Assalamualaikum,
Sahabat Muslimin sekalian..
Ini ada sedikit Info berguna..
Semoga bermanfaat..
RAHASIA JILBAB
Seorang dokter Kanada, dalam laporannya melalui Reuters, telah
menyatakan bahwa sesungguhnya muslimah yang berjilbab, bukan hanya
menunjukkan kesederhaan saja tetapi juga akan terlindung dari kanker
hidung dan tenggorokan. Hal ini diyakini karena kain kerudung dan jilbab mampu
mencegah penetrasi banyak virus. Fakta ini juga diperkuat oleh
Profesor Kamal Malaker, kepala bagian kanker radiasi rumah sakit King
Abdul Aziz Arab Saudi yang menyebutkan bahwa kaum wanita di Arab Saudi,
yang umumnya memakai jilbab sampai menutupi wajah mereka, rata-rata
kurang tertembus Virus Epstein Barr yang menyebabkan kanker tenggorakan
atau hidung.
Hal ini sekali lagi kian menampakkan kekuasaan Allah dan membuka tabir
kesempurnaan-Nya melalui ayat-ayat yang diturunkan-Nya jauh sebelum
generasi kita lahir. Adanya penemuan yang mengkaitkan jilbab dengan
kesehatan, tentu semakin menunjukkan akan kebenaran kitab Allah yang
penuh dengan petunjuk. Selain sebagai salah satu bentuk kerelaan
menjalankan perintah-Nya guna mendapatkan kebahagiaan di akhirat,
ternyata juga membawa manfaat besar bagi kebahagiaan hidup manusia di
dunia.
Sayangnya, hal ini kontras sekali dengan kenyataan atas apa yang sedang
terjadi di Perancis saat ini. Pemerintah setempat melarang berjilbab
terhadap pelajar putri Muslim di sekolah. Rasanya tidak masuk akal,
apalagi ini terjadi di negara yang (katanya) demokratis seperti Prancis. Lebih
lanjut pelarangan penggunaan jilbab di sekolah-sekolah setempat
kemungkinan segera diikuti larangan jenggot bila itu terkait pada suatu
keyakinan agama, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pendidikan
Prancis Luc Ferry.
Bila kita analisis, besar kemungkinan langkah-langkah pelarangan itu
dimaksudkan untuk menghentikan laju pertumbuhan Islam di Prancis.
Karena, Islam kini tercatat sebagai agama yang tingkat pertumbuhannya
paling cepat di Prancis, dengan sedikitnya lima juta warganegaranya
beragama Islam. Jadi, sangatlah jelas terlihat bahwa langkah-langkah
yang ditempuh Prancis membahayakan kebebasan beragama karena bertujuan
melarang mengekpresikan Islam terhadap publik dengan nama sekularisme.
Islam merupakan sebuah agama yang ajarannya sesuai dengan keinginan
alamiah (fitrah) manusia. Dan salah satu di antara ajaran Islam yang
mengakomodasi keinginan fitrah manusia adalah penggunaan pakaian yang
menutup aurat bagi muslimah. Secara naluri dan fitri, perempuan akan
selalu berusaha melindungi dirinya dari gangguan hawa nafsu yang muncul
dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, ketika Islam mewajibkan
penggunaan jilbab kepada kaum muslimah, mereka yang beriman akan
melaksanakannya dengan sepenuh hati tanpa ada perasaan terkungkung.
Filsuf dan pemikir besar Islam Syahid Mutahari mengungkapkan,
“Keistimewaan Islam ialah bahwa Islam mengenali kapasitas kepribadian
perempuan secara total. Dari pandangan Islam, perempuan dan lelaki bebas untuk
aktif dalam memajukan masyarakat sesuai dengan potensi dan
kemampuan mereka. Namun demikian, Islam mensyaratkan agar keaktifan itu
dilakukan dalam kondisi yang sehat dan bersih sehingga masyarakat
terjauhkan dari penyimpangan yang timbul dari hawa nafsu. Itulah
sebabnya Allah SWT memberi perintah mengenai cara berpakaian yang harus
dikenakan oleh laki-laki maupun perempuan yang tidak memiliki ikatan
pernikahan agar mereka tidak saling berpandangan dengan niat yang tidak
bersih dan lurus”.
Hal mendasar yang perlu dipahami bahwa Islam memandang masalah ini
sebagai tanggung jawab bersama antara perempuan dan laki-laki,
sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran surat An-Nur ayat 30 dan 31
yang artinya:
“Katakankahlah kepada orang laki-laki yang beriman; Hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan memelihara kehormatannya. Yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa
yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara kehormatannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak
daripadanya.”
Wassalamualaikum.
Source