Mohon maaf bila sudah pernah membacanya, atau mungkin bila kurang berkenan.
Artikel ini menjelaskan kenapa orang tua zaman dulu punya kesehatan dan ingatan 
yg bagus, karena mereka rajin tilawatil-Quran atau minimal mendengarkannya.

Tidak tahu artinya saja benefitnya besar, apalagi bila tahu,
Subhaanalllooh.

Ini juga bisa jadi alternatif terapi atau treatment utk anak-anak yg 
bermasalah, atau bayi dalam kandungan.

Wassalam,



Nugon


Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal

--- In [email protected], "harman St.Idris" 
<harmanira...@...> wrote:

Artikel dari Suara Muhammadiyah edisi SM 02-10
mudah2-an kita senantiasa bisa menyempatkan waktu
untuk membaca Al-Qur'an.

wassalam,
harman





8 January, 2010, 4:18 am

KESEHATAN
Membaca Al-Qur'an; Kebiasaan yang Menyehatkan
dr. H AGUS SUKACA, M.Kes.

Rasulullah
saw memerintahkan kita untuk membiasakan diri membaca Al-Qur'an dan
memberikan kabar gembira bagi orang yang selalu membacanya. Beliau
bersabda, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an, akan
mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan berlipat sepuluh kali. Aku
tidak berkata alif, laam, mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf,
laam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR Tirmidzi)


Beliau memerintahkan kita mengkhatamkan Al-Qur'an sebulan sekali,
dan paling cepat dalam tiga hari. Abdullah bin Amrin bertanya, "Wahai
Rasulullah, berapa lama saya harus mengkhatamkan Al-Qur'an?" Nabi
menjawab, "sebulan". Abdullah berkata,"Saya mampu mengkhatamkan kurang
dari sebulan."  Abu Musa mengulangi perkataannya dan mengurangi (tempo
khatamnya) sampai Rasulullah bersabda, "Khatamkanlah Al-Qur'an selama
tujuh hari." Abdullah mengatakan, "Saya bisa mengkhatamkan dalam waktu
kurang dari 7 hari." Nabi bersabda,"Tidak akan memahami Al-Qur'an bagi
orang yang membacanya (mengkhatamkannya) dalam waktu kurang dari 3
hari." (HR Abu Daud)


Al-Qur'an diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw untuk umat
manusia sampai akhir zaman. Fungsi Al-Qur'an antara lain sebagai
petunjuk (hudan), sumber informasi/penjelasan (bayan),  pembeda antara
yang benar dan yang salah (al-furqan), penyembuh (syifa'), rahmat, dan
nasihat atau petuah (mau'idzah).


Salah satu manfaat Al-Qur'an adalah sebagaimana ditunjukkan dalam
penelitian yang dilakukan Dr. Ahmad al Qadhi, direktur utama Islamic
Medicine Institute for Education and Research yang berpusat di Amerika
Serikat sekaligus konsultan ahli sebuah klinik di Panama City, Florida.
Ia meneliti pengaruh Al-Qur'an pada manusia dalam perspektif fisiologi
dan psikologi. Penelitian dilakukan dalam 2 tahapan.


Tahap pertama, bertujuan untuk meneliti kemungkinan adanya
pengaruh Al-Qur'an pada fungsi organ tubuh sekaligus mengukur
intensitasnya jika memang ada. Tahap kedua, diarahkan untuk
mengetahui apakah efek yang ditimbulkan benar-benar karena Al-Qur'an
atau bukan. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan mesin pengukur
dan terapi stres yang berbasis komputer, model MEDAQ 2002 (medical data
quotient) yang ditemukan dan dikembangkan Pusat Kedokteran Universitas
Boston. Alat ini mampu mengukur reaksi yang menunjukkan tingkat stres
dengan 2 cara: (1) melakukan pemeriksaan fisik secara langsung melalui
komputer, dan (2) memonitor serta mengukur perubahan-perubahan
fisiologis pada tubuh.


Eksperimen dilakukan sebanyak 210 kali dengan melibatkan responden
laki-laki dan perempuan dengan usia antara 18-40 tahun. Semua responden
non Muslim dan tidak bisa berbahasa Arab. Mereka diminta mendengarkan
bacaan Al-Qur'an dengan bahasa Arab dengan kaidah tajwid 85 kali.
Mereka juga diminta mendengarkan bacaan berbahasa Arab yang bukan
Al-Qur'an sebanyak 85 kali juga. Bacaan-bacaan berbahasa Arab non
Al-Qur'an ini dilantunkan dengan kaidah tajwid layaknya Al-Qur'an
sehingga memiliki kemiripan dengan Al-Qur'an dari aspek lafal, intonasi
suara, dan ketukan di indera pendengaran. Bacaan bahasa Arab non
Al-Qur'an digunakan sebagai placebo, artinya responden tidak dapat
membedakan antara bacaan Al-Qur'an dengan non Al-Qur'an.


Hasil eksperimen menunjukkan, bacaan Al-Qur'an menimbulkan efek
relaksasi hingga 65%, sedangkan bacaan berbahasa Arab non Al-Qur'an
hanya mencapai 33%. Hasil ini juga menunjukkan, Al-Qur'an memiliki
pengaruh positif yang cukup signifikan dalam menurunkan ketegangan
(stres) pada pengukuran kualitatif maupun kuantitatif. Pengaruh ini
tampak dalam bentuk perubahan-perubahan yang terjadi pada arus listrik
di otot, juga perubahan pada daya tangkap di kulit terhadap konduksi
listrik, perubahan pada sirkulasi darah, serta perubahan pada detak
jantung, kadar darah yang mengalir pada kulit yang kesemuanya saling
terkait dan paralel dengan perubahan-perubahan pada aspek lain.


Semua perubahan ini menunjukkan adanya perubahan fungsi dan kinerja
sistem syaraf otonom yang lebih lanjut berpengaruh pada organ-organ
tubuh yang lain serta fungsi-fungsinya. Karena itu ditemukan adanya
kemungkinan-kemungkinan tidak terbatas pada pengaruh-pengaruh
fisiologis yang bisa dihasilkan Al-Qur'an.


Dalam penelitian lain, Kazemi dkk melakukan penelitian yang mirip
terhadap 107 mahasiswa keperawatan Rafsanjan University of Medical
Sciencies dengan metode kuasi eksperimental. Mereka dibagi ke dalam 2
grup, grup kontrol dan case group. Skor Kesehatan Mental diukur pada
kedua grup dengan 12 item kuesioner. Case group mendengarkan Al-Qur'an
masing-masing selama 15 menit, 3 kali seminggu selama 4 minggu
berturut-turut, yang diperdengarkan dengan tape recorder. Seminggu
setelah intervensi selesai, skor kesehatan mental diukur kembali pada
kedua grup. Hasilnya, terjadi peningkatan skor kesehatan mental yang
signifikan pada case group. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan,
dengan mendengarkan Al- Qur'an dapat dijadikan cara untuk meningkatkan
kesehatan mental mahasiswa.


Betapa luar biasanya Al-Qur'an, sistem tubuh ternyata memberikan
respon positif terhadap bacaan Al-Qur'an meskipun si empunya tubuh
tidak memahami artinya. Apatah lagi kalau yang membaca atau
mendengarkan memahami makna bacaannya, pasti efeknya lebih dahsyat
lagi. Dengan kita membaca Al-Qur'an setiap hari, pasti banyak kebaikan
yang kita dapat. Insya Allah kita sehat! Wallahu a'lam.l


Categories : JANUARI 2010 | SM 02-10

http://suara-muhammadiyah.com/2009/?p=1346


--- End forwarded message ---





      

Kirim email ke