subhanallah,,,
artikel yang menarik...
syukron for sharing...




________________________________
Dari: Nugroho Laison <[email protected]>
Kepada: Mualaf Indonesia <[email protected]>; Majelis Rasulullah 
<[email protected]>; Dana Abadi Umat 
<[email protected]>; Komunitas Tarbawi 
<[email protected]>; Muslim Binus 
<[email protected]>; Alumni AnNabaa <[email protected]>; Alumni 
Majelis Taklim Alkhowarizmi <[email protected]>; Aisha Chuang 
<[email protected]>; Muhammadiyah Indonesia 
<[email protected]>; Muhammadiyah Society 
<[email protected]>
Terkirim: Jum, 18 Desember, 2009 17:50:12
Judul: [muslim_binus] Fwd:  Penyembelihan hewan sesuai Islam tidak menyakiti 
hewan

   
http://groups. yahoo.com/ group/Tauziyah/ message/20077


 
 
Penyembelihan hewan sesuai Islam
tidak menyakiti hewan.
 
Ini bukti ilmiahnya
(no sara)
 
Oleh : Nanung Danar Dono, S.Pt.,
M.P.[1]
 
Saat ini umat Islam banyak dihadapkan
pada tudingan-tudingan negatif, sebagai contoh, kita semua tahu bahwa setiap
tahun masyarakat Islam merayakan ibadah Qurban. Ibadah tersebut merupakan
perwujudan persembahan terbaik kita kepada Allah Swt. Ibadah Qurban
dilaksanakan melalui prosesi penyembelihan hewan qurban (sapi, kambing, domba,
unta, dll.) dengan cara tertentu. Daging-daging binatang qurban tersebut
dibagi-bagikan kepada fakir miskin, masyarakat, dan sanak kerabat.
 
Akan tetapi, kelebihan ini sering dikaitkan
dengan suatu hadits ‘unik’ yang sering ‘diartikan lain’. Hadist tersebut
berbunyi: Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan
(ihsan) pada segala sesuatu, maka jika kalian membunuh hendaklah kalian berbuat
ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih, maka hendaklah berbuat
ihsan dalam menyembelih, (yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan
pisaunya agar meringankan binatang yang disembelihnya” (HR. Muslim).
 
Hadits ini nampaknya agak sulit untuk
dijelaskan. Betapa tidak, di dalamnya terkandung kalimat bahwa seakan Allah
memerintahkan kita untuk ‘membunuh’, apalagi ada kata-kata, “…tajamkanlah
pisaunya…!” Bukankah ini menunjukkan bahwa umat Islam memang dilatih untuk
membunuh dengan kejam. Bahkan yang lebih aneh lagi, ada kalimat, “…meringankan
binatang yang disembelih!” (Aneh, khan?! Masak membunuh koq pakai kalimat
basa-basi ‘meringankan binatang yang disembelih’! Padahal kita tahu, disembelih
khan tentunya sakit sekali!?).
 
Lalu, bagaimana cara menyikapinya?
Menolak tanpa bisa memberi argumen (bantahan) atau menerima dengan setengah
hati? Sebegitu sulitkah kita meyakinkan diri bahwa Syari’at Islam adalah
syari’at yang terbaik?
 
Subhaanallah, di tengah-tengah
kegundahan umat Islam, dengan sengaja Allah Swt. telah kirimkan jawabannya.
Allah Swt. menugaskan 2 orang staf ahli peternakan dari Hanover University,
sebuah universitas terkenal di Jerman. Beliau berdua adalah Prof. Dr. Schultz
dan koleganya, Dr. Hazim. Berdua beliau memimpin suatu tim penelitian 
terstruktur
untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih manusiawi dan paling tidak sakit,
penyembelihan secara Syari’at Islam (tanpa proses pemingsanan) , atau
penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan) .
 
Beliau berdua merancang penelitian
sangat canggih mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa).
Pada permukaan otak kecil sapi-sapi tersebut dipasang elektroda tertentu
(microchip) yang disebut Electro-Encephalogr aph (EEG). EEG dipasang pada
permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak. Alat
ini dipakai untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika
disembelih. Pada jantung sapi-sapi tersebut juga dipasang Electro-Cardiograph
(ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar.
 
Untuk menekan kesalahan, sapi
dibiarkan beradaptasi dengan EEG dan ECG (yang telah terpasang) beberapa
minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, separuh sapi disembelih secara
Syari’at Islam dan separuh sisanya disembelih secara metode Barat.
 
Syari’at Islam menuntunkan
penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang sangat tajam dengan
memotong 3 saluran pada leher bagian depan (saluran makanan, saluran nafas,
serta 2 saluran pembuluh darah, yaitu : arteri karotis dan vena jugularis).
Syari’at Islam tidak merekomendasikan pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat
(Western Method) mengajarkan ternak dipingsankan dahulu sebelum disembelih.
 
Selama penelitian, EEG dan ECG pada
seluruh ternak dicatat untuk merekam keadaan otak dan jantung semenjak sebelum
pemingsanan (atau penyembelihan) hingga hewan ternak benar-benar mati. Nah,
hasil penelitian inilah yang kita tunggu-tunggu!
 
Hasil penelitian Prof. Schultz dan
Dr. Hazim di Hanover University Jerman adalah sebagai berikut :
 
Penyembelihan menurut tuntunan
Syari’at Islam
 
Pertama, pada 3 detik pertama setelah
disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat
tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama
setelah disembelih tidak ada indikasi rasa sakit.
 
Kedua, pada 3 detik berikutnya, EEG
pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara gradual (bertahap) yang
sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi
tersebut benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula
oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.
 
Ketiga, setelah 6 detik pertama
tersebut, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung
untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya
keluar. Hal ini merupakan refleks gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum
tulang belakang (spinal cord). Subhaanallah, pada saat darah keluar melalui
ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik,
tapi justeru drop sampai ke zero – level (angka nol). Diterjemahkan oleh kedua
ahli tersebut bahwa, “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama
sekali!) Allaahu Akbar! Walillaahil hamdu!
 
Keempat, oleh karena darah tertarik
dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy
meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi oleh manusia. Jenis daging
semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practice (GMP) yang
menghasilkan Healthy Food.
 
Penyembelihan ala Barat (Western
Method)
 
Pertama, segera setelah dilakukan
proses stunning (pemingsanan) , sapi terhuyung jatuh dan collaps. Setelah itu,
sapi tidak bergerak-gerak lagi sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu,
sapi dapat dengan mudah disembelih, tanpa meronta-ronta, dan (nampaknya) tanpa
rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit (tidak
sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning).
 
Kedua, segera setelah proses
pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal
tersebut mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak
(pada saat kepalanya dipukul).
 
Ketiga, grafik EEG meningkat sangat
tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini
mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa sehingga jantung
berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk
menarik darah dari seluruh organ tubuh serta tidak lagi mampu memompanya keluar
dari tubuh.
 
Keempat, oleh karena darah tidak
tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan
unhealthy meat (daging yang tidak sehat), sehingga tidak layak dikonsumsi oleh
manusia. Disebutkan dalam khasanah ilmu dan teknologi daging (dipelajari di
Fak. Peternakan UGM), bahwa timbunan darah (yang tidak sempat keluar pada saat
ternak mati/ disembelih) merupakan tempat yang sangat ideal bagi tumbuh
kembangnya bakteri pembusuk yang merupakan agen utama perusak kualitas daging.
 
Maha Suci Allah! Meronta-ronta dan
meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa
sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah
jamak menjadi keyakinan kita bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh
yang terluka pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Lebih-lebih yang terluka
adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!
 
Hasil penelitian Prof. Schultz dan
Dr. Hazim berhasil membuktikan bahwa pisau yang mengiris leher (ref. Syari’at
Islam) tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya, beliau berdua 
menyimpulkan
bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah ekspresi rasa sakit,
tetapi hanyalah ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat
darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Tentunya, hal ini tidak
terlalu sulit dijelaskan (grafik EEG tidak menunjukkan adanya rasa sakit).
 
Apabila telah disembelih, tetapi sapi
tidak segera mati, bolehkah kita menusuk jantungnya?
 
Sering kita melihat bahwa setelah
disembelih, banyak sapi yang tidak segera mati. Seringkali pula kita merasa
kasihan, sehingga muncul ide di benak kita untuk menusuk jantungnya. Sikap ini
umumnya berawal dari kekhawatiran kita kalau-kalau sapi terlalu lama menahan
sakit.
 
Hasil penelitian yang dilakukan oleh
Blackmore (1984), Daly et al. (1988), Blackman et al. (1985), dan Anil et al.
(1995) di 4 negara yang berbeda membuktikan bahwa setelah disembelih, sapi
memerlukan waktu lebih lama untuk benar-benar mati. Hal ini diduga disebabkan
oleh ukuran tubuh sapi yang lebih besar dibandingkan kambing, domba, rusa,
ayam, dll. Untuk itu, sebaiknya kita menunda hingga sapi benar-benar mati dan
tidak perlu menusuk jantungnya. Bila kita menusuk jantungnya, maka jantung akan
sobek dan kehilangan fungsinya untuk memompa darah, sehingga darah tidak dapat
maksimal terpompa keluar tubuh. Selain itu, sobeknya jantung diduga akan
menimbulkan kejutan rasa sakit yang amat sangat bagi hewan ternak yang
bersangkutan.
 
[1] Sekretaris Eksekutif LPPOM
Majelis Ulama Indonesia Propinsi DIY dan Dosen Fakultas Peternakan UGM
Yogyakarta. Mobile phone : 081 2277 6763
  
 
 
 

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi! !!

http://nugon19. blogs.friendster .com/my_blog/
http://nugon19. multiply. com/journal 

 


      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

Kirim email ke