Aksi Nasional Mahasiswa Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Kamis, 29/10/2009 09:52 WIB PERNYATAAN SIKAP AKSI NASIONAL MAHASISWA 28 OKTOBER 2009 SERUAN MAHASISWA KEPADA REZIM BARU : TINGGALKAN NEOLIBERALISME, TEGAKKAN SYARIAH & KHILAFAH Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sebagai wujud rezim baru telah terbentuk beberapa hari yang lalu. Rezim baru ini, secara prinsip pemikirannya tidak berubah. Pos strategis bidang ekonomi tetap diisi oleh menteri-menteri yang pro liberal. Kecenderungan rezim baru ini terhadap ideologi sekuler neoliberal tetap bertahan seperti sebelumnya, bahkan semakin menguat. Agenda-agenda neoliberal seperti liberalisasi, privatisasi dan penghapusan subsidi akan terus berlanjut lima tahun ke depan. Hal ini penting untuk mengamankan kepentingan bisnis kapitalis baik dalam maupun luar negeri. Dan bagi negara imperialis, jaminan kebijakan ekonomi yang pro liberal penting untuk mempertahankan kerakusannya mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Proyek liberalisasi ekonomi Indonesia akan memasuki tahap implementasi. Sejak 10 tahun yang lalu, proyek liberalisasi ekonomi dipersiapkan. Lembaga-lembaga asing pun ikut andil dalam penyusunan kebijakan pemerintahan mulai dari UU Sumber Daya Air, UU Penanaman Modal, UU Mineral dan Batubara, UU Ketenagalistrikan dan sebagainya. Bahkan dalam rangka liberalisasi ekonomi, sekitar 200 UU sudah disiapkan untuk disahkan oleh parlemen terpilih. Tak ada yang menjamin kekayaan alam Indonesia tidak dijarah oleh asing dalam lima tahun ke depan. Bahkan bisa jadi BUMN strategis akan lenyap mengikuti privatisasi yang sudah digariskan sebelumnya. Kondisi ini semakin parah karena mayoritas menteri juga berasal dari partai politik anggota koalisi gemuk pendukung rezim ini. Plus 75 persen anggota parlemen juga berasal dari partai politik pendukung rezim baru ini. Artinya proses liberalisasi akan berjalan lancar dan legal tanpa proses kritik yang signifikan. Akhirnya rakyat semakin menderita dan negeri ini akan terus dilanda krisis tak berkesudahan. Fakta membuktikan bahwa sejak kemerdekaan sampai saat ini, Indonesia telah berganti-ganti rezim, tetapi rakyat tetap dalam penderitaan. Rezim orde lama telah mengelola negeri ini dengan sistem sosialisme dan berujung pada penderitaan rakyat. Rezim orde baru mengelola negeri ini dengan kapitalisme dan berujung pada krisis yang semakin menjadikan Indonesia terpuruk. Orde reformasi yang diharapkan oleh banyak kalangan akan membawa kebaikan, ternyata malah semakin menjatuhkan negeri ini dalam kubangan penjajahan neoliberalisme yang semakin hari semakin menguat. Ada persoalan mendasar yang terjadi pada negeri ini sehingga problem rakyat semakin menggunung. Tidak cukup sekedar berganti rezim tetapi sistem rusak yang membawa penderitaan rakyat harus diganti. Kondisi faktual di atas menggugah kami untuk menganalisa dan merumuskan solusi intelektual agar negeri ini segera terbebas dari penjajahan di segala bidang. Hal itulah yang mendorong kami menyelenggarakan Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII) di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2009. Lebih dari 5000 mahasiswa dari seluruh Indonesia telah berpartisipasi dalam kongres ini. Mereka berasal dari beragam latar belakang gerakan baik Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Lembaga Legislatif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa Intra Kampus maupun Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus. Pada event ini berhasil dirumuskan dan ditandatangani SUMPAH MAHASISWA 18 OKTOBER 2009. Sumpah Mahasiswa ini adalah komitmen intelektual kami sekaligus menjadi SERUAN dan TANTANGAN INTELEKTUAL kepada rezim manapun termasuk rezim penguasa yang baru agar jangan terus- menerus menambah penderitaan rakyat dengan mempertahankan sistem sekuler baik sosialisme maupun liberalisme. Sumpah Mahasiswa 18 Oktober 2009 juga merupakan komitmen spiritual kami karena keyakinan yang mendalam kepada Allah SWT dan ideologi Islam sebagai solusi tuntas problematika negeri ini. Oleh karena itu, kepada rezim baru negeri ini kami sampaikan : SERUAN MAHASISWA KEPADA REZIM BARU : TINGGALKAN NEOLIBERALISME, TEGAKKAN SYARIAH DAN KHILAFAH Melalui lembaran ini pula kami sampaikan kepada seluruh mahasiswa dan gerakannya agar tidak terjebak sekedar mengganti rezim tetapi mulailah berpikir untuk merumuskan dan menawarkan sistem baru untuk mengelola negeri ini. Dan kami menawarkan kepada seluruh mahasiswa dan gerakannya apapun latar belakangnya untuk menjadikan ideologi Islam sebagai mainstream gerakan, sekaligus menjadikannya sebagai sistem yang ditawarkan dan disosialisasikan untuk mengelola negeri ini. Bergabunglah dalam GERAKAN SUMPAH MAHASISWA 18 OKTOBER 2009. ALLAHU AKBAR! (Jakarta, 28 Oktober 2009)http://www.eramuslim.com Pemanasan global? Apa sih itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com
