Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal



--- In [email protected], mata hati <ardlinury...@...> wrote:

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
akhi, kepada yang masih ingin terus belajar dan terus memahami dien dgn lugu =
lurus dan gugu......
risalah berikut akan membuat kita gembira...silahkan ditelusuri.......

janji Allah benar adanya: agama ini akan terjaga, dan cahayaNya tidaklah
akan padam.......smg Allah SWT menjaga ustadz yg berjidal dgn ummat
liberal............

islam datang dgn asing, dan berakhir dengan asing pula......

jaga diri, istri, anak, keluarga......mari, kita jaga.



*INDEX*

* *

*http://www.freewebs.com/ulil-awam/index.htm* Inilah rekaman diskusi via
surat elektronik (email) antara seorang awam (Yusuf Anshar) dengan seorang
intelek liberal yang tidak lain adalah Koordinator Jaringan Islam Liberal
(JIL) Ulil Abshar Abdalla.
Sesungguhnya syubhat-syubhat (wacana-wacana untuk menimbulkan keraguan dan
kerancuan terhadap ajaran Islam) yang dilontarkan oleh kaum liberal tidaklah
bernilai apa-apa. Untaian dalil-dalil al-Quran dan al-Hadits sudah cukup
jelas dan lugas untuk membantah ocehan dan bualan mereka yang ngawur.
Bila kemudian seorang awam membantah bualan mereka dengan sedikit
berolah-akal, hal itu karena "gemas" melihat kepongahan dan kelancangan
mereka. Seakan-akan hanya merekalah yang berakal, sedang orang-orang yang
beragama dengan "lugu" (lurus dan gugu = taat) adalah orang-orang yang
pandir (sufaha'). Keculasan berpikir mereka sangka kecerdasan berpikir.
Keliaran dan kebablasan berpikir mereka kira bagian dari kebebasan berpikir.
Puhh!!
Dalam perdebatannya, "orang awam" tidak banyak mengutip dalil (al-Quran dan
al-Hadits). Asumsinya, kaum liberal sebetulnya tidak percaya dengan
keduanya. Kalaupun percaya (percaya macam apa?), al-Quran dan al-Hadits bagi
mereka hanyalah sebagai objek permainan, bahan diskusi dan perdebatan, bukan
sebagai sumber pengetahuan dan petunjuk.
Diskusi ini terbagi atas beberapa babak:
1) Orang awam menekuk intelek
liberal<http://www.freewebs.com/ulil-awam/tekuk.htm>
Diskusi awal yang berlangsung lewat email pribadi. Sebelum mempublikasikan
diskusi ini, orang awam terlebih dahulu mengirimkan email
pemberitahuan<http://www.freewebs.com/ulil-awam/pemberitahuan.htm>tapi
tidak digubris oleh sang intelek liberal. Bukti otentik (file PDF)
diskusi ini bisa download di sini <http://www.isnet.org/files/diskusi.zip>.
2) Orang awam meringkus intelek
liberal<http://www.freewebs.com/ulil-awam/ringkus.htm>
Dengan menggunakan nama "abdul razak", orang awam ikut nimbrung di milis JIL
untuk menyebarkan alamat website yang memuat diskusi pertama di atas
sekaligus membantah para intelek liberal.
3) Orang awam membanting intelek
liberal<http://www.freewebs.com/ulil-awam/elaborasi.htm>
Setelah "abdul razak" ditendang dari milis JIL, orang awam berulang kali
masuk ke milis dengan beberapa kali ganti nama (berhubung kepesertaannya di
milis selalu dicabut) untuk membanting tulisan-tulisan Ulil.

   - tentang maqashid
as-syariah<http://www.freewebs.com/ulil-awam/elaborasi.htm>
   - tentang kritik terhadap otoritas
hadits<http://www.freewebs.com/ulil-awam/hadits.htm>

4) Orang awam menantang intelek
liberal<http://www.freewebs.com/ulil-awam/tantang.htm>
Berhubung kepesertaan orang awam di milis selalu berujung dengan pencekalan
dan pencabutan maka ia mencoba menantang diskusi babak kedua. Semula Ulil
menyetujui, tapi kemudian keder lagi.
5) Orang awam membungkam intelek
liberal<http://www.freewebs.com/ulil-awam/khilafah.htm>
Karena tantangan diskusi babak kedua ditolak, orang awam terpaksa memantau
tulisan-tulisan Ulil di milis dari jarak jauh dan menuangkan bantahannya
disini sebagai suatu "diskusi monolog". Terdiri dari:

   - ocehan intelek liberal tentang
khilafah<http://www.freewebs.com/ulil-awam/khilafah.htm>
   - bualan intelek liberal tentang pindah
agama<http://www.freewebs.com/ulil-awam/agama.htm>
   - tipuan intelek liberal tentang sikap
beragama<http://www.freewebs.com/ulil-awam/irshad.htm>
   - jampi-jampi intelek liberal tentang
ekonomi<http://www.freewebs.com/ulil-awam/ekonomi.htm>
   - ilusi intelek liberal tentang realitas
objektif<http://www.freewebs.com/ulil-awam/realitas.htm>
   - racauan intelek liberal dalam perjalanan di
Paris<http://www.freewebs.com/ulil-awam/paris.htm>

*Selamat mengikuti! *




-- 
"Apa amal terbaikmu hari ini?"
+62 8888 03 6576

--- End forwarded message ---









 
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
akhi, 
kepada yang masih ingin terus belajar dan terus memahami dien dgn lugu = lurus 
dan gugu......
risalah berikut akan membuat kita gembira...silahkan ditelusuri.......
 
janji Allah benar adanya: agama ini akan terjaga, dan cahayaNya
tidaklah akan padam.......smg Allah SWT menjaga ustadz yg berjidal dgn
ummat liberal............
 
islam datang dgn asing, dan berakhir dengan asing pula......
 
jaga diri, istri, anak, keluarga......mari, kita jaga. 
 
  
INDEX   http://www.freewebs.com/ulil-awam/index.htm Inilah
rekaman diskusi via surat elektronik (email) antara seorang awam (Yusuf
Anshar) dengan seorang intelek liberal yang tidak lain adalah
Koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla.  
Sesungguhnya
syubhat-syubhat (wacana-wacana untuk menimbulkan keraguan dan kerancuan
terhadap ajaran Islam) yang dilontarkan oleh kaum liberal tidaklah
bernilai apa-apa. Untaian dalil-dalil al-Quran dan al-Hadits sudah
cukup jelas dan lugas untuk membantah ocehan dan bualan mereka yang
ngawur. 
Bila
kemudian seorang awam membantah bualan mereka dengan sedikit
berolah-akal, hal itu karena "gemas" melihat kepongahan dan kelancangan
mereka. Seakan-akan hanya merekalah yang berakal, sedang orang-orang
yang beragama dengan "lugu" (lurus dan gugu = taat) adalah orang-orang
yang pandir (sufaha'). Keculasan berpikir mereka sangka kecerdasan
berpikir. Keliaran dan kebablasan berpikir mereka kira bagian dari
kebebasan berpikir. Puhh!! 
Dalam
perdebatannya, "orang awam" tidak banyak mengutip dalil (al-Quran dan
al-Hadits). Asumsinya, kaum liberal sebetulnya tidak percaya dengan
keduanya. Kalaupun percaya (percaya macam apa?), al-Quran dan al-Hadits
bagi mereka hanyalah sebagai objek permainan, bahan diskusi dan
perdebatan, bukan sebagai sumber pengetahuan dan petunjuk.
Diskusi ini terbagi atas beberapa babak:
1) Orang awam menekuk intelek liberal 

Diskusi awal yang berlangsung lewat email pribadi. Sebelum mempublikasikan 
diskusi ini, orang awam terlebih dahulu mengirimkan email pemberitahuan tapi 
tidak digubris oleh sang intelek liberal. Bukti otentik (file PDF) diskusi ini 
bisa download di sini.
2) Orang awam meringkus intelek liberal 

Dengan menggunakan nama "abdul razak", orang awam ikut nimbrung di
milis JIL untuk menyebarkan alamat website yang memuat diskusi pertama
di atas sekaligus membantah para intelek liberal.
3) Orang awam membanting intelek liberal 

Setelah "abdul razak" ditendang dari milis JIL, orang awam berulang
kali masuk ke milis dengan beberapa kali ganti nama (berhubung
kepesertaannya di milis selalu dicabut) untuk membanting
tulisan-tulisan Ulil. 
tentang maqashid as-syariahtentang kritik terhadap otoritas hadits
4) Orang awam menantang intelek liberal 

Berhubung kepesertaan orang awam di milis selalu berujung dengan
pencekalan dan pencabutan maka ia mencoba menantang diskusi babak
kedua. Semula Ulil menyetujui, tapi kemudian keder lagi.
5) Orang awam membungkam intelek liberal 

Karena tantangan diskusi babak kedua ditolak, orang awam terpaksa
memantau tulisan-tulisan Ulil di milis dari jarak jauh dan menuangkan
bantahannya disini sebagai suatu "diskusi monolog". Terdiri dari:
ocehan intelek liberal tentang khilafahbualan intelek liberal tentang pindah 
agamatipuan intelek liberal tentang sikap beragamajampi-jampi intelek liberal 
tentang ekonomiilusi intelek liberal tentang realitas objektifracauan intelek 
liberal dalam perjalanan di Paris
Selamat mengikuti! 
  
 




-- 

"Apa amal terbaikmu hari ini?"

+62 8888 03 6576








      

Kirim email ke