Mantap!!!

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal



--- In [email protected], "Nurjan" <nur...@...> wrote:

Hapal 2.500 Hadist
Eko Juarai Lomba Hapalan Hadist se-ASEAN
Ema Nur Arifah - detikBandung

Semoga bermanfaat.

Eko Prasetyo Murdi Utomo
Bandung - Siapa sangka, Eko Prasetyo Murdi Utomo, mahasiswa Unisba yang
duduk di semester 7 ini memiliki hapalan sampai 2.500 hadist.
Kemampuannya inilah yang mengantarkan, pemuda kelahiran Pontianak, 23
tahun lalu itu, berhasil menjuarai lomba hapalan hadist se-ASEAN.

Dalam lomba yang digelar 27-29 Desember lalu di Jakarta itu, Eko
berhasil menyisihkan 110 orang kompetitor dari Indonesia dan
negara-negara ASEAN. Atas kemenangannya, Eko mendapatkan hadiah uang
tunai Rp 25 juta dan naik haji gratis di tahun ini. Dalam lomba
tersebut, Eko dituntut hapal 500 hadist yang saat lomba akan dipilih
lima hadist secara acak untuk dibacakan.

Sebelumnya, Juni 2009 lalu, Eko juga berhasil menyabet juara 3 untuk
lomba hapalan hadist tingkat nasional. Selain itu juga pernah mengikuti
beberapa lomba Musabaqah Tilawatil QUran (MTQ).

Eko mengaku senang dirinya berhasil menjadi juara pertama. Meski
sebelumnya dia bisa menduga kemenangannya itu. Mengingat beberapa
pesaingnya memiliki sedikit kesalahan, sementara saat perlombaan Eko
berjalan lancar.

Padahal, diakui Eko, saat SMP dirinya sama sekali tidak bisa mengaji.
Bahkan, kalau shalat pun Eko hanya melakukan gerakan saja tanpa disertai
bacaannya. Namun atas inisiatif ayahnya, Eddy Susilo, Eko dimasukkan ke
Pondok Pesantren Gontor selama empat tahun. Di sanalah Eko mulai
mendalami pengetahuannya tentang Islam termasuk hadist.

"Saya sebenarnya saat SMP enggak bisa ngaji sama sekali. Cuma saat itu
diajak jalan-jalan sama ayah kemudian dimasukan ke Gontor," ujarnya.

Diakui Eko, menghapal hadist adalah keinginannya sendiri dan dilakukan
secara otodidak. Sebab di Gontor, santri lebih ditekankan untuk fasih
dalam berbahasa Arab dan Inggris serta hapalan Al-Quran. Untuk hadist,
meski ada pelajarannya, tidak dituntut lebih untuk dihapalkan.

Pemuda yang pernah bercita-cita jadi pemain basket ini tidak henti
menghapal hadist meski sudah masuk ke bangku kuliah di jurusan Perbankan
Syariah Unisba. Bagi Eko, hadist dan Al-Quran adalah pedoman umat Islam.
Seiring dengan makin meningkat hapalan hadist, diakui Eko seiring itu
pula muncul kewajiban-kewajiban beribadah lainnya. Dengan kemampuannya,
Eko juga bisa berbagi pada kawan-kawan sekitar untuk mengingatkan.

Tapi tentu saja tidak secara gamblang. Metode dakwah yang ingin diusung
Eko bukan dengan cara teriak-teriak di atas mimbar. Cukup komunikasi
persuasif person to person. "Menurut saya metode itu lebih efektif,"
ungkap EKo.

Eko pun tidak bercita-cita menjadi mubaligh. Sesuai jurusannya, dia
ingin menjadi bankir Islam yang baik tanpa melupakan untuk menghapal
terus hadist-hadistnya.

Tapi saat ini diakui Eko, dirinya belum berniat menambah hapalan
hadistnya. Dia sedang berkonsentrasi untuk menambah hapalan Al-Quran
yang saat ini baru dikuasainya secara fasih sebanyak 15 juzz.

Tapi Eko mengaku dirinya enggak neko-neko. Apa yang bisa dia kejar
sekarang maka akan dikerjakannya. Dia meyakini, apapun yang bisa
dilakukan, pasti akan ada jalannya.

Termasuk ketika masuk kuliah di Unisba yang agak ragu dengan
pembiayaannya. Namun akhirnya banyak pertolongan yang datang. Salah
satunya, dengan kemenangannya dalam lomba hapalan hadist, Eko mendapat
beasiswa bebas biaya kuliah.

--- End forwarded message ---





      

Kirim email ke