VMJ
karya : Penuliz Mizteriuz
“Assalamualaikum, dek,” sapa
Diva. Rifa gelagapan. Ia kenal suara itu dan sekarang ia tertangkap basah
sedang berdua dengan teman lelakinya.
“Ehem, wa’alaikum salam, ka.” Ia
tersenyum miris apalagi ketika Diva duduk di sampingnya.
“ngga ada
kuliah, ka?” tanya Rifa basa-basi. Diva menggeleng, “Offclass, dek, tapi Kakak
ada janji sama temen. Katanya sih dia kejebak macet
jadi mungkin agak lama nungguin nih. Kamu lagi ngebahas apa?”
“Matematika,
ka,” jawab Putra, temennya Rifa. Rifa jadi ngga enak sama Putra tapi merasa
ngga enak juga sama Diva. Menangkap
kegelisahan itu, Diva tersenyum. Haduh... haduh... adikku ini. Bathinnya geli.
Meskipun
sedikit risih melihat adiknya berduaan, Diva mencoba untuk bersikap tenang.
“Dek, Hp
kakak mati. Boleh minta sms?” tanya Diva tanpa rasa malu sedikitpun.
“Boleh, ka. Nih,”
jawab Rifa segera mengeluarkan hp-nya.
“Kamu punya
nomor Kak Reyna ngga?” tanya Diva setelah mengetik sms.
“Punya, ka. Saya
tulis namanya Rohis Reyna.”
Namun begitu
Diva memencet tombol kirim, tiba-tiba sms masuk dan tanpa sengaja Diva membaca
sms itu karena di hp bukan lagi tombol kirim namun berganti menjadi tombol
baca. “Assalamualaikum, Dek. Besok ada acara rohis, kamu ikut ya?...... –
Pengirim:
Zaid”
Ya Allah, Zaid? Ngapain dia pake panggil-panggil Dek segala? Bathin Diva ngga
keruan. Bisa-bisa kena vmj nih adikku ini. Buru-buru Diva keluar dari inbox
lalu ke pesan yang tadi belum sempat ia kirim. Sengaja ia menyimpan sms
kirimannya buat Reyna, biar Rifa bisa
ngecek pesan terkirim, dengan begitu Diva jadi bisa bikin alibi dan ngga dikira
mau macem-macem.
“Nih, Dek.
Syukron, ya. Oia, nih ada sms tapi maaf tadi ngga sengaja terbuka. Kakak ngga
baca kok,” kata Diva dengan sengaja membuka lagi sms dari Zaid. Diva memang
ngga baca semua isi sms dari Zaid. Jadi diva berharap kata-katanya bukan
kata-kata bohong.
“Iya, ngga apa-apa,
ka. HP saya emang begitu.”
“Kakak
permisi dulu ya. Kak Reyna mungkin udah sampe di depan kampus, Assalamualaikum.”
pamit Diva. Rifa mengangguk dan menjawab salam, namun wajahnya nampak pias
ketika membaca sms dari kak Zaid, “Assalamualaikum, Dek. Besok ada acara rohis,
kamu ikut ya? Acaranya seru banget lho. Nyesel kalo ngga ikut makanya kamu jaga
kesehatan biar bisa ikut ya.”
Semoga Kak Diva bener-bener ngga baca sms
ini. Harap Rifa. Tiba-tiba prasangka buruk bermunculan, jangan-jangan kak
Diva sengaja buka lagi? Dia kan ngeliat aku berduaan sama putra. Namun Sedetik
kemudian ada laporan sukses mengirim buat kak reyna. Membuat pikiran rifa tak
berkutik.
Rifa terdiam.
Ada rasa kesal saat Diva datang tapi ketika Rifa berpikir lagi, menjauh dari
kak Diva berarti bencana. Ia paling suka dipanggil, “Dek.” Dan yang
memanggilnya, “Dek” hanya kak Diva. Tapi Kak zaid juga sih, meskipun ia tahu
itu membuatnya terbang melayang. Ia juga tahu itu tidak diperbolehkan dalam
pergaulan islam...
tapi...
“Rif, gimana
nih?” tanya Putra membuyarkan lamunan Rifa.
“Oia, Jadi menurutku rumusnya gini...”
***
Sampai di
perpus Diva bener-bener kepikiran sampe resah bukan kepalang. ia duduk di
bangku panjang di dalam perpus, menunggu Reyna datang. janjiannya memang di
perpus tapi ketika melewati sebuah kelas di sebelah perpus, iseng-iseng ia
melongok. Terkejutlah ia dengan pemandangan di dalam kelas. Inisiatif untuk
mendekat,
mungkin akan menjadi peringatan untuk adiknya. Ia tahu Rifa pasti mengerti
tentang berkhalwat. Namun, sms dari Zaid? Mengapa ikhwan yang sudah senior itu
jadi seperti tak mengerti?
Diva bukannya
tidak tahu maksud Zaid untuk menarik banyak peserta untuk mengikuti acara
besar-besaran rohis, tapi ngga gitu caranya. Cara yang seperti itu bisa
membahayakan satu atau kedua belah pihak. Diva ngga akan rela adiknya kena
korban vmj yang mematikan itu.
Tapi bagaimana
caranya? Memberi sms tausiyah tentang cinta fitrah yang terarah karena ALLAH
ta’ala?
Ah, nanti malah dia jadi curiga lagi. Gimana ya? Duh Diva jadi bingung sendiri.
Tiba-tiba terlintas ide untuk meminta murrobinya Rifa memberikan tausiyah
tentang bahaya vmj dikalangan aktivis.
Diva
tersenyum. Semoga cara ini behasil. Bismillah...
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/