membaca kabar dari asma nadia, terasa banget kalo beliau sibuk tapi masih terus 
bersemangat. Semoga berguna ^_^ 



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Asma Nadia <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sel, 5 Januari, 2010 00:40:08
Judul: [pembacaasmanadia] Kabar dan mimpi di 2010

  
Assalamu'alaikum wr. wb

Apa kabar rekan-rekan tersayang?
Semoga walau pun tidak selalu bertukar sapa
tetapi tetap dalam doa dan cinta, juga cita-cita yang sama insya allah, untuk 
menjadi pejuang dalam kebaikan, dan berlomba-lomba memberikan manfaat bagi 
umat, insya allah.

Kabar saya baik, alhamdulillah. Keluarga juga baik.
Belakangan saya letih dengan handphone dan facebook. BB yang biasanya jadi 
alaat bantu untuk promosi buku2 terbaru AsmaNadia Publishing House, dalam 
update status di FB, belakangan jarang saya sentuh.
Entah kenapa, merasa lebih ringan tanpa handphone, meski tentu saja tidak 
terelakkan terkadang. Sebab alat komunikasi itu penting utk berada dalam jarak 
pandang:) terutama ketika berjauhan dengan anak-anak. 

Kabar lain, panik. Sebab sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis. Asik 
bermain dengan anak-anak yang belakangan waktunya tercuri karena bundanya 
bepergian. Begitulah, sehingga waktu untuk menulis dan mengurusi penerbitan 
menjadi berkurang. Karena investornya si ayah, beliau tenang-tenang saja, happy 
malah melihat bunda bermain dengan anak-anak. Jadi tidak ada yang menegur untuk 
bekerja, hehehe.

Kemarin saya ke salon muslimah bersama Caca. Seorang gadis bernama Puri 
melakukan treatment kepada saya. Tekun, sungguh-sungguh. Tidak banyak bicara. 
Saatnya rileks, pikir saya. Memejamkan mata, itu satu pilihan yang nyaman. 
Belakangan tubuh menjadi lebih cepat lelah juga. Diam itu pilihan. Tapi 
melihatnya saya terdorong mengajaknya berbicara. Mulailah saya tanya apa 
mimpinya. Perlahan dialog mengalir
hingga kami mengobrol tentang impian, yang ternyata selama ini tidak berani 
beredar dalam imajinasi dan hati Puri.

Mimpi di masa depan, tidak boleh diukur dari kondisi saat ini, dik, kata saya 
menyemangatinya.

Mimpi tidak punya batas, semakin tinggi semakin baik. Sebab kalau pun tidak 
tercapai, dia tetap berada pada garis pencapaian yang lebih baik dari 
sebelumnya.

Mimpi itu harus dipatok, didetailkan, dicita-citakan, ditargetkan. .. sebab 
dengan begitu kita akan berpikir upaya2 apa yang harus dilakukan untuk 
mencapainya.

Setahun lagi sudah lewat. 365 hari mungkin dengan lebih banyak kesia-siaan di 
dalamnya. 365 hari yang jika saya bandingkan dengan apa yang dikerjakan ayahnya 
Caca dan Adam setiap hari, saya akan malu, karena semangat belajarnya luar 
biasa. Semangat membacanya juga luar biasa. Baru-baru ini bukunya: Cara mudah 
menemukan titik acupoint telah diterbitkan. 

Buku setebal lebih dari 350 halaman, ditulis oleh seorang yang sebelumnya tidak 
tahu apa pun tentang acupoin, namun sekarang kerap diminta untuk menjadi 
trainer dalam training accupressure, accupoint, dan sejenisnya. Buku itu telah 
diterbitkan dalam komunitas MLM tertentu sebelumnya, dan mendapat apresiasi 
luar biasa tidak hanya dari ibu2 rumah tangga dan para ayah yang melihat 
peluang untuk mengobati anak-anak mereka, atau anggota keluarga, pertolongan 
pertama dengan accupressure, misal ketika ananda sulit BAB, demam hingga panas 
tinggi, pusing, mual dstnya. Buku ini juga telah diapresiasi oleh praktisi 
accupoint dan accupressure, bahkan dokter. Alhamdulillah. Tanpa mental 
pembelajar dan pemimpi, rasanya hal ini sulit dilakukan. Sebagai seseorang yang 
setiap hari hidup bersama, saya sendiri kerap terheran-heran dengan bagaimana 
seorang Isa Alamsyah mengisi hari-harinya, masih sempat pula bermain, dan 
bermain dan bermain:) dengan anak-anak.

Saya merasa kurang membaca, kurang belajar dan masih kurang bermimpi 
dibandingkan beliau. Produktivitas menulisnya pun luar biasa. Buku terbarunya 
yang siap terbit sudah ditulis ulangnya sebanyak 3 kali hanya demi mencari gaya 
yang paling menarik untuk disajikan ke pembaca. Sebuah buku motivasi yang 
membuat kita akan berhenti berdalih dan berkata tidak bisa. Gerakan ini sudah 
dimulainya al dengan membuat grup Bisa Learning Centre di facebook (search: 
Bisa!).

Tidak ada kata tidak bisa dalam berusaha. Masalah takdir biar Allah yang 
menentukan, tetapi percayalah selalu ada ruang bagi orang-orang yang berusaha.

Ah, ya. Kemarin saya bersilaturahim dengan Dhani dan Endah, bunda Nibras dan 
Irhamna. Banyak doa dan dukungan yang saat ini mereka butuhkan. Mari berbuat 
bagi saudara kita yang saat ini sedang mendapatkan ujianNya. Galang dana, 
semoga terus berjalan. Galang doa, tentu tidak ada alasan tidak bisa terus  
kita panjatkan.

Hm, apalagi yang bisa saya sampaikan?:)
alhamdulillah dengan Khalila masih berjalan. Bagi rekan-rekan muslimah yang 
ingin terus mengupdate bisa melihat model2 terbaru Khalila di 
http://grosirjilbab .net

Dua model terbaru dan koleksi payetnya pun sudah saya update di http://anadia. 
multiply. com/photos/ album/203/ Kreasi_terbaru_ Jilbab_Khalila_

Semoga di 2010 ini Allah menjadikan kita muslim dan muslimah yang lebih smart, 
lebih dekat kepada Allah, lebih banyak memberi manfaat dan berbuat bagi umat.

Salam sayang utuk semua.

wass

Asma Nadia

ps: undangan2 menulis terus coba dikejar ya. search di message: undangan 
menulis. 


 


      Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! 
memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke