Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!
http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal --- In [email protected], Martin Wong <upmar102w...@...> wrote: Assalamualaikum wr wb, sekedar curhat, dalam islam, kita mengenal "dakwah" untuk mensyiarkan agama ini. apa itu dakwah? apakah sama dg missionarisme? apakah sama dg islamisasi (seperti kristenisasi)? yang saya pahami secara biblical context.... kristenisasi lebih bersifat offensive dan memaksakan. kata siapa? menurut saya? mungkin anda2 bisa mempertimbangkan ini .... Matius 28:19 Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu murid-Ku, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, dan Anak dan Rohulkudus; Markus 16:15-16 Lalu bersabdalah Yesus kepada mereka itu, "Pergilah kamu ke seluruh bumi, beritakanlah Injil itu kepada sekalian alam. Barangsiapa yang percaya dan yang dibaptiskan, ialah akan diselamatkan, tetapi barangsiapa yang tiada percaya itu, ialah akan dihukumkan. ayat yg saya kutip hanya sebagai perbandingan saja. maka tidak heran dalam catatan sejarah, penjajahan, kolonisasi dg Gold, Glory, Gospel merupakan salah satu tool utk missionarisme. begitu juga Perang Salib I, yg dipelopori perintah Paus Urbanus. bagaimana dg dakwah? apa itu dakwah? apakah hal yg sama seperti termaktub secara biblical. pertama dari maknanya. dakwah yg memiliki akar "dal-ain-wauw", berakar kata "da'a" yg berarti "mengundang". berarti dakwah memiliki makna, "mengumumkan undangan", bukan memaksakan orang utk hadir. seperti halnya undangan resepsi pernikahan, anda kan boleh hadir, boleh tidak? makanya disebut "undangan", bukan "perintah hadir di resepsi". apakah ini sesuai dg yg dikatakan quran? Qaaf 45. Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali- kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka ... Ar Ra'd 40. .... sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja Al Ghaasyiyah 21-22. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka islam sangat menghargai toleransi dalam beragama, bagaimana toleransi itu? Al Baqarah 256. Tidak ada paksaan untuk agama (beragama islam) Al Kaafiruun 6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. jadi islam tidak mengenal pemaksaan agama pada seseorang, kalau pun ada yg melakukannya berarti dia bertindak diluar context qurani. bahkan seorang murtad, tidak akan diapa2kan, karena hukumannya Allah yg berikan, bukan manusia .... Al Baqarah 217. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. salah satu bidang yg saya minati, dan salah satu komponen dalam dakwah ini adalah masalah "perbandingan agama". kebanyakan org menyebutnya "kristologi", sebenernya kurang tepat sih, walaupun kristologi salah satu bagian dari perbandingan agama juga. lebih spesifik saya membandingkan judaisme dan kristianiti dalam kaitannya dg islam. banyak di antara rekan kita, ngalor-ngidul, menggunakan kristologi ini sebagai alat dakwah. itu benar, namun beberapa bersifat offensive, masuk ke milist2/forum2 kristen, mendiskreditkan agama kristen, dg harapan dari tindakannya itu ada org yg masuk islam dan menjadi mualaf, akhirnya malah jadi debat kusir. kebanyakan yg saya kenal, justru pengetahuan islamnya gak memadai, dan kebanyakan hanya copy-paste dari tulisan2 orang, seperti buku the choice - ahmed deedat, dll. saya kurang setuju dg cara2 seperti ini, kalau begitu "apa bedanya kita dg missionaris??" kristologi atau ilmu perbandingan agama, idealnya menurut saya, adalah suatu alat utk membela diri dalam suatu pembangunan apologetik atau argumentasi secara ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan secara referensi yg valid, bukan debat kusir... "pokoknya ...." kuat2an ngotot. jadi ibarat kata orang betawi "lu jual, gue beli!" ibaratnya kalau ada yg mau bermain2 dg quran dan sunnah utk kepentingan golongan mereka, gunakanlah ilmu perbandingan agama yg anda miliki. seperti di group mualaf atau milist, kalau ada yg mau "pamer" agama (selain islam) dan mendiskreditkan islam, jawablah mereka dg diskusi ilmiah, dan ladeni mereka kalau menggunakan etika diskusi yg baik (secara ilmiah dan literatur bisa dipertanggungjawabkan, bukan perasaan, emosi, atau hawa nafsu belaka). Al 'Ankabuut 46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri". kalau terjadi debat kusir, tinggalkan saja. diskusi itu gak akan menambah ilmu dan memberi faedah bagi anda. orang yg masuk islam, bukan harus lewat debat seperti itu. bahkan tingkah laku anda sehari2 juga bisa menjadi dakwah. atau anda berceramah atau melakukan kegiatan sosial, bahkan pergaulan anda dan etika anda bersosialisasi bisa menjadi dakwah. banyak hal lain yg bisa dijadikan tools bagi kita utk berdakwah, tentunya dg cara2 yg baik. saya cukup kesal, sejak saya pertama terlibat dg milist ini, beberapa email dilayangkan pada saya. "pak...pacar saya kristen, bagaimana caranya biar dia masuk islam?" .... "pak teman saya baik, saya pengen dia masuk islam... bagaimana caranya?" "pak, saya mau pacar saya masuk islam, saya ajak dia debat, tapi saya gak bisa kristologi, bantu ya pak?" dan mohon maaf email2 seperti ini saya cuekin, dan gak saya respon sama sekali, bahkan saya gak baca sampai selesai. berbeda kalau ... "pacar saya mau masuk islam, ini-itu harus gimana yah?" "teman saya baik pak, dia tertarik dengan islam, dia ingin belajar islam, ini-itunya gimana yah" dll. insya allah akan saya tanggapi kalau ada waktu. bahkan di mesjid laotze dulu, ada seorang wanita berpacaran dg pria non-muslim. apa yg dia mau datang ke mesjid kami? "saya mau pacar saya masuk islam". kemudian saya denger bisikan ke temannya "gue mau islamisasi nih hihihihihi"...ini sangat SALAH KAPRAH!! dan melecehkan islam itu sendiri, berkesan islam itu butuh banget sama kuantitas umat. kita perlu tahu, seandainya kita semua seluruh dunia ini jadi kafir! kemuliaan islam ga akan berkurang, Allah pun gak akan rugi sama sekali. siapa yg rugi? yah kita! alhamdulillah, saudara saya yg dirahmati Allah yg termasuk orang lama di mesjid laotze, menyampaikan jawaban yg bijaksana ke wanita itu. "pertama-tama sebelum mengajak pacar anda masuk islam, saya rasa anda dulu deh perbaikin islamnya", semoga Allah melimpahkan berkah dan rahmatnya utk anda bro atas kebijaksanaan anda. maksudnya cewe itu disuruh ikut pengajian yg rutin, belajar islam yg banyak. paling tidak mendalami islam, itu maksud sahabat itu. tapi ternyata dia gak mau, dan sampai sekarang gak pernah dateng lagi tuh. jadi saya mohon, janganlah kita merendahkan agama kita sendiri, walaupun gimana jeleknya kelakuan umat, islam akan tetap mulia sampai akhir. janganlah offensive terhadap agama lain, kecuali untuk pembelaan diri. janganlah memaksakan orang utk memeluk islam, karena hidayah itu sangat mahal, dan berharga. orang yg tidak tertarik (tidak pernah menyinggung islam), tidak perlu diseret2 dalam debat kusir, atau dipaksa melihat islam. kalau tertarik, bertanya, atau diskusi barulah dijawab dg baik. dakwah adalah suatu undangan, orang2 yg masuk islam adalah orang2 yg menyerah dg ikhlas. seperti akar katanya "sin-lam-mim" (silam) artinya menyerah atau bisa juga salam artinya damai. seperti para hadirin resepsi pernikahan, mereka hadir dalam acara itu secara rela, kalau gak rela gak akan hadir bukan? jadi org2 yg memeluk islam adalah orang2 yg menyerah, yg patuh, tunduk pada Allah SWT, atas kesadarannya bukan karena pamrih atau dipaksa. seorang mualaf, dinamakan mualaf dari ayat .... At Taubah 60. .... para mu'allaf yang dibujuk hatinya .... mu'allafatin qulubuhum... yang dijinakan/ditundukan/dilembutkan hatinya. mohon maaf kalau ada salah2 kata, kebenaran adalah milik Allah semata. terima kasih. Wassalam, Martin --- End forwarded message ---
