Menyikapi Faham Wahhabi
oleh : ILHAM THABRANI

Pesatnya perkembangan dakwah islamiyah dewasa ini patut kita syukuri, hampir 
seluruh lapisan masyarakat mulai tersentuh ruhul islam. Suburnya kegiatan 
majlis taklim di berbagai kalangan menjadi fenomena yang menggembirakan, tak 
ketinggalan semangat para pemuda dalam mempelajari dan mengamalkan tuntunan 
Al-Qur'an dan Al-Hadits. 
Seiring dengan itu problem dakwah pun mulai bermunculan, karena adanya pihak- 
pihak yang khawatir akan kebangkitan islam di Indonesia. Sehingga issue- issue 
miring ditebarkan dengan mudahnya, hal ini akan membuat sebagian kaum muslimin 
merasa resah dan terjadi kesalah fahaman satu dengan lainnya. Diantara salah 
satu issue tersebut adalah FAHAM/ GOLONGAN WAHHABI.
Oleh karena itu kami berkewajiban memberikan bayan (penjelasan) kepada kaun 
muslimin, agar tidak terjebak dalam sikap ashobiyyah (fanatisme golongan) dan 
tafarruq (perpecahan) di saat iklim ukhuwah islamiyah yang sudah kondusif ini.

•       Istilah Wahhabi adalah faham/ golongan yang disandaarkan kepada Syekh 
Muhammad bin Abdul Wahab. Salah seorang ulama dari Uyainah (lahir 1115 H wafat 
1206 H), Saudi Arabia.
•       Aqidah beliau adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, karena sangat kuat 
berpegang kepada Al- Qur'an dan Al-Hadits serta Ijma' ulama. Hal ini terlihat 
dari berbagai karya beliau diantaranya: Kitabut Tauhid, Ushul Iman, Mufidul 
Mustafid Kufri Takirit Tauhid, Kasyfu Syubuhat, Tsalatsatul Ushul, Mukhtashor 
Siroh, Mukhtashor Fathul Baari, Mukhtashor Zaadul Ma'ad, Masail Jahiliyah, 
Fadhoilush Sholah, Kitabul Istinbadh, Adabul Masy-yu ilash Sholah, Majmu'atul 
Hadits, dll.
•       Karya- karya beliau sebagian besar sudah diterjemahkan ke dalam bahasa 
Indonesia, dan tersebar keseluruh penjuru negeri ini. Sampai hari ini belum ada 
pengaduan ke lembaga resmi pemerintah MUI, Kejaksaan Agung atau Kepolisian, 
perihal karya beliau yang dianggap menyimpang.
•       Sebagian karya beliau menjadi rujukan untuk kurikulum resmi diberbagai 
pesantren, perguruan tinggi, dan majlis taklim. Dikarenakan pembahasannya yang 
ilmiyah, mudah dipahami dan cakupannya meliputi seluruh aspek hidup kaum 
muslimin.
•       Bahkan karya beliau tersebar keseluruh dunia muslim dan diterjemahkan 
dalam berbagai macam bahasa. Para ulama dunia pun menyambut baik dan tak luput 
memberikan pujian atasnya.
•       Banyak tulisan dari para ulama yang menyingkap faham/ golongan wahhabi 
ini dengan obyektif. Diantaranya yang paling lengkap adalah karya Prof. Dr. 
Nashir bin Abdul Karim Al- Aql dengan judul: Islamiyah laa Wahhabiyah, dan 
sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul: "Hanya Islam Bukan 
Wahhabi", terbitan Darul Falah-Jakarta.
•       Sesungguhnya istilah Wahhabi itu awalnya tidak ada, penamaan itu muncul 
untuk memberi citra buruk kepada orang yang istiqomah di atas Al-Qur'an dan Al- 
Hadits. Tujuannya adalah, seolah- olah dakwah Wahhabi adalah dakwah yang baru 
dan mengkultuskan pencetusnya. Padahal ketika seluruh karyanya ditelaah, maka 
akan tersingkap kebohongan tuduhan tersebut.

Atas dasar poin diatas, kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat 
muslim, agar bersikap rasional, lebih mengedepankan persuasif dan dialogis, 
serta tabayyun apabila ada kesalah fahaman yang terjadi di masyarakat terkait 
pemahaman agama. Hilangkan dan jauhi sifat buruk sangka terhadap saudarnya 
sesame muslim. Tunjukan rasa ukhuwah islamiyah dan jalin rasa toleransi dalam 
masalah- masalah furuiyah dan ijtihadiyah.
Semoga Allah Ta'ala senantiasa mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita 
semua, aamiin.

nb:Bila berkenan silahkan bantu publikasikan artikel ini.jazakumullah.

file .docnya : 
http://www.kitaupload.com/download.php?file=88MENYIKAPI_FAHAM_WAHHABI.doc

Kirim email ke