http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/29091 PenghargaanPedagang, petani, polisi, tentara, Gubernur, Bupati, Menteri Presiden tidak perlu dihargai karena namanya, tetapi karena keberhasilannya.Guru yang datang tiap hari mengajar anak muridnya tidak perlu dihargai karena itu adalah tugas, kerja dan kewajibannya dan dia digaji dari uang rakyat untuk melakukan pekerjaan itu.Polisi yang bekerja tiap hari menjaga keamanan, ketentraman dan kedamaian tidak perlu dihargai karena itu adalah tugasnya dan dia digaji dari uang rakyat untuk melakukan pekerjaan itu.Tentera yang bertugas tiap hari menjaga keselamatan negara tidak perlu dihargai karena itu adalah tugasnya dan dia digaji dari uang rakyat untuk melakukan pekerjaan itu.Anggota DPR yang memperjuangkan hak-hak rakyat yang memilihnya tidak perlu dihargai karena itu adalah tugasnya dan dia di gaji dari uang rakyat untuk melakukan pekerjaan itu.Pegawai negeri yang bekerja melayani rakyat dalam mengurus pasport, KTP, SIM, surat izin dan sebagainya tidak perlu dihargai karena itu adalah tugas dan kewajibannya dan dia digaji untuk melakukan pekerjaan itu.Bupati, Gubernur, Wali Kota, Menteri, Presiden dan pejabat tinggi negara lainnya yang datang kekampung anda meresmikan sebuah bangunan atau melakukan pertemuan dengan rakyat, itu tidak perlu dihargai karena disamping pembangunan itu tidak dibangun dari uang pribadi pejabat negara tersebut (tetapi dari uang rakyat), biaya transportasi, keamanan dan sebagainya dalam kunjungan itu juga adalah dibiayai dari uang rakyat. Yang paling pokok adalah bahwa itu adalah tugas, kerja dan kewajiban pejabat negara dan mereka digaji dari uang rakyat untuk melakukan pekerjaan itu.Penghargaan, penghormatan, pemujian yang berlebihan rakyat awam kepada pejabat negara telah menyebabkan penderitaan pada rakyat itu sendiri, seperti harus memberi uang sogokan, uang terima kasih dan uang tanda jasa lainnya kepada pegawai yang memang sudah ada gaji untuk melakukan pekerjaan itu.Penghormatan, penghargaan, pemujian yang berlebihan rakyat kepada pejabat negara, telah membuat mereka merasa seperti raja yang harus dilayani. Yang seharusnya merekalah melayani orang yang memberi mereka pangkat karena memilih mereka dalam pemilu atau orang yang membayar gaji mereka melalui pajak yang dibayar rakyat setiap hari atau dari kekayaan negara milik nenek moyang rakyat. Penghormatan yang berlebihan ini juga telah membuat pejabat negara merasa mereka paling berjasa dan diperlukan, bukan menganggap pekerjaan itu sebagai tugas, kerja dan kewajiban mereka sebagai imbalan uang gaji dari uang rakyat yang mereka terima setiap bulannya.Akan tetapi sebagai orang timur kita juga harus menghargai dan menghormati pejabat negara. Penghormatan kita kepada mereka bukan karena merekanya adalah seorang Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Wali Kota, Anggota DPR, Guru, Polisi, Tentara dan sebagainya. Penghormatan kita kepada mereka hanya disaat kita melihat keberhasilan mereka.Presiden yang berhasil mensejahterakan rakyatnya, mengurangi jumlah kemiskinan dan pengangguran, berhasil menciptakan lapangan pekerjaan, berhasil menghilangkan korupsi, mengharumkan nama negara (tidak menjadi negara paling korupsi no 1 di asia pasifik seperti sekarang ini) berhasil membuat para menteri dan bawahannya bekerja secara optimal untuk kemaslahatan rakyat (tidak malah terkesan melindungi bawahannya yang melakukan kejahatan seperti sekarang ini), dia perlu dihormati dan diberi aplus. Untuk saat ini rasanya SBY sangat tidak layak diberi tepuk tangan oleh rakyat, karena berbagai kegagalan dan kemunduran dimasa kepemimpinannya, kalau tepuk tangan kegagalan saya setuju.Menteri dan Pejabat negara di Departemen pendidikan yang berhasil membuat kualitas pendidikan lebih baik dan maju perlu diberi penghargaan dan aplus dari rakyat.Menteri dan pejabat negara di Depnaker yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang mencukupi bagi rakyat perlu diberi penghargaan dan aplus.Menteri dan pejabat negara di Departemen kesehatan yang berhasil meningkatkan indeks kesehatan dan mengurangi indeks penyakit rakyat perlu diberi penghargaan dan aplus.Menteri dan pejabat negara di Departemen pemuda dan olah raga perlu diberi penghargaan kalau kualitas pemuda menjadi lebih baik dan kualitas olah raga kita meningkat di tingkat nasional dan international dan seterusnya.Perlu diadakan KPI Key Performance Indicator (Indeks Prestasi) untuk menentukan apakah setiap departemen mengalami kemajuan prestasi atau kemunduran setiap tahunnya dan itu disampaikan secara terbuka kepada rakyat tanpa pembohongan atau statistik palsu!Penghormatan kepada pejabat negara yang berhasil harus diiringi dengan penghormatan kepada petani yang berhasil, kepada pedagang, pengusaha yang baik dan berhasil, pekerja yang baik dan berhasil dan kepada rakyat yang baik dan berhasil karena mereka juga telah memberi sumbangan yang banyak kepada negara ini.Wali kota yang berhasil membuat kota menjadi lebih baik, aman, nyaman bersih, maju, birokrasi yang tepat waktu tanpa uang minyak dan sebagainya perlu dihargai dan diberi aplus.Polisi yang berhasil mengurangi indeks tindakan pidana dan kejahatan didalam negara setiap tahunnya seperti pengedaran narkoba, menangkap perampok, pencuri dan koruptor, perlu dihormati dan diberi Aplus.Tentera yang berhasil melindungi perbatasan negara dari penyeludupan, berhasil menghentikan penebangan hutan illegal, berhasil menjaga keselamatan negara dari ancaman luar perlu dihargai dan diberi aplus.Guru yang berhasil membuat anak muridnya menjadi cerdas dan berhasil perlu kita hargai dan diberi aplus.Pegawai negara yang berhasil melayani rakyat dalam mengurus SIM, KTP, Surat Izin dll. dengan cepat dan tepat waktu tanpa uang pelicin perlu dihargai dan di beri aplus.Pegawai negara yang korup harus dihukum seberat-beratnya seperti hukuman mati, agar memberi rasa trauma dan malu bagi keluarga dan masyarakat, sama seperti keluarga yang malu dan trauma karena anak mereka terlibat dalam terorisme.Rakyat Kritis yang tahu akan hak-hak mereka terhadap pemerintah yang dilatar belakangi oleh faktor tingkat pendidikan mereka yang tinggi, Adanya Partai Oposisi Kuat yang setiap masa mampu dan bisa mengambil alih kepemimpinan negara, sebagai pelarian rakyat yang kecewa dengan kepemimpinan partai pemerintah serta Sistem Negera Federal sekurang-kurangnya ditingkat Propinsi atau Pulau yang bebas menentukan masa depan mereka tanpa interpensi dari pemerintah dan partai pusat, Adalah Kata Kunci Untuk RI menjadi Maju!KL, 2/05/10Afriadi Sanusi
