Setelah sekian lama tdk online dgn santai... sudah kangen sekali jari-jari tangan ini untuk mewujudkan keinginannya, mengetik segala yg terlintas di benak, mengendap dlm rasa.
# Mozaik 1 # Imam Sholat membacakan ayat demi ayat dari surat Asy-Syams dgn lantunan yg begitu indah, menghanyutkan perasaan yg mendengarnya, menggiring makmum kpd perasaan khusyu'...mendadak tercekat, betapa dahsyat dan menyeramkannya beberapa ayat terakhir dari surat Asy-Syams tersebut. 14. Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah), 15. dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu. Ketakutan menyeruak, lantaran dgn singkat, padat, dan lugas, Allah nyatakan bahwa Allah membinasakan kaum Tsamud, dan Allah tidak takut atau pun khawatir terhadap tindakannya. Namun di kesempatan yg lain...hati ini begitu tenang, seolah asa tak berbatas lagi, tatkala seorang pembaca Al-Quran, melantunkan ayat tersebut dengan suaranya yg bening...QS. 53 - Az Zumaar : 53: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Lalu penggalan ayat QS. 6 - Al An'aam : 12 ...Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang.... dan QS. 6 - Al An'aam : 54 Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Tenang rasanya...Allah yg kita sembah begitu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, serta Maha Pengampun. Namun...setelah waktu berjalan...kembali timbul rasa cemas, takut, dan khawatir akan Murka dan Adzab Allah. Tetapi tak lama, kegundahan itu mereda, diganti dengan rasa yang bergejolak dan menderu-deru...akan Rahmat Allah dan Ampunan-Nya yg begitu luas. Ternyata...agama ini telah membentuk umatnya selalu takut, cemas...tetapi juga selalu berharap, bahagia....takut dan berharap kpd Allah. Dan perpaduan rasa yg unik ini menjelma menjadi suatu rasa...Cinta kpd Allah. Dan adalah agama ini, agama Allah, bukan termasuk dari golongan agama dan kepercayaan yg memuja sesembahannya dgn penuh rasa takut belaka. Tidak pernah sama dengan keyakinan yg melandaskan dirinya pd ritual pembantaian, penyembelihan, pengorbanan, dengan genangan darah untuk memuja sesembahannya.....seperti agama kaum musyrikin, para penganut animisme dan dinamisme serta berhala. Tapi agama ini...Islam, bukan lah pula termasuk dari golongan agama dan kepercayaan yg terlalu memuja rasa kasih sayang belaka. Tidak pernah sama dgn keyakinan yg terlalu melambungkan dengan tinggi angan para penganutnya, sehingga melalaikan dan menihilkan segala rasa takut akan ancaman adzab dari Tuhan...seolah Tuhan begitu pengasih dan sangat rela berkorban demi mereka...dan tiada pernah murka....seperti dari golongan Ahli Kitab. Agama ini, Islam, agama yg diridhoi Allah...adalah agama yg memadukan rasa Takut dan Harap kepada Allah, mewujud dalam Cinta kepada Allah. QS. 6 - Al An'aam : 147 QS. 32 - As Sajdah : 32 QS. 21 - Al Anbiyaa : 21 QS. 7 - Al A'raaf : 156 QS. 17 - Al Israa : 57 # Mozaik 2 # Entah bagaimana tradisi ini dimulai, orang merasa nikmat tidur di dalam masjid...terlebih bila bulan puasa. Bila ada jama'ah majelis ta'lim...atau dzikir berjama'ah...ternyata majelis lelap dan tidur berjama'ah tak pernah sepi dari para peminatnya. Saya tidak punya masalah dengan mereka. Siapa tahu setelah bangun tidur, menjadi segar, bisa bekerja dan beribadah dgn prima. Siapa tahu lagi lelah, setalah bangun tidur, menjadi bugar kembali. Tapi bulan Puasa tahun ini saya mendapatkan beberapa kali pengalaman yg menyebalkan. Jama'ah Penidur ini dengan 'ibadah tidurnya' telah mengganggu jama'ah yg mau sholat dan tilawatil Qur'an. Dengan seenak udelnya sambil ketawa dan bercanda, para jama'ah penidur ini mematikan lampu masjid, supaya tidur mereka nyenyak. Jama'ah lain yg sedang solat dan mengaji jadi terganggu karena mendadak gelap gulita. Ini bulan Puasa...coba bersabar thd mereka...tapi kelakukan mereka benar-benar kurang beradab. Bila orang berdzikir dgn suara jahar, mengganggu jama'ah yg sholat saja...bisa dianggap mengganggu, dan dalam sebagian kajian fiqih dianggap makruh...lantas bagaimana penilaian para ulama thd kasus yg kami alami ini? Mohon maaf...kali ini pomeo Tidur di Bulan Puasa adalah Ibadah.... terasa basi dan busuk!!! # Mozaik 3 # Penceramah Kultum Ba'da Dzhuhur ini begitu menarik perhatian banyak jama'ah...walau banyak yg sedang mengantuk, termasuk kami. Kultum nya benar-benar nyaris hanya 7 menit. Singkat, padat, lugas, mengena, menyentuh kalbu. Ia menyampaikan salah satu untaian kalimat penuh hikmah yg lazim didengar. Sudah sering didengar...bahkan kadang dijadikan dalil bagi orang-orang yg ingin mengurangi rasa bersalah atau menghindari tanggung jawab. Tapi dgn caranya...bagi kami...hikmah ini menjadi sesuatu yg baru, seolah belum pernah kami dengar. Dua sifat yg ada pada manusia, yaitu Lupa dan Salah. Penceramah menyatakan manusia sekarang stress...karena melupakan dirinya, fitrahnya. Melupakan bahwa mereka adalah makhluk, bukan Tuhan. Melupakan bahwa mereka lemah dan punya keterbatasan. Manusia sombong, memaksakan dgn segenap kemampuannya, utk menyelesaikan semua permasalahan hidupnya. Lalu dia menganggap seolah Tuhan tdk ada, seolah hanya dirinya yg sanggup atau harus selesaikan semua urusan. Hasil akhir menjadi jelas... Stress!!! Padahal kalau dgn lapang dada mereka mengakui mereka adalah makhluk yg lemah, terlebih sering lupa dan salah....stress mulai berkurang. Ya...pengakuan kelemahan dan kesalahan diri adalah pintu perbaikan mental dan pintu penyembuhan penyakit hati. Lalu sekiranya setelah sadar, mereka dgn penuh rendah hati dan harap cemas...berdoa kpd Allah utk menyelesaikan segala urusannya...niscaya cepat atau lambat...urusan tsb selesai....tentunya dgn cara yg terbaik menurut Allah swt. Yah...tapi begitulah manusia...ia lupa kalau dirinya pelupa dan tidak sempurna...bisa membuat kesalahan. Atau malah menjadikan lupa dan salah yg merupakan karakternya...menjadi dalih utk kabur dari fitrah dan hakikat kedudukan dirinya. Jadi...berbuatlah sebaik mungkin...tapi izinkan dirimu utk ada ruang menerima lupa dan salah...segera kau tutupi dgn doamu yg penuh harap dan cemas agar Allah menyelesaikan segala urusanmu dan menutupi kelemahanmu tsb...karena pada hakikatnya kau lemah...hanya Allah sajalah hakikatnya tempat bergantung dan Sang Maha Kuasa. # Mozaik 4 # Al-Quran adalah Kalam Allah, yg terbaik dari yg terbaik...dalam memberikan petunjuk...sebagai aturan hidup...sebagai penyembuh penyakit hati....sebagai pengajar yg penuh hikmah kebijaksanaan. Salah satu yg terbaik dari Al-Quran adalah kisah terbaik...kisah Nabi Yusuf as , yg diceritakan dalam surat ke-12, dgn nama yg sama dgn nama yg sedang dikisahkan. Banyak hal yg mengagumkan di dalamnya...seperti kesabaran Nabi Yusuf as yg 'terlupakan' oleh teman sejawatnya di penjara...namun tetap menolongnya dgn memberinya takwil mimpi utk Raja Mesir. Atau hal-hal misterius...pengetahuan 'khusus' yg dimiliki Nabi Ya'qub as sehingga bisa bersabar thd cobaan hilangnya Nabi Yusuf as. Ia tetap gigih ngotot menyuruh anak-anaknya mencari Nabi Yusuf as. Sampai dianggap ada masalah pikiran atau kejiwaan oleh keluarganya sendiri karena urusan ini. Atau hal-hal aneh...seperti kafilah yg kagum dan mengambil Nabi Yusuf as yg dibuang dlm sumur...akibat makar saudara-saudaranya yg dengki. Kafilah itu senang dan mengambilnya...tetapi menjualnya dgn harga yg murah. Atau hal-hal tentang pentingnya kesucian....Nabi Yusuf as yg menolak godaan istri salah seorang penguasa yg mengambilnya sebagai anak angkat. Dalam kondisi kita sekarang...situasi yg dihadapi oleh Nabi Yusuf as adalah situasi yg sempurna utk menjalankan argo dosa dari rute perzinahan. Sulit utk menahan diri dlm situasi seperti itu. Tetapi Nabi Yusuf as dijaga kesuciannya oleh Allah swt. Ia tolak ajakan zinah tsb. Atau tips & trick menjadi detektif....jika dlm tuduhan pemerkosaan...baju depan orang yg dituding memperkosa ternyata robek...maka berarti ia benar-benar berniat memerkosa. Tetapi bilang bagian belakangnya...maka si 'korban' justru berdusta dan membuat makar yg kejam. Apalagi ttg membuang rasa dendam dan memberi maaf thd orang yg menyakiti kita....sungguh terlihat sebagai happy ending dlm kisah Nabi Yusuf as. Membaca Surat Yusuf berulang kali...tidaklah bosan...karena kisah ini selalu menarik...tentu saja. Kisah terbaik dlm Kitab terbaik!!! Dari Allah swt langsung!! Wassalam, Nugon Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal
