dari: http://tiarrahman.multiply.com/journal/item/484/Menjual_Islam_Dengan_20_Pence
Menjual Islam Dengan 20 PenceFeb 23, '09 8:20 PM
for everyoneCopas dari 
http://ikakas1001.multiply.com/journal/item/30/Menjual_Islam_Dengan_20_Pence 
semoga manfaat.
Seorang imam di sebuah mesjid di kota London Inggris bercerita kalau ia pernah 
hampir menjual Islam dengan 20 pence (pence adalah bentuk plural dari penny 
yaitu pecahan mata uang Pound Sterling), bagaimana ceritanya? ikuti lengkapnya
Kejadiannya beberapa tahun lalu, waktu itu beliau baru beberapa minggu berada 
di kota London dengan status imam di sebuah mesjid. Tiap hari sang imam 
senantiasa memakai bus sebagai kendaraan dari tempat ia tinggal menuju mesjid 
tsb, mungkin karena jurusan tak heran jika bus yang ia tumpangi sering berulang 
dan dengan supir yang sama.
Suatu hari saat menaiki bus seperti biasa beliau membayar tiket bus tersebut, 
setelah menerima kembaliannya, ia pun langsung duduk, tak lama kemudian ia baru 
sadar kalau uang kembalian yang ia terima 20 pence lebih banyak dari yang 
seharusnya, sang imampun berkata dalam hati: "Saya harus mengembalikan 
lebihnya, karena ini bukan hak saya", di saat yg sama ia berpikir: "Lupain 
ajalah kan cuma 20 pence, berapa seh nilainya kalau dibandingkan dengan 
keuntungan yang telah diraut selama ini, perusahaan bus juga tidak akan rugi 
gara2 ini, lagian toh juga tidak ada yang tau" gumam sang imam. "Simpan ajalah, 
anggap aja rizki dari Tuhan" lanjutnya.
Setelah sampai halte tujuan, sebelum turun ia merogoh saku dan mengembalikan 
uang 20 pence tadi kepada supir bus, dan berkata: "Ini pak, tadi kembaliannya 
lebih" Sambil tersenyum sang supir menerima uang tersebut dan berkata: 
"Bukahkah bapak adalah imam baru di mesjid daerah sini?, sebenarnya sudah lama 
saya ingin mendatangi mesjid tersebut untuk bertanya-tanya dan belajar tentang 
Islam" aku sang supir. "Tadi sengaja saya lebihkan kembaliannya untuk melihat 
tindakan dan reaksi bapak" lanjutnya.
Waktu turun kaki beliau seakan lumpuh dan tidak kuasa berdiri mendengar ucapan 
sang supir saking 'agung'nya pengalaman ini, ia hampir saja terjatuh seandainya 
tidak berpegangan di salah satu tiang bus, dengan menengadah ke langit sambil 
menangis ia berdoa: "Ya Allah, hampir saja saya menjual Islam dengan harga 20 
pence".
Itulah kurang lebih cerita sang Imam tadi. Oleh karena itu, kalau boleh saya 
menasehati diri sendiri sebelum orang lain, berusahalah selalu menjadi tauladan 
bagi yang lain, jangan sekali-kali menganggap remeh hal yang kecil di mata 
kita, karena boleh jadi itu sangat berharga bagi orang lain.
Ikhlas dan jujurlah dalam setiap perbuatan, karena kita tidak tau boleh jadi 
orang non Islam menilai Islam dengan menilai tingkah laku kita sebagai 
penganutnya. Wallahu A'lam bi ash-Shawab


      

Kirim email ke