Lebih2 perkawinan dini seperti yang dialami Lutfiana Ulfa 12 tahun?!

--- Pada Rab, 2/12/09, bayu bintang <[email protected]> menulis:

Dari: bayu bintang <[email protected]>
Judul: [muslim_binus] Pacaran Dini Mudah Sakit-sakitan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 2 Desember, 2009, 3:12 PM







 



  


    
      
      
      Pacaran lebih dini akan makin mudah mengalami depresi dan sakit-sakitan, 
demikian hasil penelitian terbaru ilmuwan

Hidayatullah. com--Jangan
dulu pacaran kalau masih kecil. Begitu nasihat yang sering disampaikan
orangtua pada anaknya yang masih remaja. Ternyata nasihat orangtua itu
didukung oleh peneliti, semakin dini seseorang menjalin cinta semakin
besar risiko sakit hati, depresi bahkan sakit-sakitan.

Dalam
Journal of Pain, peneliti dari Universite de Montreal, University
Hospital Center dan McGill University menemukan anak remaja yang mulai
pacaran sejak usia dini lebih banyak mengalami sakit kepala, perut dan
pinggang. Mereka juga dilaporkan lebih banyak depresi dibanding rekan
seusianya yang belum pernah pacaran.

Dr Isabelle Tremblay,
seorang peneliti dari Universite de Montreal serta Dr Michael Sullivan,
seorang profesor psikolog dari McGill University telah melakukan studi
untuk mengetahui pengaruh menjalin hubungan sejak dini terhadap
kesehatan seseorang.

Sebanyak 382 pelajar remaja berumur
rata-rata 12 hingga 17 tahun di Kanada direkrut sebagai partisipan
penelitian. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner tentang frekuensi
dan intensitas mengalami gangguan emosi serta fisik dan juga usia awal
mengenal cinta.

Hasilnya yaitu, seseorang yang mengenal cinta
lebih dini cenderung menjadi pribadi yang rapuh, sakit-sakitan, merasa
tidak aman dan mudah depresi. "Gejala itu berkembang dari sejak masih
kanak-kanak, lalu remaja dan akhirnya ketika dewasa," ujar Sullivan
seperti dilansir Sciencedaily, Kamis (26/11/2009) .

Peneliti
belum sepenuhnya mengerti mengapa hal itu bisa terjadi. Namun,
kesimpulan yang dinyatakan peneliti adalah, seseorang yang menjalin
hubungan sejak dini, contohnya remaja, akan memiliki alarm rasa sakit
yang lebih tinggi, terutama jika remaja itu menjalin hubungan yang
buruk dengan pasangannya.

"Mereka punya kecenderungan tingkat
rasa sakit yang lebih mendalam. Mereka benar-benar meresapi perasaan
buruk seperti sedih atau kesal karena secara psikologi mereka sudah
mengenalnya ketika berhubungan dengan pasangannya, "jelas Sullivan.

Tapi
akibat terlalu mendalami perasaan sedih dan emosional itu adalah
depresi dan penyakit lainnya. "Karena terlalu sedih atau marah, perasan
depresi pun bisa muncul. Akibatnya mereka jadi tidak mau makan, kurang
tidur atau tidak mau melakukan apa-apa. Dari situlah muncul
penyakit-penyakit seperti pusing, sakit perut dan lainnya," jelas
Sullivan.

Mereka yang mengenal cinta dan mengalami masalah dalam
berhubungan dengan pasangan lebih dulu memiliki pandangan yang lebih
serius dan sikap yang lebih tertutup. Hal itu memicu perasaan stres dan
penyakit fisik lainnya.

Sementara itu, mereka yang belum
menjalin cinta pada usia dini cenderung lebih ekspresif dan lebih
banyak bersosialisasi dengan yang teman-teman lainnya sebagai bentuk
mencari dukungan pada saat mereka sedih atau tidak ada masalah.
[dtc/www.hidayatull ah.com]

        Akses email lebih cepat. 
 Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang 
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

    
     

    
    


 



  






      Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke