Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal



--- In [email protected], "\(BAZ\)" <baz...@...> wrote:


----- Original Message -----
From: "Mailinglist Al-Sofwah" ust...@...

Akhlak Kepada Selain Muslim


Islam agama akhlak yang luhur, budi yang mulia dan perangai yang terpuji,
semua itu tidak hanya sebatas kepada sesama muslim semata, lebih dari itu,
termasuk kepada selain muslim. Bersikap adil, menjaga kejujuran, bermurah
hati, berbuat baik dan menjaga haknya merupakan perkara-perkara yang didorong 
untuk diwujudkan. Sebaliknya bersikap curang, mendustai, menzhalimi, berbuat 
buruk dan mengurangi haknya merupakan perkara-perkara yang didorong untuk 
dilenyapkan.

Ini adalah beberapa sikap mulia dari orang-orang shalih kepada selain muslim, 
saya hadirkan sebagai teladan dan agar pembaca mengetahui bahwa agama Islam 
bukan agama dengan akhlak buruk kepada selain muslim, sekalipun
sebagian kaum muslimin demikian. 

"Allah tidak melarangmu untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang 
tidak memerangimu karena agama dan tidak pula memgusirmu dari negerimu. 
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil."
(Al-Mumtahanah: 8).

Abdullah bin Umar, Mujahid berkata tentangnya, "Aku sedang bersama Abdullah
bin Umar saat itu seorang pembantunya sedang menguliti seekor kambing, maka
Abdullah berkata kepadanya, 'Wahai fulan, jika kamu telah selesai menguliti
maka orang pertama yang harus kamu kirimi daging ini adalah tetangga kita,
orang Yahudi itu."

Hal ini diulang oleh Ibnu Umar berkali-kali, maka pelayannya berkata kepadanya, 
"Engkau telah mengulang-ngulangnya berkali-kali." Maka Ibnu Umar
berkata, "Sesungguhnya Rasulullah saw senantiasa mewaisatkan kepada kami
agar berbuat baik kepada tetangga sehingga kami khawatir beliau menjadikannya 
sebagai ahli waris."

Hasan Al-Bashri berkata, "Aku mendatangi seorang majusi manakala dia sedang
menghadapi kematian, rumahnya di sebelah rumahku. Dia tetangga yang baik,
berperilaku baik, berakhlak mulia, aku berharap Allah memberinya taufik sebelum 
wafat dan mewafatkannya di atas Islam."

Aku bertanya kepadanya, "Apa yang kamu dapatkan? Bagaimana kabarmu?"

Dia menjawab, "Aku mempunyai hati yang sakit tidak sehat, badan yang lemah
tidak kuat. Kubur yang seram tidak ada teman bagiku, perjalanan jauh tidak
ada bekal untukku, titian yang kecil yang tidak aku lalui, neraka yang panas
yang tidak kuat aku hadapi, surga yang tinggi dan tidak ada bagian untukku
dan Tuhan yang adil yang tidak ada alasan untukku di hadapanNya."

Al-Hasan berkata, "Aku berharap kepada Allah agar memberinya taufik. Aku 
menghadapinya dan berkata kepadanya, 'Mengapa kamu tidak masuk Islam agar
kamu selamat?'

Dia menjawab, "Wahai Syaikh, kuncinya di tangan pembukanya sementara gemboknya 
di sini." Seraya menunjuk dadanya lalu dia pingsan.

Aku berdoa, "Ya Tuhanku, penolongku dan harapanku, jika kebaikan telah tertulis 
untuk orang ini maka berikanlah itu kepadanya sebelum ruhnya berpisah dari 
tubuhnya dan harapannya terputus."

Al-Hasan berkata, "Majusi itu tersadar dari pingsannya, dia membuka matanya.
Kemudian dia memandangku dan berkata, 'Ya Syaikh. Sesungguhnya pembukanya telah 
mengirim kunci. Berikan tangan kananmu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq 
kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.' Kemudian ruhnya terpisah dari 
badannya dan kembali ke rahmat Allah.

Salah seorang shalihin mewanti-wanti pegawainya di tokonya agar menjelaskan
cacat barang yang dijualnya kepada pembeli jika memang ada. Suatu hari datang 
seorang Yahudi datang, dia membeli kain yang cacat. Pemilik toko pada saat itu 
tidak berada di tempat.

Pegawainya berkata pada dirinya, "Orang yahudi, tidak usah diberitahu cacat
barangnya."

Kemudian pemilik toko datang. Dia menanyakan itu. Pegawainya menjawab, Aku
menjualnya kepada seorang Yahudi seharga tiga ribu dirham dan aku tidak  
menunjukkan cacatnya." Pemilik toko bertanya, "Di mana dia?" Dia menjawab,
"Telah pergi dengan kafilahnya."

Maka pemilik toko itu menyusul kafilah dengan membawa uang tersebut.
Setelah tiga hari dia menemukannya. Dia berkata kepada orang Yahudi, "Wahai
orang ini kamu telah membeli kain ini. Ini kain cacat. Ambillah uangmu dan 
berikan kainnya." Yahudi itu berkata, "Apa yang membuatmu melakukan itu?"

Pemilik toko itu menjawab, "Islam, karena Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa 
mencurangi kami maka dia bukan golongan kami." Yahudi itu berkata, "Uang yang 
aku bayarkan itu palsu. Ambillah ini tiga ribu asli dan
aku menambahmu lebih dari itu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq
kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah."
(Izzudin Karimi)




*************************************
Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik
disini
: [email protected]  Atau mau melihat artikel
sebelumnya
silahkan kunjungi web-site kami : www.tauziyah.com

--- End forwarded message ---





      

Kirim email ke