Siapa bilang hanya AS yang punya Guantanamo, Israel juga memilikinya, bahkan 
mereka menghapusnya dari peta

Hidayatullah.com--PBB
telah mengirimkan permintaan resmi kepada Israel untuk mengakui
keberadaan kamp penjara rahasia 1391, yang dijuluki oleh pers sebagai
"Teluk Guantanamo Israel." Demikian menurut informasi kementerian
Palestina yang menangani urusan tahanan.

Issa Qaraqe, Menteri
Urusan Tahanan Palestina, dalam konferensi pers di Ramallah Sabtu
(20/11) mengatakan, bahwa PBB dalam surat resminya telah meminta
pemerintah Israel agar memberitahukan tentang fasilitas tersebut.

Para
pakar hak asasi manusia dan United Nations Committee Against Torture
bertanya kepada pejabat-pejabat Israel, kapan kiranya negara itu akan
membahas fasilitas tersebut, sebagai bagian kewajiban dari perjanjian
(internasional).

Meskipun Israel menolak permintaan PBB untuk
membicarakan 1391 awal tahun ini, secara tidak langsung mereka telah
mengakui keberadaan kamp penjara tersebut. Mantan menteri kehakiman
Israel Dan Merridor kepada harian Haaretz mengatakan, ia tahu ada
penjara itu tapi tidak pernah mengunjunginya.

Banyak media
memberitakan bahwa Israel memenjarakan orang-orang Palestina, Libanon
dan Arab lainnya di kamp tersebut. Jumlah tahanan orang Palestina
dilaporkan meningkat pesat selama berlangsungnya Intifada Kedua.

Para
bekas tahanan menceritakan kepada surat kabar Guardian bahwa mereka
dikurung dalam sel gelap tanpa jendela dengan sedikit cahaya.

Setelah
ditahan dan dipindahkan ke penjara itu dengan memakai penutup kepala,
para tahanan mengatakan mereka diberitahu bahwa mereka berada di
"Honolulu", "di luar perbatasan Israel", atau "di bulan".

Pemerintah Israel bahkan mengaburkan gambar foto udara serta mengubah peta 
untuk menutupi keberadaan kamp tersebut.

Dalam
wawancara dengan pers Israel dan internasional, para mantan tahanan
juga melaporkan adanya kasus pemerkosaan, penelanjangan yang
berlangsung lama, dan berbagai cara penyiksaan.

Berbeda dengan penjara Israel lainnya, Palang Merah Internasional tidak 
diperbolehkan mengunjungi fasilitas tersebut.

Ditanya
tentang berita dari Israel yang menyatakan mereka bisa membebaskan
tahanan Palestina menjelang Idul Adha, Qaraqe mengatakan Otoritas
Palestina belum menerima informasi resmi apapun tentang hal itu. Ia
menambahkan bahwa dulu Israel pernah membebaskan tahanan tanpa
memberitahukan pemerintah Palestina, sehingga mungkin saja hal itu
dilakukan.

Qarake juga ditanya tentang keadaan kesehatan tahanan
bernama Nahed Al-Aqra yang dituduh meledakkan sebuah tank Israel di
Gaza. Ia menjawab, "Kementerian mengikuti kondisi kesehatan Al-Aqra
yang buruk. Kementerian juga mengajukan petisi ke mahkamah agung agar
ia dibebaskan bersama dengan tahanan yang sakit lainnya, termasuk Akram
Mansour."

Qaraqe menambahkan, Palang Merah Internasional juga berupaya membebaskan para 
tahanan yang sakit. [di/mna/www.hidayatullah.com]
      


      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke