http://groups.yahoo.com/group/mualafindonesia/message/10794
Mujiarto Karuk <mka...@...>mkaruk 
 Offline 
 Send Email 


Nama Para Nabi Tertulis dalam Prasasti Ebla, 1500 Tahun Lebih Tua dari Taurat


Berasal dari masa sekitar 2500 SM, prasasti Ebla memberikan keterangan teramat 
penting mengenai sejarah agama-agama. Sisi terpenting mengenai prasasti Ebla, 
yang ditemukan para ahli arkeologi pada tahun 1975 dan yang sejak itu telah 
menjadi pokok bahasan dari banyak penelitian dan perdebatan, adalah terdapatnya 
nama tiga orang nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab suci.
Penemuan prasasti Ebla setelah ribuan tahun dan informasi yang dikandungnya 
sungguh sangat penting dari sudut pandang perannya dalam memperjelas letak 
geografis kaum-kaum yang disebutkan dalam Al Qur'an. Sekitar 2500 SM, Ebla 
adalah sebuah kerajaan yang meliputi suatu wilayah yang di dalamnya termasuk 
ibukota Syria, Damaskus, dan Turki bagian tenggara. Kerajaan ini mencapai 
puncak kejayaan di bidang kebudayaan dan ekonominya, namun setelah itu, 
sebagaimana yang menimpa banyak peradaban besar, menghilang dari panggung 
sejarah. Tampak dari catatan yang terawetkan tersebut bahwa Kerajaan Ebla 
merupakan pusat utama kebudayaan dan perdagangan di masanya.(1) Penduduk Ebla 
memiliki sebuah peradaban yang membangun lembaga-lembaga arsip negara, 
mendirikan perpustakaan-perpustakaan dan mencatat aneka perjanjian perdagangan 
secara tertulis. Mereka bahkan memiliki bahasa mereka sendiri, yang disebut 
sebagai Eblaite. Sejarah Agama-Agama Zaman Dahulu Peran
 penting sesungguhnya Kerajaan Ebla, yang dianggap sebagai sebuah keberhasilan 
besar bagi arkeologi klasik ketika pertama kali ditemukan di tahun 1975, 
mengemuka dengan ditemukannya sekitar 20.000 prasasti dan penggalan tulisan 
paku. Naskah ini empat kali lebih banyak daripada seluruh naskah bertulisan 
paku yang diketahui para arkeolog selama 3.000 tahun terakhir. Ketika bahasa 
yang digunakan dalam prasasti-prasasti tersebut diterjemahkan oleh seorang 
berkebangsaan Italia Giovanni Pettinato, penerjemah naskah-naskah kuno dari 
Universitas Roma, nilai penting prasasti tersebut semakin dipahami. Alhasil, 
penemuan Kerajaan  Ebla dan kumpulan naskah negara yang luar biasa tersebut 
tidak hanya menarik perhatian di bidang arkeologi, tapi juga bagi kalangan 
agamawan. Hal ini dikarenakan selain nama-nama seperti Mikail (Mi-ka-il) dan 
Thalut (Sa-u-lum), yang berperang bersama Nabi Dawud, prasasti-prasasti ini 
juga menuliskan nama-nama nabi yang disebutkan di
 dalam tiga kitab suci: Nabi Ibrahim (Ab-ra-mu), Nabi Dawud (Da-u-dum) dan Nabi 
Ismail (Ish-ma-il). (2) Pentingnya Nama-Nama yang Disebut dalam Prasasti 
Ebla Nama para nabi yang ditemukan dalam prasasti Ebla memiliki nilai teramat 
penting karena ini adalah kali pertama nama-nama tersebut dijumpai dalam naskah 
bersejarah setua itu. Informasi ini, yang berasal dari zaman 1500 tahun sebelum 
Taurat, sangatlah mengejutkan. Kemunculan nama Nabi Ibrahim di dalam prasasti 
tersebut menyatakan secara tertulis bahwa Nabi Ibrahim dan agama yang dibawanya 
telah ada sebelum Taurat. Para sejarawan mengkaji prasasti Ebla dari sudut 
pandang ini, dan penemuan besar tentang Nabi Ibrahim dan misi yang diembannya 
menjadi bahan penelitian dalam kaitannya dengan sejarah agama-agama. David Noel 
Freedman, arkeolog dan peneliti Amerika mengenai sejarah agama-agama, 
melaporkan berdasarkan penelitiannya nama-nama nabi seperti Ibrahim dan Ismail 
di dalam prasasti
 tersebut. (3) Nama-Nama Lain di dalam Prasasti Sebagaimana disebutkan di atas, 
nama-nama yang ada di dalam prasasti adalah nabi-nabi yang disebutkan di dalam 
tiga kitab suci, dan prasasti tersebut jauh lebih tua daripada Taurat. Selain 
nama-nama ini terdapat pula hal-hal lain dan nama-nama tempat di dalam prasasti 
tersebut, yang dengannya dapat diketahui bahwa penduduk Ebla adalah para 
pedagang yang sangat berhasil. Nama Sinai, Gaza dan Yerusalem, yang tidak 
terlalu jauh letaknya dari Ebla, juga terdapat di dalam tulisan tersebut, yang 
menunjukkan bahwa penduduk Ebla memiliki hubungan yang sangat baik dengan 
tempat-tempat tersebut di bidang perdagangan dan kebudayaan. (4) Satu rincian 
penting yang diketahui dari prasasti tersebut adalah nama-nama wilayah seperti 
Sodom dan Gomorrah, tempat berdiamnya kaum Luth. Diketahui bahwa Sodom dan 
Gomorrah adalah sebuah wilayah di pesisir Laut Mati tempat bermukimnya kaum 
Luth dan tempat di mana Nabi Luth
 mendakwahkan risalahnya dan menyeru masyarakat untuk hidup mengikuti 
nilai-nilai ajaran agama. Selain dua nama ini, kota Iram, yang tercantum di 
dalam ayat-ayat Al Qur'an, juga di antara yang tersebut di dalam prasasti 
Ebla. Sisi paling penting untuk dicermati dari nama-nama ini adalah bahwa 
selain dari naskah-naskah yang disampaikan oleh para nabi, nama-nama tersebut 
belum pernah muncul di dalam naskah mana pun sebelumnya. Ini adalah bukti 
tertulis penting yang menunjukkan bahwa para nabi yang medakwahkan risalah satu 
agama yang benar di masa itu telah mencapai wilayah-wilayah tersebut. Dalam 
sebuah tulisan di majalah Reader's Digest, tercatat di masa itu bahwa terdapat 
pergantian agama dari penduduk Ebla selama masa pemerintahan Raja Ebrum dan 
bahwa masyarakat mulai menambahkan imbuhan di depan nama-nama mereka dalam 
rangka meninggikan nama Tuhan Yang Mahakuasa. Janji Allah Adalah Benar… Sejarah 
Ebla dan prasasti Ebla yang ditemukan setelah
 4.500 tahun sesungguhnya mengarahkan kepada satu kebenaran yang teramat 
penting: Allah telah mengirim utusan-utusan kepada penduduk Ebla, sebagaimana 
yang Dia lakukan ke setiap kaum, dan para utusan ini menyeru kaum mereka kepada 
agama yang benar. Sebagian orang memeluk agama yang sampai kepada mereka 
sehingga mereka berada di jalan yang benar, sedangkan yang lain menentang 
risalah para nabi dan lebih memilih kehidupan yang nista. Tuhan, Penguasa 
langit dan bumi, dan segala sesuatu di antara keduanya, mewahyukan kenyataan 
ini dalam Al Qur'an: Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap 
umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", 
maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada 
pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka 
berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang 
yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An Nahl, 16:
 36) Daftar pustaka:
1) "Ebla", Funk & Wagnalls New Encyclopaedia, © 1995 Funk & Wagnalls 
Corporation, Infopedia 2.0, SoftKey Multimedia Inc. 
2) Howard La Fay, "Ebla: Splendour of an Unknown Empire," National Geographic 
Magazine, December 1978, h. 736; C. Bermant and M. Weitzman, Ebla: A Revelation 
in Archaeology, Times Books, 1979, Wiedenfeld and Nicolson, Great Britain, h. 
184. 
3) Bilim ve Teknik magazine (Science and Technology), No. 118, September 1977 
and No. 131 October 1978 
4) For detailed information, please see Harun Yahya's Miracles of the 
Qur'an. Sumber : Kumpulan Artikel Harun Yahya


      

Kirim email ke