# Mozaik 5 #

Lidahnya tak lancar berbicara, tapi berbicara langsung dgn Allah swt.
Beliau adalah Nabi Musa as. (QS. 4 - An Nisaa : 164 , QS. 7 - Al A'raaf : 144)

Fir'aun menertawakannya.
Fir'aun mencelanya. 
Fir'aun menghinanya. (QS. 43 - Az Zukhruuf : 52)
Fir'aun mengingkarinya. 
Fir'aun mendustainya.

Maka Tenggelamlah Fir'aun beserta bala-tentaranya.
Dan Jayalah Hizb Allah, yaitu Nabi Musa as beserta umatnya.

Dan adalah Nabi Musa as termasuk dari golongan Ulul Azmi.


# Mozaik 6 #

Bulan Ramadhan ini cukup membuat miris hati.

Tawuran masih merebak di beberapa daerah, bahkan sudah memakan nyawa di daerah 
Tambun.

Antrian zakat ke salah satu rumah pengusaha kembali terjadi. Peminatnya begitu 
membludak, mengantri utk mendapatkan zakat tsb. Banyak Lansia, Ibu-ibu, anak 
kecil dan balita yg kelelahan, bahkan pingsan akibat berdesakan. Mimpi buruk 
tahun lalu kembali menghantui. Karena kejadian yg serupa di tahun lalu, telah 
meminta korban jiwa.

Gempa mengguncang di beberapa daerah, terutama di Jawa Barat....banyak orang 
berpuasa berselimutkan ketakutan akan bumi yg berguncang, atau bertudungkan 
duka cita lantaran hilang jiwa dan harta.

Asap kebakaran hutan mengiringi Ibadah Puasa beberapa di Sumatera dan 
Kalimantan.

Masih banyak lagi yg membuat miris hati.

Semua orang sibuk membicarakan, menjadikan hal-hal di atas bahan diskusi.
Bila ada yg bertanya, solusinya apa?

Yang saya tahu, solusinya adalah taubat seperti yg telah sukses dilakukan kaum 
Nabi Yunus as. (lihat QS. 10 - Yunus : 98). Banyak yg menyetujui, semua 
komunitas mengangguk-angguk.

Yang saya tahu, bencana muncul karena lalai bersyukur, seperti kaum Saba yg 
mendapat musibah Sailul 'Arim - bobolnya bendungan Ma'rib. (lihat QS 34 - 
Saba'). Masih banyak yg setuju, walau pun para rasionalis menyatakan itu kan 
murni gejala alam, atau Human Error karena tdk memperhatikan maintenance..atau 
desain bendungannya kurang bagus.

Yang saya tahu, solusinya adalah implementasi nilai-nilai dan aturan yg telah 
ditetapkan dlm Syari'at Islam (bukan hanya formalitas atau basa-basi wacana dan 
dialektika belaka).
Wah, langsung pd heboh, dibilang itu mission impossible lha, dibilang 'utopia', 
dibilang tdk plural dan tdk peduli thd nasib non-muslim, dsb. Atau dibilang sok 
tahu?

Saya memang mungkin sok tahu dan tidak seintelek mereka yg mengkritis.
Tapi memang model ini yg sudah sukses mengatasi masalah...setidaknya 
mengurangi. Karena 'hidup ini adalah masalah'...entah utk cobaan, ujian, atau 
pun hukuman.

Kalau model tsb diimplementasikan hanya dlm 2-10 tahun, lalu bisa hidup 
senyaman dan semakmur mungkin karena jitunya solusi tsb....kenapa mesti coba 
model yg lain? Hidup sendiri kok dijadikan kelinci percobaan? Ini urusan yg 
taruhannya dunia dan akhirat (bagi yg percaya akhirat).

Ndak Percaya? 

Khalifah Umar bin Khatthab ra dan Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra sukses kok 
dgn implementasi Syariat Islam. Non-Muslim juga happy pas di masa mereka.

Zaman mungkin berubah...tapi akar masalah biasanya selalu masalah...dan 
solusinya relatif tidak berubah. Pakai dong resep leluhur salafus-sholih! Yang 
lain akan kemakan zaman alias tidak sukses.

Semoga Syariat Islam cepat mewujud, biar kisah miris hati, terutama di Bulan 
Ramadhan, tidak terulang kembali. Aamiin.

Yuk, mulai berjuang, mulai dari diri sendiri, dari rumah sendiri, dari 
lingkungan sendiri.
Biar lambat, asal selamat dan mewujud.

Yg penting sabar, tetap belajar dan berusaha utk mewujudkannya, serta berdoa 
dan tawakkal....dan istiqomah utk semua itu.




# Mozaik 7 #


Indonesia dan Malaysia berseteru kembali....bahkan walau di bulan Puasa sekali 
pun.
Padahal mereka serumpun, dan mayoritas muslim.

Inilah nasib bila pemerintahannya jauh dari agama...dan kering dari ulama yg 
tulus dan ikhlas menasehati umaro (pemimpin) nya jika melenceng dari tuntunan 
agama.

Bukankah ghoshob, mencuri, mengambil yg bukan hak miliknya, memanfaatkan 
sesuatu tanpa izin empunya adalah haram dan berdosa?

Bukankah menerima dan mengayomi golongan yang menistakan dan mencederai agama 
Islam macam Ahmadiyah, Liberalisme, dan yg seafiliasi dgn mereka.... berarti 
punya saham dalam dosa mereka?

Bukankah pemerintah yg tutup mata terhadap penindasan dan penyiksaan serta 
perampokan hak-hak orang yg bekerja adalah termasuk pelaku kedzholiman? Apalagi 
yg ditindas adalah orang merdeka, lahir dari rahim orang yang merdeka.... yg 
bekerja dgn kontrak....sungguh besar kedzholiman tsb, dan berat hukumannya 
kelak. 

Malaysia dan Indonesia, serumpun dan mayoritas penganut agamanya sama...tapi 
mohon maaf...termasuk kita dan mereka...sama-sama jauh dari nilai agama. 

Agama hanya dijadikan wacana dan dialektika semata...atau formalitas semata yg 
kering dari ruhnya. Dan Umaronya lalai dari menegakkan agama, Ulamanya yg tulus 
lagi hanif telah langka...yg tersisa hanya 'ulama yg lalai atau 'ulama imitasi.



# Mozaik 8 #


Kalau bulan puasa kali ini hampa, mungkin penyebabnya ada pd hidangan mata dan 
telinga kita tatkala berbuka puasa dan sahur.

Dulu lantunan Al-Quran dan sholawat, serta siraman rohani yg mengiringi kita.
Tapi kini sinetron, lawakan sarkastis, ghibah alias gosip binti infotainment yg 
mengiringi kita.

Lalai kita dari doa dan dzikir pd saat menjelang berbuka puasa, berbuka puasa, 
sahur, dan shubuh. Padahal itu waktu-waktu mustajab.

Tak percaya? Lihat berapa banyak orang yg tertawa terbahak-bahak dengan mulut 
terbuka selebar gua pd waktu tsb....ketimbang yg termenung untuk muhasabah dan 
dzikrullaah...atau meratap merintih berdoa.

Diakui...Ramadhan kali ini tdk optimal...dan hal di atas bisa jadi salah satu 
penyebabnya. 

Ya Allah , lindungi kami dari lalai mengingatmu.
Ya Allah, jangan kau tinggalkan kami sekejap mata pun.

Allahumma 'a-innaa 'alaa dzikrika, wa syukrika, wa husnii 'ibaadatika.
Robbanaa Laa Takilnaa ilaa anfusinaa thorfatan 'ain.





Wassalam,




Nugon

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal


      

Kirim email ke