilai nol
dihadapan Tuhannya.  Hanya satu kepentingan, yakni kepentingan Yang Maha
Esa!

……

Apa yang Anda qurbankan pada Idul Adha lalu?  Seekor kambingkah? Seekor
sapikah? Atau sesuatu yang paling berharga di dunia ini! Apakah yang paling
berharga bagi dirimu?  Apakah ismail-mu? Sudahkah ismail-mu diqurbankan
pada-Nya?

Ismail-mu bukanlah putra tertuamu, karena pasti hanya ada satu Ismail yang
diperintahkan-Nya untuk disembelih.  Bukan pula istri/suami dan anak
perempuanmu. Bukan pula anak buah, pendukung, apalagi rakyatmu. Ismail-mu
adalah keberadaanmu. Ismail-mu adalah sesuatu yang paling penting bagi
dirimu, yaitu Anda sendiri.

Tapi mohon untuk tidak tergesa memahami. Ismail-mu bukan raga fisikmu!
Bukankah persembahan qurban jasad manusia telah lama dihapuskan dan
diharamkan?

Terdapat 363 hari yang berpotensi menjadi Hari Raya Qurban Anda.  Pada 363
hari itu, Anda dapat mengurbankan atribut-atiribut ismail Anda seperti:
tabungan jaminan hari tua, waktu *hang-out* harian, lembar 100 ribu terakhir
di dompet, izin pada istri untuk menjenguk orang tuanya yang sakit,
permintaan maaf yang tulus pada putra-putri kecil, sapa penuh hormat pada
pembantu, memuliakan anak buah, bersilaturahim pada musuh, memaafkan
pengkhianatan teman, dan seterusnya.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk menyusun 363 atribut ismail Anda, mohon
tidak segan mengirimkan sebuah e-mail pada [email protected] atau
dengan meninggalkan pesan di web syarifniskala.com.  Dengan daftar itu, Anda
akan mudah menjadikan 363 hari tersisa sebagai Hari Raya Qurban Anda.

Doa dan terima kasih dihaturkan untuk Pak Mario Teguh dan Bunda Neno
Warisman, yang menjadi inspirator mengalirnya sudut pandang di atas.  Bunda
Neno, terima kasih atas tulisan ismail Bunda Neno di Padang Arafah.

Sahabat-sahabat anggota millist dan tim moderator yang budiman, terima kasih
yang dalam atas kebersamaan yang membesarkan ini.

Salam Takdim

Syarif Niskala

Kirim email ke