Dari Milis sebelah.. :D


----- Forwarded Message ----
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, February 10, 2010 11:56:19 AM
Subject: [eramuslim] Ada Apa Dengan Valentine's Day ?

  
MOHON DI BERITAHU BAGI
YANG MEMPUNYAI ANAK REMAJA, BAGI SAUDARA-SAUDARA KITA 
SUPAYA TIDAK TERJEBAK OLEH BUDAYA-BUDAYA
YANG MENYIMPANG DARI TUNTUNAN ISLAM  

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh 
Semoga Netters Syiar al-Sofwa senantiasa
dalam lindungan Allah Ta'ala  
  
Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah
Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran 
adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan
kita saat ini adalah 
berdakwah dengan menyampaikan Artikel
ini kepada saudara-saudara yang 
belum mengetahuinya. Semoga Allah
Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita 
semuanya. Aamiin 
Ada Apa Dengan Valentine's
Day ? 

Pada bulan Februari,
kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, 
pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba
menarik perhatian para remaja 
dengan menggelar pesta perayaan yang
tak jarang berlangsung hingga larut 
malam bahkan hingga dini hari. Semua
pesta tersebut bermuara pada satu 
hal yaitu Valentine's Day. Biasanya
mereka saling mengucapkan "selamat 
hari Valentine", berkirim kartu
dan bunga, saling bertukar pasangan, 
saling curhat, menyatakan sayang atau
cinta karena anggapan saat itu 
adalah "hari kasih sayang".
Benarkah demikian?  
  
SEJARAH VALENTINE'S DAY  
  
The World Book Encyclopedia
(1998) melukiskan banyaknya versi mengenai 
Valentine's Day :  
"Some trace it to an ancient
Roman festival called Lupercalia. Other 
experts connect the event with one
or more saints of the early Christian 
church. Still others link it with
an old English belief that birds 
choose their mates on February 14.
Valentine's Day probably came from a 
combination of all three of those
sources--plus the belief that spring 
is a time for lovers."  
  
Perayaan Lupercaliaadalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi 
Kuno (13-18 Februari).
Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta 
(queen of feverish love) Juno Februata.
Pada hari ini, para pemuda 
mengundi nama-nama gadis di dalam
kotak. Lalu setiap pemuda mengambil 
nama secara acak dan gadis yang namanya
keluar harus menjadi pasangannya 
selama setahun untuk
senang-senang dan obyek hiburan.
Pada 15 Februari, 
mereka meminta perlindungan
dewa Lupercalia dari gangguan srigala. 
Selama upacara ini, kaum muda melecut
orang dengan kulit binatang dan 
wanita berebut untuk dilecut karena
anggapan lecutan itu akan membuat 
mereka menjadi lebih subur.  
  
Ketika agama Kristen
Katolik masuk Roma,
mereka mengadopsi upacara ini 
dan mewarnainya dengan
nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama 
gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor.
Di antara pendukungnya adalah 
Kaisar Konstantine dan Paus Gregory
I (lihat: The Encyclopedia 
Britannica, sub judul: Christianity) .
Agar lebih mendekatkan lagi pada 
ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius
I menjadikan upacara Romawi 
Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja
dengan nama Saint Valentine's Day 
untuk menghormati St.Valentine yang
kebetulan mati pada 14 Februari 
(lihat: The World Book Encyclopedia
1998).  
  
The Catholic Encyclopedia Vol. XV
sub judul St. Valentine menuliskan ada 
3 nama Valentine yang mati pada 14
Februari, seorang di antaranya 
dilukiskan sebagai yang mati pada
masa Romawi. Namun demikian tidak 
pernah ada penjelasan siapa "St.
Valentine" termaksud, juga dengan 
kisahnya yang tidak pernah diketahui
ujung-pangkalnya karena tiap sumber 
mengisahkan cerita yang berbeda.  
Menurut versi
pertama, Kaisar
Claudius II memerintahkan menangkap dan 
memenjarakan St. Valentine
karena menyatakan tuhannya adalah Isa 
Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan
orang Romawi. Maha Tinggi 
Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Orang-orang yang mendambakan 
doa St.Valentine lalu menulis surat
dan menaruhnya di terali penjaranya. 
  
  
Versi kedua menceritakan
bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara 
muda bujangan lebih tabah
dan kuat dalam medan peperangan dari pada 
orang yang menikah. Kaisar lalu melarang
para pemuda untuk menikah, 
namun St.Valentine melanggarnya dan
diam-diam menikahkan banyak pemuda 
sehingga iapun ditangkap dan dihukum
gantung pada 14 Februari 269 M 
(lihat: The World Book Encyclopedia,
1998).  
  
Kebiasaan mengirim kartu Valentine
itu sendiri tidak ada kaitan langsung 
dengan St. Valentine. Pada 1415 M
ketika the Duke of Orleans dipenjara 
di Tower of London, pada perayaan
hari gereja mengenang St.Valentine 14 
Februari, ia mengirim puisi kepada
istrinya di Perancis. Kemudian 
Geoffrey Chaucer, penyair Inggris
mengkaitkannya dengan musim kawin 
burung dalam puisinya (lihat: The
Encyclopedia Britannica, Vol.12 
hal.242 , The World Book Encyclopedia,
1998).  
  
Lalu bagaimana dengan ucapan "Be
My Valentine?" Ken Sweiger dalam 
artikel "Should Biblical Christians
Observe It?" (www.korrnet. org) 
mengatakan kata "Valentine"
berasal dari Latin yang berarti : "Yang Maha 
Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha
Kuasa". Kata ini ditujukan kepada 
Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.
Maka disadari atau tidak, 
-tulis Ken Sweiger- jika kita meminta
orang menjadi "to be my 
Valentine", hal itu berarti melakukan
perbuatan yang dimurkai Tuhan 
(karena memintanya menjadi "Sang
Maha Kuasa") dan menghidupkan budaya 
pemujaan kepada berhala. Dalam Islam
hal ini disebut Syirik, artinya 
menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta'ala.
Adapun Cupid (berarti: the 
desire), si bayi bersayap dengan panah
adalah putra Nimrod "the hunter" 
dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta,
karena ia rupawan sehingga diburu 
wanita bahkan ia pun berzina dengan
ibunya sendiri!  
  
Saudaraku, itulah
sejarah Valentine's Day yang sebenarnya, yang 
seluruhnya tidak lain
bersumber dari paganisme orang musyrik, 
penyembahan berhala dan
penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada 
kaitannya dengan "kasih sayang",
lalu kenapa kita masih juga menyambut 
Hari Valentine? Adakah ia merupakan
hari yang istimewa? Adat? Atau hanya 
ikut-ikutan semata tanpa tahu asal
muasalnya?. Bila demikian, sangat 
disayangkan banyak teman-teman kita
remaja putra-putri Islam yang 
terkena penyakit ikut-ikutan mengekor
budaya Barat dan acara ritual 
agama lain. Padahal Allah Subhannahu
wa Ta'ala berfirman: "Dan janganlah 
kamu mengikuti apa yang kamu tidak
mengetahui tentangnya. Sesungguhnya 
pendengaran, penglihatan dan hati,
semuanya akan diminta 
pertangggungjawabny a" (Al Isra'
: 36).  
  
HUKUM MERAYAKAN HARI
VALENTINE  
  
Keinginan untuk ikut-ikutan memang
ada dalam diri manusia, akan tetapi 
hal tersebut menjadi tercela dalam
Islam apabila orang yang diikuti 
berbeda dengan kita dari sisi keyakinan
dan pemikirannya. Apalagi bila 
mengikuti dalam perkara akidah, ibadah,
syi'ar dan kebiasaan. Padahal 
Rasul Shallallaahu alaihi
wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata 
cara peribadatan selain
Islam:"Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia 
termasuk dari kaum tersebut."
(HR. At-Tirmidzi) .  
  
Bila dalam merayakannya bermaksud
untuk mengenang kembali Valentine maka 
tidak disangsikan lagi bahwa ia telah
kafir. Adapun bila ia tidak 
bermaksud demikian maka ia telah melakukan
suatu kemungkaran yang besar. 
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
rahimahullahberkata,"Memberi
selamat atas 
acara ritual orang kafir
yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa 
perbuatan tersebut haram. Semisal
memberi selamat atas hari raya dan 
puasa mereka, dengan mengucapkan,
"Selamat hari raya!" dan sejenisnya. 
Bagi yang mengucapkannya,
kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling 
tidak itu merupakan perbuatan
haram. Berarti ia
telah memberi selamat 
atas perbuatan mereka
yang menyekutukan Allah.Bahkan perbuatan tersebut 
lebih besar dosanya di
sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi 
selamat atas perbuatan minum khamar
atau membunuh. Banyak orang yang 
kurang mengerti agama terjerumus dalam
suatu perbuatan tanpa menyadari 
buruknya perbuatan tersebut. Seperti
orang yang memberi selamat kepada 
orang lain atas perbuatan maksiat,
bid'ah atau kekufuran maka ia telah 
menyiapkan diri untuk mendapatkan
kemarahan dan kemurkaan Allah."  
  
Abu Waqid Radhiallaahu
anhumeriwayatkan:
Rasulullah Shallallaahu alaihi 
wa Salam saat keluar
menuju perang Khaibar,beliau melewati sebuah pohon 
milik orang-orang musyrik,
yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya 
mereka menggantungkan
senjata-senjata mereka di pohon tersebut.
Para 
sahabat Rasulullah n
berkata,"Wahai
Rasulullah, buatkan untuk kami 
Dzaatu Anwaath, sebagaimana
mereka mempunyai Dzaatu Anwaath."Maka 
Rasulullah Shallallaahu
alaihi wa Salam bersabda, "Maha
Suci Allah, ini 
seperti yang diucapkan
kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan 
sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan. '
Demi Dzat yang jiwaku di 
tangan-Nya, sungguh kalian akan
mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada 
sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi,
ia berkata, hasan shahih).  
  
Syaikh Al-Utsaimin rahimahullahketika ditanya tentang Valentine's Day 
mengatakan :  
"Merayakan hari
Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan 
hari raya bid'ah yang tidak ada
dasar hukumnya di dalam syari'at Islam. 
Kedua: ia dapat menyebabkan hati
sibuk dengan perkara-perkara rendahan 
seperti ini yang sangat bertentangan
dengan petunjuk para salaf shalih 
(pendahulu kita) - semoga Allah
meridhai mereka. Maka tidak halal 
melakukan ritual hari raya, baik
dalam bentuk makan-makan, minum-minum, 
berpakaian, saling tukar hadiah
ataupun lainnya.  
  
Hendaknya setiap muslim merasa bangga
dengan agamanya, tidak menjadi 
orang yang tidak mempunyai pegangan
dan ikut-ikutan. Semoga Allah 
melindungi kaum muslimin dari segala
fitnah (ujian hidup), yang tampak 
ataupun yang tersembunyi dan semoga
meliputi kita semua dengan 
bimbingan-Nya.."  
Maka adalah wajib bagi setiap orang
yang mengucapkan dua kalimat 
syahadat untuk melaksanakan wala'
dan bara' ( loyalitas kepada muslimin 
dan berlepas diri dari golongan kafir)
yang merupakan dasar akidah yang 
dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu
mencintai orang-orang mu'min dan 
membenci dan menyelisihi (membedakan
diri dengan) orang-orang kafir 
dalam ibadah dan perilaku.  
  
Di antara dampak buruk menyerupai
mereka adalah: ikut mempopulerkan 
ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah
nilai-nilai Islam. Dampak 
buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti
mereka berarti memperbanyak jumlah 
mereka, mendukung dan mengikuti agama
mereka, padahal seorang muslim 
dalam setiap raka'at shalatnya membaca,  
"Tunjukilah kami
jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah 
Engkau anugerahkan nikmat kepada
mereka; bukan (jalan) mereka yang 
dimurkai dan bukan (pula jalan)
mereka yang sesat." (Al-Fatihah: 6-7)  
Bagaimana bisa ia memohon
kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan 
orang-orang yang mukmin dan dijauhkan
darinya jalan golongan mereka yang 
sesat dan dimurkai, namun ia sendiri
malah menempuh jalan sesat itu 
dengan sukarela.  
  
Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin
terhadap gaya hidup mereka akan 
membuat mereka senang serta dapat
melahirkan kecintaan dan keterikatan 
hati. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah
berfirman, yang artinya:  
"Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang 
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin( mu);
sebahagian mereka 
adalah pemimpin bagi sebahagian
yang lain. Barangsiapa di antara kamu 
mengambil mereka menjadi pemimpin,
maka sesungguhnya orang itu termasuk 
golongan mereka. Sesungguhnya Allah
tidak memberi petunjuk kepada 
orang-orang yang zalim." (Al-Maidah:51)  
"Kamu tidak akan mendapati
sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan 
hari akhirat, saling berkasih sayang
dengan orang-orang yang menentang 
Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah:
22)  
  
Ada seorang gadis mengatakan, bahwa
ia tidak mengikuti keyakinan mereka, 
hanya saja hari Valentine tersebut
secara khusus memberikan makna cinta 
dan suka citanya kepada orang-orang
yang memperingatinya.  
Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian,
padahal sekali lagi: Perayaan ini 
adalah acara ritual agama lain! Hadiah
yang diberikan sebagai ungkapan 
cinta adalah sesuatu yang baik, namun
bila dikaitkan dengan pesta-pesta 
ritual agama lain dan tradisi-tradisi
Barat, akan mengakibatkan 
seseorang terobsesi oleh budaya dan
gaya hidup mereka.  
  
Mengadakan pesta pada hari tersebut
bukanlah sesuatu yang sepele, tapi, lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai
Barat yang tidak memandang 
batasan normatif dalam pergaulan antara
pria dan wanita sehingga saat 
ini kita lihat struktur sosial mereka
menjadi porak-poranda.  
  
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti
yang jauh lebih baik dari itu 
semua, sehingga kita tidak perlu meniru
dan menyerupai mereka. Di 
antaranya, bahwa dalam pandangan kita,
seorang ibu mempunyai kedudukan 
yang agung, kita bisa mempersembahkan
ketulusan dan cinta itu kepadanya 
dari waktu ke waktu, demikian pula
untuk ayah, saudara, suami .dst, tapi 
hal itu tidak kita lakukan khusus
pada saat yang dirayakan oleh 
orang-orang kafir.  
  
Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala
senantiasa menjadikan hidup kita penuh 
dengan kecintaan dan kasih sayang
yang tulus, yang menjadi jembatan 
untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya
seluas langit dan bumi yang 
disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
Semoga Allah Subhannahu wa 
Ta'ala menjadikan kita termasuk dalam
golongan orang-orang yang 
disebutkan:  
"Kecintaan-Ku
adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang 
saling mengunjungi karena Aku
dan yang saling berkorban karena Aku." 
(Al-Hadits).  
  
Wassalamu'alaikum warahmatullaahi
wabarakatuh 
------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- --- 
dari: YAYASAN AL-SOFWA Jakarta 
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35
Kode Pos:12810  
Jakarta Selatan - Indonesia 
Telp.: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326.  
e-mail: i...@alsofwah. or.id  
website: www.alsofwah. or.id
    
 


      

Kirim email ke